Powered by Blogger.

Images Credit: SBS

Sinopsis Reunited Worlds Episode 5


Jung Won berlinang air mata saat Hae Sung meyakinkannya bahwa kematiannya bukan salah Jung Won dan dia juga bukan seorang pembunuh. "Aku merindukanmu, Hae Sung-ah. Setiap hari... aku merindukanmu."

Hae Sung langsung mendekap erat Jung Won dan membiarkan Jung Won menangis dalam pelukannya. "Saat aku memeluk Jung Won, aku mendengar jantungku berdegup kencang. Suaranya seperti sebuah jam besar. Itu adalah detik pertama waktuku dimulai lagi di dunia ini."


Saat Jung Won tenang tak lama kemudian, Jung Won membuka kembali semua barang-barangnya sementara Hae Sung ganti baju di kamar mandi dengan tak enak. Dia menawarkan untuk pergi saja kalau Jung Won tak nyaman, lagipula tak enak pria dan wanita tinggal dalam satu atap.

Tapi Jung Won menyuruhnya tidur di sini saja daripada di luar. Hae Sung tidur di sofa dan dia tidur di kamar. Apa Hae Sung punya pikiran lain? Hae Sung sontak menyangkal keras. Ah, dulu Jung Won pernah mengatainya cab*l, dia bukan orang yang seperti itu.


Jung Won kontan tersenyum saat teringat kenangan itu. Hae Sung langsung keluar dari kamar mandi sambil protes melihat senyuman Jung Won. Jung Won cepat-cepat memberinya peralatan mandi, dan langsung mendengus geli melihat penampilan Hae Sung pakai kaos ketat dan celana bunga-bunga. Hehe.


Hae Sung berniat membantu Jung Won, tapi malah tak sengaja memegangi lingerie seksi Jung Won. Dia langsung heboh seolah sedang memegang benda mengerikan. Jung Won cepat-cepat mengambilnya dan beralasan kalau itu adalah hadiah dari Jin Joo.


Keduanya sontak canggung gara-gara itu. Jung Won berusaha mengalihkan topik dengan mengusulkan agar mereka nonton TV saja. Tapi anehnya, saat Hae Sung menyalakan TV-nya, frekuensinya malah kacau.

Tapi saat remote pindah tangan ke Jung Won, frekuensinya seketika membaik. Heran, Hae Sung mencoba memegangnya lagi dan frekuensinya kembali kacau. Hae Sung langsung sedih menyadari itu terjadi karenanya. Jung Won meyakinkan kalau mungkin TV-nya yang rusak lalu cepat-cepat beranjak mau tidur.


Tapi tak sengaja dia menyenggol kotak kosmetik hingga isinya berhamburan. Saat itulah Hae Sung menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya: Sebuah pembuka kaleng bir.

"Ini tutup kaleng bir yang kita dapat waktu kita di Seoul, kan? Aku tidak tahu kalau kau masih memilikinya."

Jung Won canggung berkata kalau dia memang menyimpannya dan juga beberapa barang kenangan mereka yang entah kenapa masih dia simpan. Hae Sung benar-benar senang melihat tutup kaleng bie kenangan itu.

Flashback.


Suatu pagi saat mereka baru tiba di sekolah, Jung Won tiba-tiba mengajak Hae Sung untuk bolos dan pergi bersamanya ke Seoul. Hae Sung langsung menyadari ada yang aneh dari Jung Won, apa ada masalah?

"Aku menemukan di mana ibuku tinggal." Ujar Jung Won.


Mendengar itu, Hae Sung langsung menggenggam tangan Jung Won lalu membawanya ke Seoul. Mereka menunggu di depan gedung apartemen, tapi malah mendapati Ibunya Jung Won sudah memiliki keluarga baru dan bahagia.

Saat Ibu kmebali untuk mengambil bekalnya yang ketinggalan, Jung Won dan Hae Sung langsung menghampirinya. Senyum Ibu sontak menghilang begitu melihat Jung Won dan berusaha mengusirnya dengan panik.

"Sudah 7 tahun kita tidak bertemu, tapi Ibu menyuruhku pergi? Jangan hubungi aku. Aku tidak akan menemui Ibu lagi. Aku hanya penasaran bagaimana hidup Ibu setelah membuang putrinya sendiri. Sepertinya Ibu yang membuang anaknya pun bisa hidup bahagia. Seperti itulah dunia ini bekerja. Ibu sudah mengajariku satu hal."

Tepat saat itu, suami dan anak-anak Ibu kembali dan langsung keheranan melihat mereka. Siapa mereka? Ibu menyangkal mengenal mereka dan beralasan kalau mereka cuma tanya alamat lalu bergegas masuk lift.


Tak terima dengan sikap Ibunya Jung Won, Hae Sung langsung balas dendam dengan menghantamkan batu ke kaca mobil keluarganya Ibu. Tapi Pak Satpam memergoki mereka. Hae Sung pun langsung menyeret Jung Won lari dari sana.

Jung Won terjatuh gara-gara itu, Hae Sung pun cepat-cepat membantunya bangkit dan melarikan diri. Saat mereka sudah aman, Hae Sung membantu mengobati luka di kaki Jung Won.

Jung Won beralasan kalau dia ingin Hae Sung ada di sisinya saat dia bertemu Ibunya agar dia bisa sedikit menyelamatkan harga dirinya. Tapi pada akhirnya, Jung Won tak kuasa menahan tangisnya.


Hae Sung memapah Jung Won sampai mereka kembali ke Chungho. Tapi lama-lama dia capek dan menawarkan untuk menggendong Jung Won saja. Jung Won menolak dan hanya ingin istirahat di bangku. Tapi, Jung Won ingin minta tolong.

"Bisakah hari ini aku minum sekaleng bir?"

Hae Sung tak percaya mendengarnya, Jung Won mau minum dengan memakai seragam sekolahnya? Jung Won terus berusaha membujuknya, satu kaleng saja. Tidak boleh. Kesal, Jung Won berniat mau beli sendiri saja.

Tapi kakinya masih sakit. Terpaksalah Hae Sung menurutinya dan mencopot seragamnya dulu sebelum masuk toko. Untunglah nenek penjualnya sedang tidur, Hae Sung jadi bisa mengambilnya secara diam-diam lalu menaruh uang di meja dan kabur.


Begitu kembali, Jung Won bilang ada polisi. Hae Sung sontak pasang badan dan menyembunyikan kaleng birnya, sebelum akhirnya sadar kalau Jung Won cuma mengerjainya.

Setelah kaleng bir itu habis, Hae Sung mengambil pembuka kalengnya lalu memakaikannya di jari manis Jung Won sebagai cincin. "Hiduplah dengan baik dan balas dendamlah pada ibumu."


Jung Won mengangguk. Hae Sung lalu menggendong Jung Won sepanjang perjalanan pulang dan tersenyum melihatnya tidur.

Flashback end.


Jung Won dan Hae Sung keluar rumah bersama keesokan paginya. Keduanya saling bertanya apakah mereka tidur nyenyak dan keduanya sama-sama mengiyakannya. Tapi Jung Won malah menguap yang jelas menunjukkan kalau semalam dia tidak bisa tidur nyenyak.

Hae Sung tahu karena semalam dia mendengar Jung Won bergulingan di kasurnya. Jelas Hae Sung sendiri tidak bisa tidur nyenyak semalam.

Hae Sung berkata kalau dia mau menemui adik-adiknya hari ini. Jung Won meminta maaf karena kehilangan kontak dengan mereka. Hae Sung tak mempermasalahkannya, dia kan bisa menemui mereka hari ini.


Jung Won lalu memberikan kartu nama restoran tempat kerjanya. Hae Sung kagum, Jung Won benar-benar sudah dewasa sekarang. Apa bekerja di restoran itu seru?

"Aku masih asisten, jadi tidak selalu mudah. Tapi seru."

"Aku ingin melihatmu bekerja di dapur."

"Datanglah lain kali."


Bisnya Jung Won datang tak lama kemudian dan Hae Sung terus memperhatikan Jung Won mulai saat dia naik sampai dia duduk, lalu dadah-dadah dan berkata 'sampai jumpa' dengan senyum lebar.

"Rasanya menyenangkan bisa mengatakan 'sampai jumpa', karena itu artinya kami bisa bertemu lagi. Besok, lusa dan hari-hari setelahnya. Aku berharap masih bisa melihat cahaya matahari pagi setiap hari."

Tapi Jung Won berbeda, dia meyakini kalau ini pasti hanya sebuah mimpi yang panjang. "Aku hanya perlu maju terus sampai mimpi ini berakhir dengan sendirinya."


Tak lama kemudian, Hae Sung lari-lari mengejar Hae Chul yang kabur darinya. Ketakutan mengira Hae Sung itu hantu. Tapi langkah Hae Chul terhenti di tengah jalan saat Ho Bang menghadangnya.

Hae Chul jadi semakin bingung dengan semua ini. Ho Bang meyakinkan kalau dia ini beneran Hae Sung, hyung-nya Hae Chul. Saking tak percayanya, Hae Chul langsung memukul dirinya sendiri dan akhirnya sadar kalau ini bukan mimpi.

Ho Bang pergi dan Hae Sung lalu menyuruh Hae Chul untuk mempertemukannya dengan kedua bos rentenirnya.


Mereka bertemu di sebuah gudang dan Hae Sung langsung menggunakan kekuatan supernya untuk melempar kedua rentenir itu kesana-kemari sampai mereka babak belur dan berlutut ketakutan di hadapannya, sementara Hae Chul menunggu di luar dengan gelisah.

Hae Sung berkata kalau ini adalah pembalasanya karena mereka memukulinya malam itu. Dia lalu menyuruh Hae Chul masuk dan menegaskan kalau Jung Won pasti akan membayar hutangnya, jadi jangan lagi menganggu Jung Won apalagi menagih bunga melebihi yang ditetapkan pemerintah.

Dia juga menyatakan kalau Hae Chul akan berhenti bekerja pada mereka, jadi jangan lagi menghubungi Hae Chul.


Mereka lalu duduk bersama di taman, Hae Sung meminta maaf. Jika saja dia tidak meninggal dunia, mereka pasti sudah masuk kuliah seperti anak-anak lainnya.

Tapi Hae Chul langsung mundur saat Hae Sung menyentuhnya dan bertanya sinis, apakah Hae Sung akan bertanggungjawab terhadap masa depannya sekarang. Hidupnya sekarang sudah berakhir, dia bahkan tidak bisa hidup sebagai preman sekarang.

"Apa itu yang mau kau lakukan seumur hidupmu?" Bentak Hae Sung. "Mulai sekarang, mari kita cari sesuatu yang bisa kau kerjakan."


Hae Chul mendengus sinis menyalahkan Hae Sung sebagai penyebab kekacauan hidupnya. Dia baru kelas enam SD saat Hae Sung meninggal dunia, semua ibu teman-temannya melarang mereka bermain dengannya. Dia benar-benar marah dan sejak saat itulah dia belajar berkelahi.

Hae Sung meyakinkan Hae Chul bahwa hidupnya akan berubah mulai sekarang, dia tidak akan lagi hidup sebagai adik seorang pembunuh. Hae Sung bukan pembunuh, dia difitnah. Tapi Hae Chul tak percaya sedikitpun, semua orang bilang ada bukti kuat kalau Hae Sung lah pelakunya.

"Hae Chul, pikirkan baik-baik. Hyung adalah saksi kunci di sana. Saat aku masuk ke ruang kelas, Kyung Chul sudah tergeletak di lantai dalam keadaan bersimbah darah. Orang yang sudah mati tidak bisa mengatakan apapun, kau tahu itu. Makanya mereka melimpahkan semua kesalahan padaku. Aku bukan pelakunya."

Baiklah, anggaplah begitu. Lalu apa yang akan Hae Sung lakukan sekarang, hidupnya sudah hancur. Apa Hae Sung pikir orang-orang akan mempercayainya begitu saja. Bahkan dia saja masih sulit mempercayainya.

Semua orang sudah melupakan kejadian itu, bahkan sebagian orang tak tahu menahu. Jadi kenapa juga harus diungkit lagi. Lagipula, apa Hae Sung bisa menunjukkan diri pada orang-orang? Apa yang akan orang-orang pikirkan begitu melihat Hae Sung.

"Jelas ada sesuatu yang tidak beres di sini. Kumohon jangan lakukan apapun ataupun membuatku dalam masalah!"

Hae Chul langsung beranjak pergi. Tapi Ho Bang mengajaknya makan siang dulu bersama mereka.


Para pegawai restoran berkumpul untuk melihat hasil foto Min Joon dan para koki di sebuah majalah. Hae Sung berlari antusias untuk melihat foto itu, tapi malah tak sengaja bertubrukan dengan Min Joon.

Untunglah Min Joon sigap menangkapnya dalam posisi yang tampak begitu romantis sampai para pegawai melongo melihat mereka. Tak enak dengan tatapan semua orang, Min Joon buru-buru melepaskannya dan para pegawai pun langsung bubar.

Jung Won mau balik ke dapur juga. Tapi Min Joon memanggilnya kembali untuk mengembalikan syalnya Jung Won yang terjatuh. Dia penasaran, apa Jung Won sendiri yang memotong poninya? Iya, kenapa?

"Tidak, ponimu kelihatan menarik."


Seorang wanita cantik bernama Seo Won, datang tak lama kemudian dan menyapa Min Joon dengan akrab dan berkata kalau dia mau memperkenalkan seseorang pada Min Joon. Jung Won datang tak lama kemudian dan terus memperhatikan Seo Woon.

Kekasihnya Seo Woon yang seorang dokter, datang tak lama kemudian dan Jung Won langsung mendelik kaget mengenali pria itu, entah siapa dia. Saat pria itu melihat Jung Won, dia langsung kaget dan buru-buru memalingkan mukanya.


Ho Bang membelikan ponsel baru untuk Hae Sung lalu menyuruh Hae Chul untuk memasukkan nomor teleponnya. Tapi saat dia disuruh memasukkan nomor telepon saudara-saudara mereka yang lain, dia malah bilang tidak tahu.

Mereka semua sudah tidak pernah lagi saling kontak. Young Jun memutuskan hubungan dengan mereka begitu dia masuk sekolah kedokteran, Young In pindah ke Seoul untuk mencari pekerjaan begitu lulus, sementara Soo Ji dikirim ke panti sosial saat berusia 7 tahun.

Hae Sung langsung kesal merutuki Young Jun, "Bagaimana bisa dia melakukan ini pada adik-adiknya? Bagaimana caranya aku bisa bertemu dengan Young Jun?"


Kekasihnya Seo Woon itu ternyata Young Jun. Saat dia melihat Jung Won ke belakang, Young Jun pura-pura keluar untuk menelepon padahal dia menyusul Jung Won.

Dia memberitahu Jung Won kalau Seo Woon adalah tunanangannya dan sekarang dia bekerja di RS Taesan yang merupakan rumah sakit milik keluarganya Seo Woon. Tapi dia mengaku kalau orang-orang mengira dia tak punya saudara, karena itulah dia ingin Jung Won juga mengatakan hal yang sama pada orang-orang.

Terserah saja, Jung Won tidak peduli. Tapi walaupun dia tidak peduli, tapi kalau saudara-saudaranya Young Jun sampai tahu, mereka pasti akan terluka. Hae Sung pasti akan marah kalau tahu masalah ini.

Young Jun masa bodoh dan menasehati Jung Won untuk tidak mengingat masa lalu terus, jalani saja hidupnya yang sekarang.

"Kau akan bertemu dengan Hae Sung secepatnya."

 

Tak lama kemudian, Hae Sung tiba di RS Taesan dengan penuh amarah. Young Jun sendiri sedang bersama Seo Woon dan Ibunya yang merupakan direktur rumah sakit itu. Direktur tampak jelas kurang menyukai Young Jun.

Suster masuk tak lama kemudian untuk memberitahu Young Jun bahwa ada pelajar SMA yang mencarinya, namanya Sung Hae Sung.


Young Jun sontak kaget mendengarnya. Saat itu juga, Hae Sung menerobos masuk. Young Jun langsung panik melihatnya, tapi dia menyangkal mengenal Hae Sung bahkan menyuruh suster mengusirnya.

Para suster berusaha menyeretnya, tapi Hae Sung bertahan dan berusaha mengajak Young Jun bicara berdua, dia akan menjelaskan segalanya. Young Jun makin panik sampai menyuruh suster memanggil sekuriti.


Para sekuriti berusaha menyeretnya keluar hingga Hae Sung jadi kesal dan langsung menggunakan kekuatannya untuk melempar mereka. Young Jun kontan mundur ketakutan. Hae Sung terus mendekati Young Jun sambil berusaha meyakinkan kalau dia sungguh hyung-nya Young Jun. Tapi tiba-tiba si Ahjussi misterius itu muncul lalu menyeret Hae Sung menjauh.

Bersambung ke episode 6

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon