Powered by Blogger.

Images Credit: SBS

Sinopsis Reunited Worlds Episode 2


Ho Bang shock berat melihat Hae Sung. Dia langsung mengusap matanya saking tak percayanya. Bukan cuma wajah, bahkan suara anak remaja di hadapannya ini pun sama persis dengan suara Hae Sung.

Dia langsung terjatuh lemas saking shocknya. Hae Sung mencoba mendekat, tapi Ho Bang jadi semakin histeris dan ketakutan. Hae Sung melihat label nama Ho Bang dan saat itulah dia baru menyadari polisi ini adalah teman SMA-nya.

Hae Sung makin antusias mendekati Ho Bang dan membuat Ho Bang jadi semakin ngeri hingga akhirnya dia tak tahan lagi dan pingsan.


Sebuh restoran tampak sedang ramai pengunjung, para koki pun sibuk memasak di dapur, termasuk diantara mereka adalah Jung Won. Tapi dia mengerjakan pekerjaannya dengan malas-malasan sampai sunbae-nya menegurnya untuk kerja lebih cepat.

Seorang pelayan lalu mendatangi Jung Won untuk memberitahu bahwa ada dua orang pria yang sedang mencarinya. Jung Won langsung panik, tahu betul siapa dua pria yang mendatanginya itu.


Dia langsung bergegas masuk gudang dan melarikan diri dari sana dengan memanjat keluar jendela. Yang jadi masalah, kakinya malah tersangkut dan satu sandalnya terjatuh gara-gara. Saat dia akhirnya berhasil keluar, dia malah sudah disambut oleh salah satu pria itu.

Kedua pria itu ternyata rentenir yang hendak menagih hutangnya Jung Won. Tapi pria yang lebih muda mengenali Jung Won dan memutuskan tidak ikut mendekati Jung Won. Si rentenir senior langsung mengkonfrontasi Jung Won yang sengaja menghindarinya.

Sambil berushaa menjaga keseimbangannya, Jung Won berusaha menjelaskan kalau dia bukannya sengaja menghindar, ini karena tasnya ketinggalan di bis dan ponselnya ada di tas itu. Dia juga mengalami kesulitan gara-gara bos di tempat kerja keduanya melarikan diri.

Si rentenir tetap tak terima dan mengancam Jung Won untuk membayar hutangnya atau dia akan pindah ke rumahnya Jung Won.

"Kenapa harus Jung Won noona?" Si rentenir yang lebih muda diam-diam mendesah sebal lalu pergi sebelum Jung Won melihatnya.


Pemilik restoran tentang Jung Won bekerja, Cha Min Joon (Ahn Jae Hyun), sedang berada di bandara. Hari ini dia akan terbang ke Perancis, tapi entah kenapa dia tampak gelisah akan sesuatu.

Sementara itu di restoran, para pegawai menyambut kedatangan seorang koki baru yang akan menggantikan posisi Min Joon selama dia pergi 2 tahun.


Tapi kemudian, Min Joon ternyata membatalkan kepergiannya. Malah sekarang sedang mondar-mandir gelisah di depan rumahnya Jung Won.

Hong Jin Joo ternyata masih saling kontak dengan Jung Won tapi tak mengakuinya pada teman-temannya yang lain. Malam itu dia hendak mendatangi rumah Jung Won, tapi malah melihat Min Joon.

Jin Joo mengenalinya sebagai bosnya Jung Won karena dia pernah makan di restoran itu dan melihat Jung Won bekerja bersama Min Joon. Tapi kenapa Bosnya Jung Won ada di sini. Jangan-jangan... penasaran, dia pun bersembunyi di gang.


Jung Won akhirnya pulang tak lama kemudian dan keheranan melihat Min Joon malah ada di sini. Min Joon dengan canggung mengaku kalau dia mengetahui alamat Jung Woon dari daftar alamat pegawai.

"Saya tidak bawa ponsel sekarang. Tapi kenapa kenapa anda ada di sini? Bukankah seharusnya anda di Paris?"

"Aku tidak jadi ke sana."

"Kenapa?"

"Aku tidak bisa pergi karena... gugup dan cemas. Makanya aku memutuskan tetap di sini."

Hmm... sepertinya yang dimaksudnya adalah Jung Won. Tapi Jung Won mengira kalau Min Joon tidak bisa pergi karena mencemaskan restorannya.


Min Joon kecewa mendengar pemikiran Jung Won, tapi dia terlalu ragu untuk menjelaskan apapun dan akhirnya membiarkan Jung Won berpikir seperti itu dan hanya mengomelinya untuk bekerja lebih keras.

"Bagaimana bisa kau tidak ada perkembangan sama sekali? Bukankah seharusnya kau berkembang sekarang bahkan sekalipun kau tidak punya bakat?"

"Maaf, chef-nim."

"Masuklah. Sampai jumpa besok di restoran."


Begitu Min Joon pergi, Jin Joo keluar dari persembunyiannya dan langsung mengomeli Jung Won. Sekarang ini Jung Won harus tetap fokus, dia tuh baru saja memenangkan lotre. Pada dasarnya, Bosnya Jung Won tadi melamar Jung Won. Buktinya dia melepaskan prospek masa depannya demi Jung Won.

"Kuakui, bosmu itu keren banget."

"Hei! Tidak seperti itu! Sadarlah!"

"Kaulah yang harus sadar! Dia tadi menyatakan perasaannya padamu. Dia bilang kalau dia tidak jadi pergi ke Paris karena dia mencemaskanmu. Gila! Dia bahkan sangat mempesona."


Jung Won tetap tak percaya dan cepat-cepat mengalihkan topik. Dia mau ke Chungho untuk mengambil tasnya yang ketinggalan di bis. Jin Joo langsung menggerutu kesal, dia benar-benar kesusahan hanya untuk memastikan Jung Won tidak bertemu teman-teman mereka yang lain.

"Kurasa aku melihat Hae Sung di Chungho siang tadi." Aku Jung Won.

"Jung Jung Won, berhentilah. Sekarang sudah 12 tahun berlalu."

Jung Won buru-buru menghindar dan pergi sekarang juga.


Ho Bang membawa Hae Sung ke kedai mie. Dia masih takut-takut dan mencoba menyodok Hae Sung untuk memastikan dia benar-benar nyata. Hae Sung penasaran bagaimana kabar Jung Won. Entahlah, Ho Bang tak tahu karena mereka kehilangan kontak dengan Jung Won. Tapi, apa Hae Sung tidak ingat apapun tentang hari itu.

"Kenapa tidak ingat? Aku ingat segalanya."

Flashback.


Hari itu, Hae Sung yang merupakan anak tertua dari lima bersaudara, memasak sarapan pagi untuk nenek dan adik-adiknya. Satu per satu, adik-adik Hae Sung keluar dan Hae Sung tampak begitu sayang pada adik-adiknya. Saat adik bungsu-nya, Sung Soo Ji, memintanya untuk menguncir rambutnya, Hae Sung langsung menuntut cium pipi dulu.

Sung Hae Chul adiknya yang sok dewasa, tiba-tiba saja membuat semua orang terkejut dengan mengumumkan rencananya hari ini, dia akan nembak lalu mencium seorang cewek. Adik perempuannya, Sung Young In, menasehati Hae Chul untuk tidak bilang-bilang kalau mau mencium, cewek tidak suka itu.

Hae Sung memperingatkan Hae Chul untuk tidak mengganggu cewek, apalagi kalau dia sampai harus dipanggil gurunya Hae Chul gara-gara ulahnya.


Hanya Sung Young Joon yang tidak muncul di meja makan, tapi Young In berkata kalau Young Joon sudah berangkat duluan tadi. Nenek jadi cemas, sepertinya Young Jun belajar sangat keras. Kemarin juga dia pulang larut malam. Hae Sung penasaran, karena Young Jun juara kelas, mungkinkah dia bisa jadi dokter nantinya. Tentu saja, Nenek yakin.


Tiba-tiba terdengar bunyi bel sepeda. Jung Won sudah datang menjemput Hae Sung. Sembari menunggu di depan, Hae Sung berlatih bagaimana dia harus menyampaikan ucapan selamat ultahnya dan memberikan kadonya untuk Hae Sung nanti.

Mereka bersepeda berdampingan dengan riang gembira. Tapi Hae Sung sepertinya tidak ingat hari ultahnya sendiri. Saat Jung Won tanya tadi dia sarapan apa, Hae Sung malah bilang makan sosis dan sup tahu (bukan sup rumput laut yang biasanya dimakan di hari ultah).


"Apa kau juga memasak side dishes juga?"

"Tentu saja. Harus. Aku kan calon koki berbakat. (Masakanku) luar biasa. Nenek dan anak-anak bilang kalau rasanya luar biasa."

Jung Won cemberut tak senang mendengarnya. Apalagi saat dia melihat Hae Sung membawa bekal ke sekolah untuk Young Jun. Soalnya Young Joon kan juara kelas dan tahun depan dia akan jadi muris senior, jadi Hae Sung bertekad mau menjaga Young Jun dengan baik.

"Sung Hae Sung, kau sekarang juga murid senior." Kesal Jung Won.

Beralih topik, Hae Sung tiba-tiba menanyakan pendapat Jung Won ciuman pertama. Jaman sekarang kan biasanya hal itu dilakukan lebih dini. Jung Won makin kesal mendengarnya dan langsung pergi duluan meninggalkan Hae Sung.


Setelah memarkirkan sepedanya, Jung Won merogoh sakunya untuk mengambil kalung yang berbandul garpu dan pisau. Ia ingat akan pembicaraannya dengan Hae Sung beberapa waktu lalu.

Flashback.


Dia memastikan apakah Hae Sung benar-benar tak ingin ikut ujian masuk perguruan tinggi? Tidak. Hae Sung bahkan sudah memilih sekolah kuliner. Kenapa? Jung Won pikir nilainya Hae Sung cukup bagus. Sebelumnya, Hae Sung bilang kalau dia mau masuk ke sekolah hukum.

Hae Sung berdalih kalau dia mendapat pencerahan dan ia memang suka memasak. Jung Won menatapnya curiga, bohong! Dia pasti tidak masuk ke perguruan karena tidak bisa membayar biaya sekolah. Hae Sung hanya ingin menyokong saudara-saudaranya supaya mereka tidak khawatir dengan biaya sekolah. Bukankah hidupnya sendiri juga penting? Apa dia tak akan menyesal?

Hae Sung masih mengelak, dia bukannya tidak punya pilihan, tapi dia punya mimpi baru. Dia akan membangun restoran yang besar supaya bisa menghidupi nenek dan adik-adiknya. Dia menyuruh Jung Won untuk mengunjungi restoranny, dia janji akan memberinya makanan gratis.

“Aku tidak akan pergi ke restoran itu.” ujar Jung Won kesal.

Flashback end.


Jung Won tersenyum menatap kalung itu. Dong Hyun datang ke tempat parkir, dia menyapanya. Keduanya pun berbincang-bincang santai. Bertepatan saat itu, Hae Sung dan Ho Bang sampai kesana.

Ho Bang kenal dengan Dong Hyun, dia si pemimpin kelas seni. Dong Hyun dan Jung Won berada dikelas seni yang sama. Ia mendengar dari temannya, katanya Dong Hyun sangat menyukai Jung Won. Mereka pasangan yang imut juga sih, tak seburuk yang dibayangkan.

Hae Sung cemburu juga mendengar gosip itu. Dia sengaja berjalan ke tempat parkir dan menyenggol pundak Dong Hyun saat berpapasan. Keduanya bertatapan sengit. Hae Sung memperingatkan, “Terus saja menggambar dikelas seni.”


Jung Won menghampiri Hae Sung yang masih kelihatan kesal. Dia berkata kalau dia akan melewatkan kelas seninya hari ini. Apa hari ini Hae Sung akan bekerja? Hae Sung masih bersikap dingin, dia tak akan melewatkan kerja paruh waktunya. Dia pergi dulu, mau mengantar bekal untuk Young Jun. 

“Kenapa dengannya?” desis Jung Won.


Hae Sung pergi ke kelas Young Jun. Bukannya di kelas, Young Jun malah sedang dirawat di UKS dan wajahnya lebam bekas pukulan. Hae Sung kesal mengetahui adiknya kena bully, siapa yang melakukannya? Katakan.

Young Jun tidak mau buat masalah, dia akan terus belajar. Jadi, dia menyuruh Hae Sung untuk pergi saja. Hae Sung jelas tak bisa terima, dia kakaknya, mana mungkin ada kakak yang rela adiknya dipukuli.

Apa hyung-nya bersikap seperti itu karena dia ingin bertindak sebagai hyung? Young Jun menyalahkan Hae Sung, dia dipukuli karena Hae Sung adalah Hyungnya. Tidak ada alasan lain selain karena dia hyung-nya!

Young Jun terisak mengatakan hal itu. Hae Sung pun bungkam, tak mengatakan apapun lagi. Matanya mulai menggenang mendengar kenyataan pahit itu.


Hae Sung berlari menuju ke kelasnya Jung Won dan langsung memukul wajah Yang Jung Chul yang sedang membuli anak lain. Seisi kelas terkejut melihat Hae Sung mengamuk begitu. Namun untungnya ada anak lain yang berhasil menahan Hae Sung.

“Kau br*ngsek. Mengapa kau melakukan itu terhadap saudaraku? Aku akan memberimu pelajaran!” teriak Hae Sung.

Jung Chul malah senyum. Yah, harusnya dia memang begitu dari dulu. Sekarang, dia baru gusar setelah adiknya dipukuli. Dia sering bertengkar dengan Hae Sung, tapi Hae Sung selalu menghindar. Ia dengar kalau Hae Sung petarung hebat di sekolah, dia tak begitu tahu karena dia anak baru disana.

Hae Sung kalap dan ingin memberi Jung Chul pelajaran. Jung Chul semakin memancinya dan mengatakan kalau adinya menangis saat dipukuli. Dia dengar, mereka berdua bukan saudara kandung.

Hae Sung marah bukan kepala Jung Chul membawa topik sensitif itu, dia akan membunuhnya! Hong Bang terus menjagal Hae Sung dan menariknya keluar kelas supaya perkelahian mereka tak berlanjut.


Kemarahan Hae Sung akhirnya  mereda. Jung Won menemaninya dan menyarankan agar Hae Sung mengabaikannya saja, tak usah perduli walaupun diprovokasi. Hae Sung sudah pernah diskors tahun lalu gara-gara perkelahian juga. Ingat kalau mereka sebentar lagi lulus.

Ya. Tapi Hae Sung masih tak tahan karena dia memukuli Young Jun. Jung Won tahu, memikirkannya saja sudah membuat dia marah. Lebih baik dia saja yang menjambak rambutnya Jung Chul dan memberi pelajaran.

Hae Sung menahan tangan Jung Won yang berniat pergi. Baiklah, dia berjanji tak akan berkelahi dengannya lagi. Dia akan menghindarinya. Jung Won menuntutnya untuk berjanji. Hae Sung mengangguk.


Pulang dari sekolah, Hae Sung melihat Bibi penjual aksesoris di jalan. Dia ingat kalau tadi pagi Jung Won bilang mau bolos dari kelas seni. Saat melihat aksesorinya, dia tertarik dengan jepit rambut pita biru dan membelinya.


Setelah itu, dia pun izin absen pada pemilik restoran tempat kerja paruh waktunya. Pemilik restorannya sangat baik, dia membiarkannya untuk libur hari itu. Hae Sung pun sangat berterima kasih karenanya.

Dia kemudian menelepon Jung Won menggunakan telepon restoran. Jung Won saat itu sedang sibuk menyiapkan kejutan ulang tahun untuknya. Hae Sung memberitahu kalau dia mau datang ke rumah Jung Won. Jung Won kaget, adik-adik Hae Sung menunjukkan tanda X, mereka belum menyelesaikan persiapan kejutan untuk Hae sung.

Jung Won beralasan kalau dia meninggalkan dompetnya di kelas seni, jadi dia minta tolong supaya Hae Sung mengambilkan dompetnya sekarang. Dia akan menunggunya di rumah Hae Sung. Tanpa curiga, Hae Sung mengiyakan saja permintaan Jung Won.


Hae Sung berjalan masuk ke sekolah menggunakan senter sepedanya. Ia masuk ke ruang seni tapi tak bisa menemukan dompet Jung Won di lemarinya. Aih, Jung Won pasti lupa meletakkan dompetnya ditempat lain. Makanya, Jung Won memang membutuhkannya.

Ia pun berniat untuk pergi. Tapi dia malah dikejutkan dengan adanya Jung Chul yang terkapar dilantai dan kepalanya bocor berlumuran darah. Hae Sung panik, dia membantunya menyingkirkan patung yang menghantam kepalanya kemudian mendudukkannya dan dengan panik memohon pada Jung Chul untuk bertahan.


Hae Sung lalu bersepeda keluar sekolah untuk mencari bantuan. Dia terus mengayuh sepedanya sekencang mungkin sampai-sampai dia lupa untuk tengak-tengok saat menyeberang jalan. Naasnya, tepat saat itu mobil melintas dengan cepat dan menabrak sepeda Hae Sung. Brak! tubuh Hae Sung pun terpental kena hantam mobil.


Persiapan pesta ulang tahun Hae Sung sudah selesai tapi sampai sekarang Hae Sung belum juga pulang. Adiknya meyakinkan kalau kakaknya akan segera pulang. Mereka mematikan lampu ruangan dan menanti kedatangannya.

Pintu berdecit keras. Mereka semua antusias menyambut kedatangan Hae Sung saat pintu terbuka. Tapi anehnya, saat mereka mencari-cari orang yang membuka pintu, tak ada seorang pun disana. Sepertinya hanya angin kencang yang sudah mendorong pintunya.

Di Masa Kini...


“Saat itu, Hae Sung meninggal dunia. Dan aku baru sadar, mungkin bukan angin yang membuka pintu malam itu... melainkan Hae Sung.” Batin Jung Won dewasa.

Jung Won berdiri menunggu kereta melintas. Hae Sung berjalan disisi lain kereta dengan lesunya. Jung Won terdiam memperhatikan kaki orang diseberang jalan selama keretanya melintas. Saat kereta akhirnya sudah lewat, dia malah tercengang melihat Hae Sung di seberang.

Bersambung ke episode 3

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon