Powered by Blogger.

Images Credit: SBS

Sinopsis Reunited Worlds Episode 6


Hae Sung berusaha mendorong si Ahjussi misterius itu. Tapi anehnya, Ahjussi misterius itu bertahan. Saat itulah Hae Sung mengenali Ahjussi itu, dia pria yang pernah menyapanya di bis dan tahu kalau dia baru kembali ke dunia ini.

Dia langsung menyeret Hae Sung pergi dari sana dengan mudahnya. Begitu tiba di parkiran yang sepi, Ahjussi itu langsung melempar Hae Sung dengan kekuatan super dan memperingatkan Hae Sung untuk tidak sembarangan memakai kekuatannya.

"Anda siapa sebenarnya?"

"Sudah kubilang, jangan menarik perhatian banyak orang. Kalau kau melakukannya, kita semua akan berada dalam bahaya. Aku sudah memperingatkanmu dengan jelas." Kesal Ahjussi. (Jangan-jangan dia juga sama kayak Hae Sung?)

 

Setelah Ahjussi itu pergi, ponselnya Hae Sung berbunyi dari Ho Bang. Tapi saat dia hendak mengangkatnya, lagi-lagi kekuatannya Hae Sung membuat frekuensi telepon itu jadi kacau dan berdegung sangat keras sampai menyakiti telinga Ho Bang.

Ho Bang sedang bersama Jin Joo saat itu, dia sebenarnya berniat menyambungkan Hae Sung ke Jin Joo, tapi sekarang Jin Joo jadi kesal dan tak mempercayai omongan Ho Bang.


Hae Sung merenung di tepi Sungai Han sembari menghapus air matanya. Malam harinya, dia pergi ke restoran untuk menjemput Jung Won. Dia sedang menunggu saat Min Joon keluar tak lama kemudian dan heran melihatnya, apa dia mau bertemu seseorang?

Hae Sung mengenalinya, dia pria yang bersama Jung Won waktu itu. Jung Won akhirnya keluar tak lama kemudian dan langsung senang melihat Jung Won. Min Joon jadi penasaran, siapa pria ini.

Hae Sung hendak menjawab, tapi Jung Won langsung menyala dan mengklaim kalau Hae Sung ini sepupunya. Hae Sung kecewa mendengarnya.

Min Joon mendadak sok akrab dengan memperkenalkan dirinya bahkan menepuk pundak Hae Sung sebelum kemudian pamit. Tapi saat dia pergi, dari spion dia melihat Hae Sung mengusap pundaknya dengan sebal.

Hae Sung lalu mengajak Jung Won minum-minum dengannya. Jung Won heran, kenapa mendadak Hae Sung ingin minum. Hae Sung hanya menjawab ambigu, kalau tidak sekarang, kapan lagi dia bisa minum.


Dia lalu masuk ke mini market dengan gagah dan dengan percaya diri mengambil sebotol bir dan soju. Tapi saat si kasir yang tampangnya sangar itu mempelototinya, Hae Sung sontak ciut dan akhirnya mengembalikan kedua miras itu kembali ke kulkas. Wkwkwk.


Jung Won heran melihatnya kembali dengan tangan kosong, Hae Sung berubah pikiran? Hae Sung terduduk lesu dan meminta Jung Won saja yang membeli. Jung Won geli, apa Hae Sung takut? Hae Sung sontak menyangkal keras. Yah sudahlah, dia beli sendiri saja.

Tapi Jung Won mencegahnya, kali ini dia yang akan membelikannya untuk Hae Sung. Dia memberitahu Hae Sung bahwa komposisi mencampur bir dan soju itu 8 banding 2. Dia hendak melakukannya, tapi kemudian ingat kalau Hae Sung tidak suka cumi kering.

Akhirnya dia masuk lagi untuk membeli snack lain. Tapi begitu kembali, dia malah mendapati Hae Sung sudah menenggak minumannya sampai habis dan botol sojunya sudah kosong.


Hae Sung dengan santainya bilang kalau dia sudah mencampur soju dan birnya sesuai petunjuk Jung Won, 8 banding 2. Jung Won melongo mendengarnya. Maksudnya 8 banding 2 itu, birnya yang delapan dan sojunya yang dua dan bukannya sebaliknya.

"Apa kau baik-baik saja?"

"Aku baik-baik saja."


Tapi tak lama kemudian, Jung Won memapah Hae Sung yang sudah mabuk berat tapi terus ngotot kalau dia tidak mabuk. Dia bahkan berusaha membuktikannya dengan menyebutkan berbagai orang yang lewat sampai Jung Won harus meminta maaf berkali-kali pada mereka.

Jung Won berusaha menghentikannya saat Hae Sung menunjuk seorang kakek dan memperingatkannya untuk tidak menyebutnya sebagai 'kakek-kakek'. Hae Sung menyangkal, dia bukan kakek-kakek, "Dia... botak."

Kakek jelas marah dan Jung Won bergegas menyeret Hae Sung pergi dari sana.


Jung Won langsung ngomel-ngomel setibanya di rumah. Hae Sung mengaku kalau hari ini dia bertemu dengan Hae Chul dan Young Jun.

Tapi Hae Chul menyalahkannya sebagai orang yang telah menghancurkan hidupnya, sementara Young Jun pura-pura tak mengenalnya. Dia datang ke sini bukan karena dia yang mau. Dia bahkan tidak tahu kenapa dia bisa ada di sini. Dia bahkan tak punya petunjuk sama sekali kenapa aku kembali.


"Aku hanya seorang pria yang menghancurkan hidup adik-adiknya lalu pergi begitu saja. Adik-adikku bahkan tidak ingin bertemu denganku. Mereka bahkan tidak berterima kasih padaku."

Kalau tahu begini, dia pasti akan menikmati hidupnya saat sekolah dulu. Dulu dia mengira kalau tugasnya hanyalah mengurus adik-adiknya. Jika adik-adiknya sudah hidup dengan baik maka itu artinya dia sudah hidup dengan baik.

"Kalau aku tahu akan begini, aku seharusnya tidak melakukan semua itu. Jung Won-ah, bagaimana bisa aku kembali ke sini? Aku ingin hidup bahagia dengan adik-adikku."
 
Jung Won prihatin dan merasa bersalah melihat Hae Sung seperti ini. Dia meminta maaf, tapi Hae Sung sudah terlalu mabuk dan terus bergumam sendiri. "Apa yang harus kulakukan? Besok jadwal piketku. Aku harus pergi pagi-pagi ke sekolah."

Teleponnya Hae Sung berbunyi saat itu dari Ho Bang. Tapi karena Hae Sung sudah tidur, akhirnya Jung Won yang mengangkatnya. Ho Bang kaget mendengar Jung Won sedang bersama Hae Sung.


Tapi dia buru-buru menutup teleponnya karena sedang gelisah melihat Jin Joo kencan dengan seorang pria. Pria itu mencoba bertanya-tanya tentang Jin Joo, tapi Jin Joo tidak nyambung sedikitpun dengan maksud pria itu dan terus salah paham dan salah jawab.


Tak tahan lagi, Ho Bang langsung menyela kencan mereka dan dengan dramatisnya menarik Jin Joo bak seorang cowok yang mengambil kembali ceweknya dari pria lain.


Saat Hae Sung membuka mata, dia melihat keempat teman SMA-nya sudah ada di hadapannya dengan senyum lebar. Hae Sung sontak bahagia melihat mereka.

Tapi saat dia membuka mata kedua kalinya, mereka sudah berubah jadi teman-temannya yang sudah tumbuh dewasa. Mereka menatapnya dengan air mata penuh haru dan tak percaya melihat Hae Sung bangkit dari kematian.

"Dengar, semuanya. Jangan pikirkan hal lain. Yang perlu kalian tahu, dia adalah teman masa kecil kita, Hae Sung." Ujar Ho Bang.

"Hae Sung-ah, apa kau tahu siapa aku?" Tanya Moon Sik.

"Tentu saja, Moon Sik-ah. Tae Hoon-ah, Jin Joo-yah."


Jin Joo sontak memeluk Hae Sung. Mereka sungguh sangat merindukannya dan kesal karena mereka yakin kalau Hae Sung tak mungkin membunuh orang. "Kami percaya padamu."

Hae Sung pun berkaca-kaca mendengarnya, benar-benar bersyukur mendengar mereka semua hidup dengan baik. Jung Won menyela mereka dan menawarkan pasta untuk mereka semua. Mereka pun cepat-cepat menghapus air mata mereka. Hae Sung benar-benar bahagia bertemu kembali dengan mereka semua.

 

Keesokan harinya, Hae Sung dan Ho Bang pergi ke TKP dan berusaha menganalisa kejadian pada malam kematiannya. Setelah menemukan Kyung Chul bersimbah darah di ruang seni, dia bersepeda dengan sangat kencang melewati jalan itu untuk mencari bantuan.

Tapi kemudian ada sebuah mobil yang tiba-tiba muncul dan menabraknya. Dia juga tidak bisa melihat jalan dengan jelas karena sepedanya tidak ada lampunya dan senternya ketinggalan di ruang seni. Tapi, apa Hae Sung ingat dengan mobil yang menabraknya?


Ho Bang memberitahu kalau mobil yang menabrak Hae Sung itu ternyata mobil Ayahnya Tae Hoon yang merupakan presdir yayasan Chungho. Presdir tidak ada di sana saat mobil itu menabrak Hae Sung dan supirnya dipenjara karena pembunuhan. Karena itulah Tae Hoon sangat menderita setelah kecelakaan yang menimpa Hae Sung.

"Begitu? Tapi ini kan bukan salahnya Tae Hoon."

"Kau benar. Ini bukan salahnya. Lalu, apa kau ingat hal lain? Apa kau melihat seseorang saat kau mengendarai sepedamu?"

"Tidak. Aku tidak lihat apapun."


Hae Chul tiba tak lama kemudian untuk membantu mereka dan langsung bersumpah akan membunuh siapapun itu jika memang pelakunya adalah orang lain.

Intinya, hari itu Hae Sung tidak tahu kalau hari itu adalah ultahnya dan tidak tahu kalau keluarganya sedang menunggunya di rumah untuk memberinya kejutan ultah. Tapi karena waktu itu mereka belum siap, Jung Won berusaha menunda kedatangan Hae Sung dengan menyuruh Hae Sung ke ruang seni.

Nenek dan Young In langsung ke rumah sakit waktu itu, sementara Jung Won pergi ke kantor polisi. Sementara dia dan Soo Ji menunggu di rumah dengan ketakutan setengah mati.


"Bagaimana dengan Young Jun?" Tanya Hae Sung.

"Dia tidak ada di rumah waktu itu."

Loh! Ho Bang bingung, menurut laporan polisi, mereka ber-4 malah ada di rumah malam itu. Hae Chul menyangkal, Young Jun pulang telat kok waktu itu. Tapi laporan ini dari Jung Won, dia sendiri yang bilang kalau mereka ber-4, termasuk Young Jun, ada rumah semua malam itu.

Hae Chul jelas bingung, Hae Sung menduga mungkin Hae Chul tidak ingat karena waktu itu kan Hae Chul masih kecil. Mungkin juga, sih. Tapi dia tampak tak terlalu yakin.


Jung Won hendak buang sampah, tapi malah tak sengaja membuat kantongnya robek dan isinya berhamburan. Tepat saat itu, Ibunya Jung Won datang dan melihatnya sedang memunguti sampah. Senyum Jung Won sontak menghilang melihat Ibunya.

Ibu mengaku datang setelah melihat foto Hae Sung di majalah. Dengan canggung dia berkata kalau dia selalu ingin menemui Jung Won selama ini, tapi tak tahu di mana Jung Won berada.


Min Joon keluar tepat saat Ibu meminta maaf pada Jung Won atas perbuatannya dulu. Dia langsung bersembunyi dibalik tembok dan menguping pembicaraan mereka. Jung Won sontak kesal dan menyuruh Ibu pergi saja.

"Apa Ibu sekarang berharap aku jadi putrimu lagi. Ibu bilang kalau ibu tidak mengenalku. Aku selalu mengingat ucapanmu itu setiap hari."

Ibu akhirnya to the point memberitahukan alasan kedatangannya adalah karena dia ingin membantu Jung Won. Ibu tahu kalau Jung Won kesusahan dan butuh uang, karena itulah sekarang Ibu menawarkan seamplop uang untuknya.


Jung Won jelas sakit hati melihatnya. Memangnya berapa banyak uang yang Ibu miliki? Apa Ibu punya uang lebih banyak darinya? Dengan penuh amarah Jung Won mengklaim kalau dia punya uang jauh lebih banyak daripada Ibu.

Dia mengklaim kalau gedung dan restoran ini adalah miliknya karena dia akan menikah dengan Min Joon. Jangan kira hanya karena dia sedang buang sampah, Ibu menganggapnya cuma pegawai rendahan. Apa Ibu tidak tahu bahwa sebelum menjadi bos, kita harus memulai segalanya dari bawah?

"Aku tidak butuh uangmu! Aku sudah punya uang lebih dari cukup. Aku selalu hidup dengan pikiran untuk membalas dendam padamu suatu saat nanti."


Ibu tak percaya, sebaiknya Jung Won tidak usah berbohong dan pura-pura kuat. Saat itulah Min Joon memutuskan keluar dari persembunyiannya seolah dia sedang mencari Jung Won sedari tadi dan pura-pura penasaran, siapa nyonya ini.

Ibu memperkenalkan dirinya adalah Ibunya Jung Won. Jung Won sontak panik, tapi Min Joon dengan santainya memperkenalkan dirinya, memanggilnya sebagai ibu dan berkata kalau dia akan menikah dengan Jung Won.

Ibu mengusulkan agar mereka bicara sambil makan. Tapi seorang pegawai datang memberitahu Min Joon bahwa Menteri Kim baru saja datang. Min Joon pun cepat-cepat pamit dan dengan sopan menegaskan bahwa hari ini restoran mereka penuh, jadi sebaiknya Ibu membuat reservasi sebelum datang lain kali.

Dia lalu menyeret Jung Won masuk dan baru melepaskannya setelah mereka sudah aman. Jung Won menatap Min Joon tak enak hati saat mereka sibuk memasak sampai saat Min Joon menegurnya.


Hae Sung termenung memikirkan informasi dari Ho Bang tadi, bahwa Jung Won bersaksi ke-4 saudara Hae Sung ada di rumah saat kejadian itu terjadi. Dia memutuskan menelepon Hae Sung, tapi tidak bisa karena frekuensinya kacau.


Jung Won menunggu Min Joon di depan restoran malam harinya dan meminta maaf atas kejadian tadi siang, terutama karena dia memanfaatkan Min Joon dengan bilang ke Ibunya kalau mereka akan menikah dan mengklaim restoran ini sebagai miliknya.

"Aku juga ingin berterima kasih padamu. Kau bahkan ikut berbohong demi menyelamatkanku. Aku tidak tahu kenapa aku mengatakan kebohongan semacam itu padanya. Benar-benar memalukan, yah? Itu keluar begitu saja dari mulutku tanpa kusadari. Aku benar-benar malu."

"Jangan cemas. Aku paham, kok."

Jung Won hendak mengakui rahasia keluarganya. Tapi Min Joon meyakinkannya bahwa dia tidak perlu memberitahunya, dia juga punya rahasia keluarga yang tak ingin dia beritahukan pada siapapun.


Jung Won tetap menceritakannya dan mengaku bahwa sejak kecil, dia selalu ingin menunjukkan pada ibunya kalau dia hidup dengan baik untuk membalas perbuatan Ibu padanya. "Terima kasih karena sudah membalaskannya untukku hari ini."


Jung Won langsung menangis. Min Joon pun langsung menarik Jung Won kedalam pelukannya dan membiarkan Jung Won meluapkan kesedihannya. Tapi tepat saat itu juga, Hae Sung datang dan terkejut melihat Jung Won menangis dalam pelukan Min Joon.

Bersambung ke episode 7

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon