Powered by Blogger.

Images Credit: JTBC

Sinopsis Man to Man Episode 15 - 1


Dong Hyun menyeberang jalan dengan santainya, tapi kemudian sebuah truk melaju dengan kecepatan tinggi tepat ke arahnya hingga dia terlempar. Tak jauh dari sana, Asistennya Sung Jae mengawasi segalanya, terutama tas ranselnya Dong Hyun yang sekarang tergeletak di jalan.

Sekretaris Jang lalu membawa tas ransel itu Seung Jae. Di dalamnya berisi kaset-kaset VCR, salah satunya tentang Baek In Soo.


Seol Woo berusaha ngebut mencari Dong Hyun sembari teringat percakapannya dengan Tae Ho yang mengabarkannya kalau Direktur BIN memiliki senapan yang ada gambar naga yang persis gambar naganya Kakeknya Seung Jae.

Tak lama kemudian, Tae Ho sudah tiba di rumah sakit dan mendapati Istrinya Dong Hyun berlinang air mata di depan kamar operasi. Begitu melihat Tae Ho, Istrinya Dong Hyun langsung marah menyadari Dong Hyun terluka karena BIN padahal dia sudah pernah memperingatkan Dong Hyun kalau dia tidak boleh lagi masuk RS ataupun berurusan dengan BIN.

Tapi ia berusaha menahan emosinya saat memberitahu Tae Ho kalau kondisi suaminya sedang kritis saat ini. Seorang polisi lalu datang mengabarkan kalau truk yang melakukan tabrak lari itu sudah ditemukan.


Seol Woo pergi menyelidiki TKP saat Tae Ho meneleponnya dan mengabarkan kalau si penabrak melajukan truknya cukup jauh melewati pagar pembatas karena mabuk sampai dia meninggal dunia. Tae Ho menduga kalau polisi cuma akan menetapkan kasus ini sebagai kasus kecelakaan biasa.

Seol Woo tak mengatakan apapun, tapi jejak ban di aspal cukup menarik perhatiannya. Terutama karena bekas ban itu berubah dari gelap menjadi terang tepat sebelum mencapai tempat tabrakan, yang artinya si penabrak dengan sengaja mempercepat laju kendaraannya sebelum dia menabrak. Jelas ini bukan kecelakaan.

Tapi Tae Ho merasa kalau tindakan itu terlalu ceroboh untuk dilakukan BIN, apalagi kalau itu ulah direktur BIN. Mungkin ini ulah orang lain.

"Itu tidak penting. Lagipula mereka semua akan mati." Geram Seol Woo.

 

Seol Woo lalu kembali ke markasnya untuk mengambil senapannya saat tiba-tiba dia mendengar suara Dong Hyun mengajaknya main. Seol Woo sontak mengedarkan pandangannya mencari asal suara hingga pandangan matanya jatuh ke mesin game, teringat bagaimana dia dan Dong Hyun bermain bersama di alat itu sambil ngobrol dan saling berdebat seperti saudara. Seol Woo tak kuasa lagi menahan air matanya teringat semua kenangan indah mereka selama ini.


Seung Jae bertemu dengan Direktur BIN dan bertanya-tanya apa sebenarnya alasan Direktur BIN bekerja sama dengannya. Dierktur BIN berkata bahwa Seung Jae berbeda dengan Kakeknya. Jika Ketua Mo seperti seorang raja, Seung Jae justru ingin terjun sendiri ke dunia politik dan menjadi presiden.

Tapi Seung Jae masih belum cukup umur untuk mencalonkan diri sebagai presiden, jadi dia membutuhkan seseorang untuk menggantikan peran In Soo. Direktur BIN menawarkan dirinya untuk menggantikan posisi itu dan berjanji akan menetapkan pondasi negeri ini untuk Seung Jae.
Dia lalu membakar kaset-kaset VCR itu. Seung Jae berkomentar kalau rekaman tentang segala perbuatan ilegal yang dilakukan Direktur BIN saat dia masih menjadi agen ghost, juga ada di dalam kaset-kaset itu. Lalu apa yang akan dia lakukan pada agen K?

"Siapapun yang mengancam keamanan nasional, harus dilenyapkan." Jawab Direktur BIN.


Keesokan paginya, Tae Ho hendak mendatangi markasnya Seol Woo, tapi malah mendapati para agen BIN sudah ada di sana untuk menangkap Seol Woo. Tapi tentu saja tempat itu sudah kosong.


Di restoran, ayah menonton berita di TV yang menuduh Dong Hyun menggunakan koneksinya untuk mendapatkan informasi rahasia dan membocorkannya di jaringan mata-mata. Berita itu bahkan mengatakan kalau kecelakaan yang dialami Dong Hyun kemungkinan adalah ulah jaringan mata-mata yang mengkhianati Dong Hyun.


Seung Jae memberitahu Mi Eun kalau Kakeknya ternyata menyimpan brankas rahasia di balik lukisannya. Karena itulah, dia berencana balas dendam pada kakeknya dengan terjun ke dalam dunia politik yang selama ini selalu ditentang oleh kakeknya pada upacara peringatan kematian kakeknya nanti.

Dia juga memberitahu Mi Eun kalau hari ini mereka kedatangan tamu yang pasti akan membuat Mi Eun kaget nanti. Siapa?


Do Ha mendatangi markasnya Seol Woo tapi malah mendapati tempat itu kosong dan berantakan. Un Gwang meneleponnya saat itu, dia juga sedang mencari Seol Woo tapi Seol Woo tidak mengangkat teleponnya.

Do Ha cemas memberitahunya kalau Seol Woo juga tak ada di markasnya dan sepertinya ada orang yang menggeledah tempat ini. Mendengar itu, Un Gwang menyuruhnya untuk segera ke rumahnya dan memberitahunya kalau Seol Woo meninggalkan ukiran kayu ketiga dan juga uang 5 juta dollar.


Tae Ho pergi menemui Sharon, tapi bukan karena rindu Sharon melainkan karena dia harus menghubungi Mi Eun sekarang juga. Begitu mereka tersambung, Mi Eun mengaku kalau dia belum dapat kabar dari K dan Tae Ho mengabarkan kondisi Dong Hyun.

Mi Eun memberitahunya tentang Direktur BIN yang sekarang berkomplot dengan Seung Jae. Dia menduga kalau si pengkhianat yang membunuh agen Y dan mencelakai Dong Hyun itu pasti Dierktur BIN. Tae Ho memberitahunya kalau K sudah tahu itu, tapi entah apa yang akan dia lakukan.

Tapi telepon mereka terganggu saat dua orang agen BIN tiba-tiba datang untuk menangkap Tae Ho dan menyelidikinya perihal kasus Dong Hyun.


Di rumah Un Gwang, Do Ha memberitahu kalau Seol Woo semalam ditelepon seseorang lalu bergegas pergi entah ke mana. Un Gwang cemas, apa yang sebenarnya terjadi. Perasaan Do Ha juga tidak enak. Tapi percakapan mereka tersela saat Do Ha ditelepon Mi Eun.


Upacara peringatan kematian Ketua Mo Byung Do digelar keesokan harinya dengan dihadiri puluhan karyawan Songsan, Direktur BIN dan media. Seol Woo mengawasi segalanya dari kejauhan, terutama Seung Jae dan Direktur BIN. Dia lalu mengeluarkan senapannya dan meneropong para targetnya.

Dalam pidatonya, Seung Jae mengumumkan proyek program bernama 'Menuju Songsan Terhormat' untuk membersihkan nama-nama yang terlibat dalam aliran dana gelap. Dia lalu mengumumkan niatannya untuk mengabdikan hidupnya demi negara demi menciptakan Korea yang kuat dengan menggunakan proyeknya itu.

Berikutnya, Direktur BIN yang naik ke podium. Seol Woo sontak menargetnya dan mulai mengokang senapannya. Dia hendak menekan pelatuknya saat tiba-tiba saja terdengar suara Un Gwang yang dengan sengaja menyela acara.


Semua pengawal langsung bersiap melindungi para atasan mereka saat Un Gwang dan Do Ha berjalan maju ke panggung. Gara-gara itu, Seol Woo jadi tak bisa menarget Direktur BIN yang sekarang dikelilingi para pengawalnya.

Un Gwang lalu menelepon Seol Woo dan memberitahunya kalau dia juga ingin membunuh para kepar*t hina ini. Tapi dia mengingatkan Seol Woo kalau Dong Hyun saat ini tengah diselidiki atas tuduhan pengintaian, jika Seol Woo menyelesaikan misi dengan cara ini maka dia hanya akan menodai kehormatan Dong Hyun.

Saat Seol Woo tak menjawab, Do Ha ikut angkat bicara. "Aku mempercayaimu."

Mendengar semua itu, Seol Woo jadi galau dan akhirnya menyerah. Yakin mereka sudah berhasil meyakinkan Seol Woo, Un Gwang pun mengajak Do Ha pergi dari sana.


Un Gwang dan Do Ha lalu pergi ke rumah sakit untuk menjunguk Dong Hyun, tapi malah mendapati puluhan reporter sedang mengeroyok Istrinya Dong Hyun dan menanyainya tentang dugaan Dong Hyun sebagai mata-mata. Tapi Istri Dong Hyun dengan tegas menyatakan kalau suaminya bukan mata-mata.


Un Gwang langsung menyela mereka dan memberitahu mereka kalau dakwaan terhadap Jaksa Lee Dong Hyun adalah rekayasa. Saat para reporter menuntut bukti atas penyataannya, Un Gwang berkata bahwa berkat pengalamannya bertahun-tahun sebagai aktor, dia bisa tahu seseorang yang jujur dan yang bohong.

"Jaksa Lee Dong Hyun yang kukenal itu adalah orang yang penuh rasa tanggung jawab. Dia jaksa paling adil di seluruh Korea."


Dalam perjalanan pulang, Seung Jae menyuruh sekretarisnya untuk meningkatkan keamanan, terutama untuk putranya. Mi Eun pura-pura tak tahu dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

Seung Jae pun memberitahunya kalau Pengawalnya Eun Gwang mengincar Direktur BIN karena dia dituduh melakukan pengintaian dan berkomplot dengan teroris asing.


Direktur BIN mendatangi Tae Ho di ruang interogasi. Tae Ho tanya apakah Direktur BIN harus sejauh itu terhadap Dong Hyun. Direktur BIN ngotot menuduh Dong Hyun sebagai tersangka dugaan pengintaian dan pengkhianatan negara dan sekarang mereka tengah menyelidiki siapa yang menyebabkan kecelakaan itu.

"Kaulah pengkhianatnya!" Bentak Tae Ho. "Apa sejak awal kau memanfaatkan kami?"

Direktur BIN tetap santai menanyakan keberadaan K. Saat tak mendapat jawaban yang memuaskan, Direktur BIN mengancam Tae Ho dengan memanfaatkan Sharon. Pikirkan baik-baik jika dia ingin menikah dengan Sharon dan mempertahankan kehormatannya. Tae Ho akan berpihak padanya atau dia akan memasukkan nama Tae Ho sebagai salah satu jaringan mata-mata yang bekerja sama dengan Dong Hyun.

 

Seol Woo menyamar jadi dokter untuk mengunjungi Dong Hyun yang masih belum sadarkan diri. Dia menggenggam tangan Dong Hyun saat Istrinya Dong Hyun masuk. Seol Woo pun buru-buru melepaskan genggamannya lalu berjalan keluar.

Tapi sebelum dia sempat keluar, Istrinya Dong Hyun menegurnya, dia tahu kalau Seol Woo bukan dokter. Dia bercerita kalau Dong Hyun kadang-kadang suka bercerita tentang seorang agen juniornya yang menyebalkan.


Dia memberitahu Seol Woo bahwa dokter bilang suaminya tidak akan bertahan lebih dari 3 hari. Tapi dia yakin Dong Hyun pasti akan bangun karena masih banyak orang jahat yang harus dia tangkap.

"Dia orang bodoh yang mengira kalau dia harus menangkap setiap orang jahat menurut UU dan menurut peraturan."

Tapi suaranya mulai bergetar penuh emosi saat dia berkata kalau dia membiarkan Dong Hyun karena dia tahu kalau suaminya melakukan hal yang tepat. Tapi seandainya dia tahu kalau ini hanya pertempuran sia-sia, dia pasti akan mencegahnya.

"Ini bukan pertarungan yang sia-sia." Ujar Seol Woo. "Aku yang akan mengambil alih mulai dari sini, menurut UU dan menurut peraturan."


Direktur BIN baru tiba di rumahnya yang super mewah saat tiba-tiba saja dia merasakan sesuatu yang aneh dan langsung memanggil Seol Woo keluar. Seol Woo sudah berdiri tepat di belakangnya dan menatapnya tajam.

Tanpa berbalik menghadapi Seol Woo, Direktur BIN menyadari bahwa sudah tidak ada cara untuk menghentikan Seol Woo sekarang. Tapi dia memperingatkan Seol Woo untuk tidak menyentuh keluarganya.

Seol Woo berkata kalau dia tidak akan membunuh Direktur BIN. Tapi sebagai gantinya, dia akan membuat sisa hari Direktur BIN bagai neraka. Dia mendoakan Direktur BIN berumur panjang lalu menghilang. Direktur BIN langsung menelepon seseorang dan memerintahkannya untuk menembak Seol Woo.

Bersambung ke part 2

5 comments

gumawo sinopsisnya.. dtunggu klanjutannya yaa,hwaiting­čĺ¬

Akhirnya keluar juga lanjutannya.
hwaiting ditunggu part 2

Eonnie author please ya sinop bad thief good thief ny dtunggu pgen tw akting ny seolhyun bneran bagus pa gk LoL kamshahamida

Lama bnget nunggu lanjutannya

siiippp.... kereennn... makin bikin penasarannn
maksih yaaaa

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon