Powered by Blogger.

Images Credit: KBS2

Sinopsis School 2017 Episode 3 - 1

Episode 3: Curigai Temanmu.


Kita kembali ke saat sebelum Eun Ho menemukan pesan di lokernya. Di sebuah gudang, tampak ada beberapa gambar denah gedung sekolah. Lalu di sebelahnya tampak ada beberapa barang-barang yang merupakan biang keladi semua masalah yang ada di sekolah seperti sirup jagung, potongan gambar wajah Kepsek dan botol gas.

Sepertinya itu adalah markas si pria misterius. Dia malah baru saja meletakkan drone yang dilengkapi wajah Kepsek itu, lalu pergi.

Soo Ji dan Kang Myung mengintip si pria misterius sedang mencorat-coret mobilnya Kepsek. Mereka berusaha mengendap-endap mendekat untuk menangkapnya.

Tapi Kang Myung malah tak sengaja menginjak kaleng minuman yang jelas saja membuat si pria misterius menyadari kehadian mereka. Dia langsung kabur, Soo Ji dan Kang Myung pun bergegas mengejarnya.


Eun Ho dan Sa Rang berjalan keluar sekolah sambil menggerutu kesal. Biarpun pelaku yang sebenarnya sudah ketahuan, tapi tetap saja Eun Ho kena hukuman atas tuduhan menyelinap masuk ke ruang guru dan berusaha melakukan pencurian.


Sebelum berpisah, Sa Rang membuat tanda love untuk sahabatnya itu dan meyakinkannya untuk tidak cemas. Eun Ho agak bisa sedikit tersenyum karenanya. Tapi kemudian dia melihat si pria berhoodie melarikan diri dari Soo Ji dan Kang Myung.
Dia langsung ikut melakukan pengejaran. Tak sengaja Soo Ji keseleo di tengah jalan. Tapi untunglah ada Guru Jung yang tiba-tiba muncul menangkap si pria misterius. Perlahan ia mulai membuka hoodie pria itu... siapakah dia?


Pria misterius itu akhirnya berakhir di kantor Kepsek dan dia ternyata Duk Soo. Tapi Duk Soo mengklaim kalau dia bukan pelaku yang asli, dia hanya menirunya karena dia pikir keren. Soo Ji membenarkan klaimnya Duk Soo karena Duk Soo sedang bersama teman-temannya saat insiden di aula terjadi.

Guru Ko masuk tak lama kemudian dengan membawa anak lain juga sama seperti Duk Soo, menirukan si pelaku dengan memakai jaket berhoodie hitam. Kesal, Kepsek memutuskan untuk memberi mereka pengurangan poin.

Dia makin kesal saat telepon berbunyi dari Direktur Hyun. Entah apa yang dikatakannya, tapi Kepsek berjanji akan menemuinya nanti.


Eun Ho lalu dipanggil ke kantor Kepsek dan lagi-lagi dia dituduh sebagai komplotan si pelaku. Kepsek mengklaim kalau ini hanya kemungkinan, kenapa juga si pelaku menerbangkan drone dan bikin ulah. Bukankah Eun Ho akan disalahkan jika si pelaku diam. Karena itulah, dia akan memberi Eun Ho kesempatan.


Kepsek lalu merekam pesan pada pada para murid untuk melaporkan siapapun yang melakukan pelanggaran, dia menjanjikan 5 poin tambahan bagi siapapun yang melapor. Tidak baik menyembunyikan temannya, laporkan saja.

Pokoknya, poin mereka akan diposting secara terbuka setiap dua hari. Dua minggu dari sekarang, mereka akan mengumumkan secara terbuka 10 murid yang punya nilai paling rendah. Siapapun yang mendapat nilai paling rendah akan diskors atau dikeluarkan dari sekolah.


Anak-anak jelas menggerutui pengumuman tidak masuk akal itu. Apa yang harus mereka lakukan. Seorang siswa usul agar sebaiknya mereka tidak usah saling melapor saja. Hee Chan pesimis tak mempercayainya. Hanya Eun Ho yang paling cemas, sepertinya semua ini adalah salahnya.

Ternyata saat dia dipanggil Kepsek tadi, dia diminta untuk menangkap si pelaku. Kepsek bilang jika dia mengawasi teman-temannya baik-baik, maka dia pasti akan menemukan seseorang yang mencurigakan.

Apa yang dilakukan Kepsek tadi sebenarnya hanya untuk menangkap si pelaku X. Jika nilainya sampai dikurangi maka dia tidak akan bisa kuliah, apalagi masuk Universitas Hanguk.


Tapi saat mereka mendiskusikan masalah ini pada guru les, ia berkata kalau Eun Ho sebenarnya tetap punya kesempatan masuk universitas Hanguk asalkan dia bisa masuk 3 besar dalam kontes lalu memasukkan nilai sekolah dan portfolio-nya.

Tapi saat Sa Rang bertanya bagaimana jika nilainya sangaaaaat amat sedikit, Guru mulai meragukannya. Eun Ho langsung menggebrak meja dan bertekad mau menaikkan poinnya.

"Aku akan menambah poinku dengan menangkap X dan memastikan diriku masuk Hanguk."


Keesokan harinya, Eun Ho mengejar Kyung Woo untuk bertanya apakah dia sungguh tidak bertemu pelakunya di atap waktu itu. Kyung Woo heran mendengar pertanyaan Eun Ho, apa Eun Ho begitu ingin menangkapnya. Apa yang akan dia lakukan jika berhasil menangkapnya.

"Aku akan menyuruhnya menyerahkan diri."

"Tetap saja, dia kan yang sudah menyelamatkanmu."

Iya sih. Tapi saat ini, Eun Ho sedang berada di ujung tanduk, jadi dia harus menangkapnya. Jika tidak maka dia tidak akan bisa kuliah dan hidupnya akan berakhir. Jangan-jangan orang itu sedang mempermainkannya, karena dia terlihat gampangan.

Tapi Kyung Woo yakin kalau orang itu hanya ketakutan dan tidak punya kesempatan memikirkan hal lain karena keadaannya jadi seperti ini. Eun Ho jelas heran mendengar cara bicaranya Kyung Woo yang kedengaran seperti pelakunya.

"Aku tidak mau menuduh seseorang, tapi aku tidak bisa pura-pura tidak tahu padahal aku tahu. Apa hal-hal semacam ini tidak diajarkan di sekolah?" Ujar Kyung Woo ambigu.


Setibanya di kelas, Eun Ho langsung mencari sesuatu di tasnya tapi tak ada. Dia lalu membuka lokernya dan saat itulah dia melihat pesan itu. Pesan yang menginformasikannya bahwa Tae Woon dan Dae Hwi tidak ada di aula saat insiden itu terjadi.

Tepat saat itu, Tae Woon dan Dae Hwi masuk kelas pada saat yang bersamaan dan sama-sama mendekati Eun Ho. Eun Ho pun buru-buru menyembunyikan pesan itu. Kedua pria itu saling bersitatap sengit sebelum keduanya saling mengalihkan pandangan mereka.

Eun Ho meremas pesan itu dan tanya kenapa mereka memanggilnya. Tae Woon tanya apa yang dikatakan Kepsek waktu Eun Ho dipanggil ke kantornya, apa Eun Ho sudah membersihkan namanya.


Eun Ho mengiyakannya dengan canggung. "Tapi dia mau menangkap pelakunya apapun caranya."

"Pelaku yang sebenarnya pasti merasa cemas sekarang." Sinis Dae Hwi sambil melirik Tae Woon.

"Tentu saja, mana mungkin dia akan aman setelah apa yang dia lakukan." Balas Tae Woon.

Eun Ho jadi semakin curiga pada mereka. Saat Dae Hwi menawarkan bantuannya pada Eun Ho, Tae Woon mendengus sinis lalu pergi sambil membanting pintu.


Eun Ho langsung pergi menemui Kang Myung untuk menanyakan absennya Tae Woon dan Dae Hwi di aula waktu itu. Kang Myung berkata kalau Dae Hwi memang tak ada karena Kepsek memberinya izin untuk pergi mengambil spanduk ulang tahu sekolah.

Sementara Tae Woon waktu itu izin ke UKS karena katanya tidak enak badan. Dan memang Kang Myung bertemu Tae Woon di sana waktu itu.


Saat Dae Hwi lewat di depannya, Kyung Woo langsung menyinggung masalah drone dan bertanya penuh arti. Si pelaku pasti menerbangkannya untuk membersihkan nama Eun Ho, iya kan?

Dae Hwi tampak canggung, mungkin begitu. Saat Kang Myung menanyakan masalah spanduk ultah sekolah, Dae Hwi malah tidak langsung nyambung. Hmm... mencurigakan.


Eun Ho sedang memandangi gambarnya saat Tae Woon datang lalu duduk di sebelahnya. Eun Ho langsung berpaling dengan gugup sampai Tae Woon menggodainya, "Kau tidak pernah lihat cowok cakep, yah? Kenapa gugup begitu?"

Augh! Eun Ho mau muntah mendengarnya. Tapi ngomong-ngomong, menurut Tae Woon siapa kira-kira pelakunya, si X. "Dia melakukan itu untuk menyelamatkanku, kan? Dengan menerbangkan drone itu."

Senyum Tae Woon langsung menghilang mendengarnya, Eun Ho sebenarnya bertanya atau malah sedang menuduhnya. Apa si X itu kurang kerjaan sampai menerbangkan drone demi Eun Ho. Mungkin saja si X itu tidak mau dikait-kaitkan dengan orang bodoh semacam Eun Ho.

Kesal, Eun Ho memutuskan kalau orang semacam Tae Woon tidak akan mungkin melakukan sesuatu untuk membela keadilan. Tidak mungkin.


Eun Ho lalu memperlihatkan pesan itu pada Sa Rang. Tapi dia ragu apakah pesan itu benar atau tidak. Sa Rang keceplosan ngomong keras-keras tepat saat seorang siswi lewat. Eun Ho sontak panik mendiamkannya.

Sa Rang meragukan informasi itu, Eun Ho kan tahu sendiri kedua pria itu seperti apa. Dae Hwi juara kelas, Ketua OSIS, calon mahasiswa Universitas Seoyul, dia adalah harta SMA Geumdo yang begitu dibanggakan dan murid kesayangan Kepala Sekolah.

Sementara Tae Woon adalah putra direktur sekolah ini, dia adalah direktur masa depan sekolah ini. Jadi tidak mungkin lah anak-anak seperti mereka membuat masalah di sekolah.
Eun Ho menduga kalau pesan ini mungkin saja dikirim oleh pelaku yang sebenarnya untuk membuatnya mencurigai Tae Woon dan Dae Hwi. Tapi katanya Tae Woon dan Dae Hwi memang tidak ada di aula waktu itu? Tapi mungkin juga ada banyak siswa yang tidak berada di aula waktu itu.


Eun Ho lalu membahas masalah ini bersama keluarganya. Ayah penasaran dengan pendapat semua orang tentang masakannya, tapi mereka semua acuh saking fokusnya membahas kedua tersangka. Menurut Tae Sik, pelakunya pasti orang kaya, soalnya hanya orang kaya yang sanggup memiliki sebuah drone.

Tapi Ibu berpendapat kalau anak-anak yang berprestasi di sekolah, biasanya merasa tertekan. Mungkin saja ini adalah caranya untuk menghilangkan stres.


Ayah lama-lama kesal sendiri diacuhin dan melarang mereka menyentuh makanannya. Memangnya mereka pikir dia apaan? Koki? Apa susahnya sih bilang makanan ini enak? Semua orang sontak kompak memuji-muji makanan buatan Ayah dan seketika itu pula Ayah langsung luluh.


Keesokan harinya di sekolah, Eun Ho melihat Tae Woon membawa sebuah bungkusan wine mahal ke kantor Kepsek. Memikirkan ucapan Tae Sik kemarin, Eun Ho jadi curiga. Diam-diam dia membuka pintu ruang Kepsek, tapi malah mendapati ruangan itu kosong padahal jelas-jelas Tae Woon masuk ke sana tadi.

Tiba-tiba dia mendengar suara batuk-batuknya Kepsek. Eun Ho sontak bingung harus menyembunyikan diri kemana, dan saat itulah sebuah tangan meraihnya lalu menariknya bersembunyi sebelum Kepsek masuk.

Kepsek masuk untuk mengambil ponselnya saat tiba-tiba saja dia merasakan sesuatu yang aneh tersembunyi di pojokan. Di sanalah Tae Woon sedang membekap Eun Ho dan menyembunyikan mereka berdua. Tapi Kepsek tak sempat memikirkannya lebih jauh karena tiba-tiba saja dia bersin lalu pergi.


Tae Woon akhirnya melepaskan Eun Ho yang sontak canggung dengan kedekatan mereka dan buru-buru menghindar. Sedang apa Tae Woon di sini. Tae Woon mengaku kalau dia disuruh Ayahnya untuk mengambil sesuatu. Lalu kenapa Tae Woon bersembunyi.

"Karena kau masuk. Kukira kau akan melakukan sesuatu yang buruk. Kalau kau membuat masalah di sekolah kita ini, kau akan dihukum."

"Bukan begitu!"


Tepat saat mereka keluar, Kepsek dan Pak Park datang dan jelas keheranan melihat mereka berdua baru keluar dari ruangan itu. Tae Woon berkata kalau dia hanya disuruh Ayahnya untuk mengambil sesuatu dan melindungi Eun Ho dengan mengklaim kalau Eun Ho hanya mengikutinya.

Kepsek mengingatkan Eun Ho untuk berhati-hati karena dia adalah salah satu kaki tangan tersangka. Tapi Tae Woon mendengus geli mendengarnya, Eun Ho tak mungkin komplotan si pelaku. Soalnya Eun Ho kan bodoh dan tidak cakap.

Siapa juga yang mau menjadikannya kaki tangan keculi jika penjahatnya ingin tertangkap. Sebelum pergi, Tae Woon secara ambigu berkata bahwa dia pasti akan mengatakan semuanya pada ayahnya.


Eun Ho menggerutu tidak terima dikatai bodoh. Tae Woon merasa Eun Ho bukan bodoh, tapi sangat bodoh. Dia kan tadi menyelamatkan Eun Ho dari situasi berbahaya. Eun Ho masuk ke ruang Kepsek dan dia memergoki Eun Ho, haruskah dia memanfaatkan hal ini untuk mendapatkan poin tambahan.

"Apa kau mengancamku?"

"Aku lebih suka kau mintai pertolongan daripada dianggap mengancam."


Kepsek dan Pak Park mendiskusikan maksud perkataan Tae Woon tadi. Sepertinya itu sebuah ancaman. Apa mungkin maksudnya adalah Tae Woon akan melapor ke ayahnya jika Kepsek gagal menangkap pelakunya.

Tapi karena mereka sudah melempar umpan, semoga saja pelakunya akan mengigit umpan itu. Bagaimana kalau mereka memulai rencana mereka saja.


Malam harinya, Kang Myung lembur untuk merakpitulasi poin para siswa. Kesal, dia heboh sendiri protes ke bangku kosong yang biasanya diduduki Kepsek saat rapat, lalu pura-pura menirukan gayanya Kepsek dan para guru.

Tepat saat dia sedang menirukan gayanya Guru Koo, tiba-tiba terdengar bunyi gertakan tongkat kayu. Ternyata Guru Koo belum pulang. Kang Myung sontak terdiam ketakutan.


Keesokan harinya, pengurangan poin para siswa tertempel di papan buletin dan banyak yang mendapat pengurangan nilai, apalagi Eun Ho yang mendapat pengurangan nilai 39. Anak-anak sontak menggerutu kesal, bukankah mereka sudah sepakat untuk tidak saling melaporkan. Terus siapa pelaku yang melaporkan mereka?

 

Yang mengejutkan, Dae Hwi juga mendapat pengurangan 5 poin. Siapa yang melaporkan Dae Hwi? Hmm... Hee Chan tampak melirik Dae hwi dengan canggung. Dalam flashback, ternyata Ibunya Hee Chan lah yang menyarankan Hee Chan untuk melaporkan Dae Hwi biar Hee Chan bisa mengejar poinnya Dae Hwi dan jadi favorit guru. Dan sekarang dia sok akrab, pura-pura bersimpati pada Dae Hwi.

Bit Na tak terima dengan pengurangan poinnya dan asal menuduh Nam Joo dan Eun Ho. Kehisterisannya jelas menarik perhatian semua orang yang langsung merekamnya.


Ahn Jung Il langsung protes ke Kang Myung, sama sekali tak mengerti kenapa poinnya bisa berkurang. Kang Myung pun langsung menunjukkan foto yang memperlihatkannya sedang merokok di sekolah. Itulah pelanggarannya.


Tapi setelah Jung Il pergi, Kang Myung langsung protes pada Guru Koo. Membuat para siswa saling mencurigai satu sama lain itu kan rasanya tidak pantas dilakukan olah sebuah sekolah.

Guru Koo santai mengklaim bahwa dunia luar jauh lebih kejam dan apa yang mereka lakukan ini hanya mengajari mereka untuk tidak mempercayai semua orang.


Jung Il kembali ke kelas dengan kesal dan langsung menuduh Ko Hak joong sebagai pelaku yang melaporkannya. Hanya Hak Joong yang tahu kalau dia merokok. Hak Joong bersikeras menyangkal tuduhannya, tapi Jung Il tak percaya.

Mereka hampir saja bertengkar, tapi Dae Hwi buru-buru menengahi mereka. Tiba-tiba terdengar bunyi klik kamera dari ponselnya Bit Na. Kedua pria itu jelas kesal dan langsung berusaha merebut ponselnya Bit Na.

"Kepala Sekolah pasti akan senang menyaksikan ini," sinis Sa Rang.

"Sekolah ini semakin gila saja." Gerutu Eun Ho.

Bersambung ke part 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon