Powered by Blogger.

Images Credit: KBS2

Sinopsis Fight For My Way Episode 15 - 1

Episode15: Badut Selalu Tersenyum Pada Kita.


Joo Man canggung dan berusaha menyembunyikan botol-botol sojunya saat Sul Hee masuk rumahnya. Dia hendak bicara, tapi Sul Hee menyuruhnya berbaring agar dia bisa mengobati luka bakar di punggung Joo Man.

Saat mengoleskan obatnya, Sul Hee bertanya-tanya kenapa Joo Man melakukan itu tadi. Tapi suaranya mulai bergetar saat dia merutuki tindakan Joo Man yang konyol tadi. Sul Hee pun tak bisa lagi menahan tangisnya.


Joo Man memberitahunya kalau dia tak masalah jika Sul Hee pacaran dengan Chan Ho. "Aku akan menunggumu. Aku berharap kau tidak akan pacaran dengannya. Tapi kalaupun kalian pacaran, aku akan menunggumu. Kau boleh menyakitinya sesuka hatimu, tapi aku akan tetap menunggumu."

"Apa aku harus pacaran dengan Chan Ho hanya untuk menyakitimu?"

"Aku akan menunggumu sampai aku berumur 50 tahun."

"Lakukan saja sesukamu. Aku sudah bukan yang dulu lagi. Aku tidak akan tertipu oleh tipu dayamu."

Pada zaman Joseon, orang yang selingkuh dikasih cap. Joo Man pernah kejatuhan kotak barang saat membantu Ye Jin dan tadi dia kena arang, semua itu adalah hukumannya Joo Man jadi dia tidak kasihan sedikitpun. Dia mengklaim kalau dia hanya membantu mengoleskan obat. Jadi berbaringlah lagi.


Dong Man langsung dibawa ke rumah sakit untuk tes MRI. Dokter memberitahu Ae Ra bahwa Dong Man mengalami gegar otak dan gangguan pendengarannya hanya sementara. Kerusakannya tidak parah, jadi dia pasti akan segera pulih kembali. Tapi masalahnya, ada kerusakan halus di daerah temporalisnya.


Nyonya Hwang mendengar kabar itu dan langsung bergegas ke rumah sakit dan menanyakan keadaan Dong Man pada Jang Ho. Mereka lalu duduk menunggu di lobi sambil membicarakan isi ponsel lawas milik Nyonya Hwang itu. Jang Ho mengaku menangis tersedu-sedu saat dia melihatnya.

"Hanya ponsel lipat itu cara untuk menunjukkan seperti apa kehidupan Hwang Bok Hee yang asli dan bukannya Hwang Bok Hee yang konyol." Ujar Nyonya Hwang.

Sekali lagi dia meminta Jang Ho untuk menyimpan ponsel itu baik-baik. Jang Ho tak menyangka, selama ini dia mengira kalau Nyonya Hwang adalah seorang pejuang tangguh yang tak terusik oleh apapun. Tapi ternyata...

"Tapi ternyata aku cengeng?"


Jang Ho menyangkal, Nyonya Hwang justru terlihat sangat keren. Nyonya Hwang bercerita bahwa saat dia masih muda, dia bekerja di sebuah studio foto karena dia sangat suka berada di depan kamera.

Saat dia bertemu suaminya, dia memutuskan untuk berhenti. Akan tetapi, hasrat dalam dirinya tak pernah padam. Dia selalu ingin berada di depan kamera dan menjadi aktris. Jang Ho mengerti, jadi karena itu Nyonya Hwang mengikuti audisi film waktu itu. Dia dengar kalau peluangnya 1 banding 1000.

"Aku menyembunyikannya untuk mengalahkan peluang 1 banding 1000 itu." Ujar Nyonya Hwang.
Tapi dulu, tidak ada yang menginginkan artis baru yang sudah punya anak. Sejak itulah hidupnya jadi kacau. Jang Ho mengklaim kalau itu tidak benar, Nyonya Hwang adalah peri dalam poster di kamarnya.

"Jalan yang kupilih... sungguh sulit."


Keesokan harinya, Ae Ra membuatkan bubur dan berusaha membangunkan Dong Man. Tapi Dong Man terus tidur sepanjang hari. Ae Ra bercerita bahwa Dong Man tidur terus selama berhari-hari. Saat dia bangun, dia hanya menonton TV seperti orang linglung lalu tidur lagi.

Teman-teman Dong Man dan Jang Ho silih berganti menjenguk dan menjaganya, tapi Dong Man terus saja tidur. Suatu malam, Ae Ra berbaring di sisi Dong Man dan meninabobokannya dengan lagu badut yang selalu tersenyum.


Keesokan harinya, atasannya Ae Ra membawanya ke stasiun TV dan memberitahunya kalau Ae Ra akan tampil di TV jadi pembawa acara program olahraga dan itu adalah acara terkenal. Ae Ra tercengang dan tak mengerti kenapa harus dia.

Si atasan berkata karena mereka selama ini selalu memakai pembawa acara pria hingga lama kelamaan terasa membosankan. "Kurasa kau akan menunjukkan inovasi dan keberanian. Jadi aku merekomendasikanmu. Sutradara produksi melihat videomu dan langsung menerimamu."


Mereka tiba di studio tak lama kemudian dan Ae Ra langsung terharu melihat tempat yang begitu diimpikannya selama ini.


Hari ini kantornya Joo Man memasak lobster. Saat Chan Ho mengeluarkan loster itu, Joo Man kontan berusaha keras menahan emosi. Tapi pada akhirnya dia tak tahan lagi dan langsung memalingkan wajahnya dari mereka... karena lobster membuatnya teringat akan kenangannya bersama Sul Hee.

Flashback.


Dulu saat Joo Man mendapatkan gaji pertamanya, dia langsung membawa Sul Hee ke restoran seafood mewah. Tapi begitu melihat daftar harga, Sul Hee berusaha mencari-cari alasan agar mereka mencari restoran lain saja.

Tapi Joo Man tahu betul maksud Sul Hee dan berusaha membujuk Sul Hee untuk menikmati waktu bersama mereka. Sul Hee akhirnya menyerah. Tapi saat pesanan mereka datang, Sul Hee memberikan semua daging lobsternya untuk Joo Man.

Joo Man sedih melihat sikap Sul Hee yang seperti ini, kenapa Sul Hee membuatnya terlihat seperti orang jahat. Sul Hee mengalah dan berkata kalau dia akan makan bagian ekornya, tapi Joo Man jadi semakin tidak mood mendengarnya.

Flashback end.


Joo Man lagi-lagi pulang dengan membawa makanan dan boneka pink. Dia hendak menaruhnya di gagang pintu, tapi Sul Hee pulang saat itu juga. Sul Hee memohon padanya untuk berhenti melakukan ini lagi.

Dia tahu kalau tadi Joo Man tadi menangis di kantor, semua orang menggosipkannya. Joo Man memohon agar Sul Hee melupakan semuanya. Walaupun 2 bulan terakhir hubungan mereka sangat buruk, tapi selama 6 tahun hubungan mereka menyenangkan.

Sul Hee mengakui kalau dia merindukan saat-saat 6 tahun mereka yang indah. Tapi karena dua bulan terakhir yang buruk itu, dia tidak mau lagi kembali. Selama itu dia melihat Joo Man berubah, dia tidak bisa melakukannya lagi.

"Kau juga berubah." Ujar Joo Man. "Kenapa kau bersikap seakan kau tidak berubah?"

"Apa yang berubah dariku?"

"Dulu kau tidak pernah mencemaskan apapun dan naif. Dulu kau seperti anak anjung putih yang lugu."

"Kneapa kau mengaitkannya dengan anak anjing."

"Setelah bertemu denganku, kau menjadi dewasa dan mulai sadar akan dirimu. Setiap kali kau melakukan itu, aku menyalahkan diriku sendiri. Itu menyakitkan bagiku."


Baiklah, Sul Hee mengakui kalau mereka sama-sama berubah. Karena itulah... tapi Joo Man langsung menyela dan bersikeras tidak mau berpisah dengan Sul Hee. Sama seperti Sul Hee yang selalu berusaha keras dalam hubungan mereka, Joo Man juga akan berusaha keras. Dia tidak akan melupakan Sul Hee agar tidak menyesal.

Dia langsung memaksa Sul Hee menerima makanan dan bonekanya dan menyatakan kalau dia sangat mencintai Sul Hee dan tidak akan menikahi orang lain. Dan punggungnya juga butuh salep lagi hari ini, jadi datanglah. Dia bisa mati kalau sampai infeksi.


Ae Ra mewawancarai seorang pegulat yang pernah mengalami cedera punggung. Dia bertanya-tanya apakah dia tidak takut kembali ke ring. Si pegulat berkata kalau dia cukup beruntung karena cederanya tidak seberapa parah dibandingkan Sam Vasquez atau Gary Goodridge. Ae Ra sontak cemas mendengarnya, memangnya apa yang terjadi pada mereka berdua.


Dia melihat Dong Man masih tidur saat dia datang. Dia sengaja teriak-teriak memberitahu Dong Man kalau dia menyimpan bubur di kulkas saat tiba-tiba saja Dong Man memeluknya dan belakang dan menggerutui teriakan Ae Ra.

Ae Ra tercengang mendengarnya, apa Dong Man bisa mendengarnya sekarang. Dong Man mengiyakannya, dia bahkan mendengar Ae Ra sejak dia datang. Ae Ra sungguh lega mendengarnya. Dong Man langsung memeluk Ae Ra dan mengaku kalau dia sangat ketakutan.


Mereka lalu keluar ke cafe dan makan es. Dong Man berceloteh tentang ketakutannya selama tidak bisa mendengarnya, rasanya seolah seluruh dunia dipadamkan dan terjatuh ke dasar lautan.

Ae Ra hanya diam menatapnya lalu mengkonfirmasi sekali lagi kalau Dong Man sudah benar-benar bisa mendengarnya. Kalau begitu, dengarkan dia baik-baik. Dokter bilang, ada keretakan kecil di tengkoraknya Dong Man.

Dokter bilang kalau keretakan di daerah temporalis sebenarnya bisa sembuh tanpa pengobatan. Akan tetapi, keretakannya ada di dekat koklea. Jika Dong Man sampai terkena benturan lagi di daerah yang sama maka dia akan tuli selamanya.


Dong Man menolak mempercayainya, "Omong kosong macam apa itu? Aku kan sudah bisa mendengar sekarang."

Ae Ra menegaskan kalau sekarang Dong Man tidak bisa bertarung lagi, "Aku tidak akan mengizinkannya."

Berusaha menenangkan Ae Ra, Dong Man berjanji akan menemui dokter nanti. Tapi Ae Ra memotongnya dengan cepat dan memberitahunya tentang seorang bernama Sam Vasquez yang dinyatakan mati otak dan meninggal enam minggu kemudian.

Dan juga Gary Goodridge yang terserang ensefalopati traumatis kronis di usia 40-an. Dong Man bersikeras kalau itu cuma contoh kasus yang ekstrem. Cedera memang sering terjadi dalam bertarung.

"Sering terjadi? Kenapa aku harus melihatmu sering cedera?"

"Ae Ra-yah. Jika aku hendak berhenti secepat ini, aku tidak akan memulainya lagi setelah 10 tahun."

"Baiklah. Lakukan sesukamu. Jika kau memutuskan untuk bertarung lagi, hubungan kita akan berakhir."


Nyonya Hwang menerobos masuk dan mendatangi seorang petinggi stasiun TV. Pria itu terkejut melihat Nyonya Hwang dan mengaku kalau dia sudah berusaha mencari Nyonya Hwang ke mana-mana. Tapi Nyonya Hwang tampak dingin dan dendam pada pria itu dan pria itu pun langsung bersujud di hadapannya.

"Sudah lebih dari 20 tahun, tapi aku masih belum bisa memaafkanmu." Ujar Nyonya Hwang. "Meski kau berlutut sekalipun, itu tidak akan bisa mengembalikan tahun-tahun yang kuhabiskan dengan berdiam diri. Tapi, tetaplah seperti itu lebih lama lagi (berlutut). Aku ingin melihatnya lebih lama lagi."

Flashback,


Saat Nyonya Hwang masih muda, dia mengejar pria itu yang dulunya seorang sutradara itu pun dan berusaha memohon-mohon padanya bahkan sampai bersujud agar dia tidak menyiarkan sesuatu. Tapi pria itu tidak peduli dan bersikeras kalau siarannya tidak bisa dibatalkan karewna pratinjaunya sudah disiarkan.

Flashback end.


Di ruang editing, PD Jang sedang menginstruksikan bawahannya untuk mengedit video tentang Dong Man. Bawahannya cemas, apa mereka boleh menyiarkan ini. Tapi PD Jang tetap ngotot mengiyakannya. Pria itu lalu masuk tak lama kemudian bersama Nyonya Hwang yang tampak marah melihat apa yang ada di layar.


Setibanya di depan kamar masing-masing, Dong Man bertanya apakah ancaman Ae Ra tadi serius. Ae Ra santai berkata kalau Dong Man akan mengetahuinya jika dia kembali ke ring. Dong Man tidak terima diancam begini hanya karena dia mencintai Ae Ra. Masa dia tidak bisa memilih.

"Aku akan melindungimu meski itu artinya aku harus bermain curang. Bertarunglah lagi, maka hubungan kita berakhir. Kita bahkan tidak bisa berteman. Kita tidak akan pernah bertemu lagi selamanya." Ancam Ae Ra.

Setelah Ae Ra masuk, Dong Man ditelepon ayahnya yang mengabarkan kalau Dong Man masuk TV, lebih tepatnya di dalam pratinjau sebuah acara.


Di stasiun TV, pria itu memerintahkan PD Jang untuk menunjukkan rekamannya dulu. Tapi PD Jang protes karena acaranya akan disiarkan satu jam lagi. Dan siapa wanita ini? Nyonya Hwang bertanya apakah orang yang PD Jang rekam, menyetujui siaran ini.

Dia dengar PD Jang dan Dong Man pernah terlibat sebagai tersangka dan korban. Nyonya Hwang jadi menduga kalau PD Jang tengah berusaha menggunakan program acara ini untuk balas dendam pada Dong Man.

"Itu di masa lalu. Siapa anda sebenarnya?"

"Aku? Aku adalah mewakili Ko Dong Man." Jawab Nyonya Hwang. Maka mereka pun akhirnya terpaksa menunjukkan siaran itu pada Nyonya Hwang. Tapi sepertinya Nyonya Hwang tampak lega melihatnya.


Ae Ra belanja di pasar dan melihat ikan makerel dan poster yang mempromosikan ikan makerel yang bisa membantu melawan kanker. Tak lama kemudian, dia tiba di kamarnya Dong Man dengan membawa ikan makerel itu. Tapi Dong Man sedang tidak ada di rumah.

Tiba-tiba dia mendengar suara gaduh lagi dari kamar lantai atas. Sepertinya Hye Ra sedang menyeret kursi. Ae Ra sontak cemas, jangan-jangan Hye Ran mau gantung diri. Dia langsung menggedor rumah Hye Ran dengan panik dan begitu Hye Ran membukanya, dia langsung menerobos masuk dan melihat ada kursi di kamar mandi.

Ae Ra jadi semakin yakin kalau Hye Ran mau bunuh dan langsung ngomel-ngomel menyuruhnya mati bunuh diri 60 tahun lagi saja di tempat lain. Tapi Hye Ran menyangkal, kenapa juga dia mau mati. Dia cuma sedang berusaha mengganti lampu kamar mandi.


Ae Ra sontak malu mendengarnya. Tapi di kasur, dia melihat beberapa surat tagihan kartu kredit yang belum Hye Ran bayar. Hye Ran langsung berusaha menyembunyikannya, tapi sikapnya tetap angkuh seperti biasanya dan bertanya apakah Ae Ra pikir kalau dia sudah menang. Ae Ra heran, katanya Hye Ran dapat uang tunjangan sangat banyak.

"Untuk apa aku menerima uang mereka? Seperti kata orang, aku anak manja. Apa mereka pikir aku akan pergi dengan banyak uang? Sudah kubilang dengan jelas kalau aku tidak menginginkan satu sen pun, lalu aku pergi."

"Jadi karena itu kau menyewa tempat 300 dollar sebulan?"

"Aku tanya apa kau sudah merasa menang?" Hye Ran terus bersikeras mengklaim dirinya sangat berarti bagi Dong Man dan karena itulah dia tidak akan menyerahkan Dong Man pada Ae Ra. Jadi Ae Ra jangan merasa menang.

 

Ae Ra prihatin melihatnya, menyadari kalau ini adalah satu-satunya cara Hye Ran untuk mempertahankan harga dirinya. Tanpa mengatakan apapun, Ae Ra langsung masuk ke kamar mandi dan membantu Ae Ra mengganti lampunya dan Hye Ran membantunya memegangi kursi.


Sementara itu, Dong Man pergi menemui PD Jang dan memintanya untuk tidak menyiarkan acara itu. Dia menolak diwawancara. Tapi PD Jang tetap bersikeras mau menanyangkannya. Dong Man sontak kesal dan menyadari Ae Ra benar, orang tidak akan pernah berubah.

"Aku pernah memberitahu Ae Ra kalau aku bukan Jang Kyung Koo yang dulu. Aku tidak lagi orang yang payah dan ceroboh." Ujar PD Jang.

Bersambung ke part 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon