Powered by Blogger.

Images Credit: KBS2

Sinopsis School 2017 Episode 3 - 2


Sa Rang penasaran cerita yang sedang digambar Eun Ho. Eun Ho menceritakannya lewat khayalan.

Jadi ceritanya ada kasus bunuh diri di sekolah, Kang Myung yang jadi polisinya dan merutuki sekolah ini, semua ini terjadi gara-gara kebanyakan pengurangan poin. Guru Jung jadi pastor yang mengklaim kalau ini adalah ulah si setan X itu.

Eun Ho mengklaim kalau semua ini adalah ulahnya si Kepsek iblis itu. Tiba-tiba Tae Woon muncul dengan memakai jaket berhoodie hitam dan mengakui dirinya adalah si X sambil ketawa gila.

Eun Ho ketakutan dan berusaha mundur, tapi malah dihadang pria berhoodie kedua yang mendadak muncul di belakangnya dan dia adalah Dae Hwi. Kedua pria langsung mendekati mereka dengan aura mengerikan...

Saat tiba-tiba saja, Sa Rang muncul dari jendela lalu memotreti mereka dan mengancam akan mengurangi poin mereka bertiga karena mereka tidak pakai seragam sambil ketawa ala mak lampir.


Kembali ke dunia nyata, Sa Rang menyarankan Eun Ho untuk menjadikan idolanya, Issue, sebagai pemeran utamanya. Eun Ho tidak mau, malah mengejek nama boyband-nya Issue, nama apaan tuh Cherry on Top.

Eun Ho termenung menatap gambarnya tentang dua pemuda yang saling berhadapan. Tapi Duk Soo memanggilnya keluar saat itu. Mereka berdua lalu bekerja sama mencabuti rumput untuk membatalkan pengurangan nilai mereka.


Duk Soo lama-lama kesal dan capek sendiri. Eun Ho jadi kesal dan langsung menyerangnya. Dae Hwi muncul tak lama kemudian dengan membawakan sekaleng minuman untuk mereka berdua. Eun Ho heran, kenapa Dae Hwi mendadak memberi mereka minuman?

"Aku hanya merasa kalian pasti akan kepanasan."

"Bukan karena... kau merasa bersalah pada kami, kan?" Tanya Eun Ho curiga.

Duk Soo membela Dae Hwi. Dae Hwi pun langsung berjanji akan memberitahu mereka jika dia tahu cara membantu mereka mengurangi pemotongan poin mereka. Tapi Eun Ho masih menatapnya curiga.


Di kelasnya Guru Koo, para murid disuruh membaca puisi buatan mereka sendiri. Saat tiba gilirannya, Eun Ho membacakan puisi yang berjudul 'Ini Semua Karena si X'. Inti puisinya adalah menyalahkan si X atas semua masalah yang menimpanya di sekolah dan menghancurkan masa depannya, dan dia membacanya sambil melirik Tae Woon dan Dae Hwi.

"X. Saat aku memanggil namamu, kau pasti... akan kuhabisi, mengerti?!" Pungkas Eun Ho. Tae Woon dan Dae Hwi geli mendengarnya.


Setelah kelas usai, Kang Myung datang untuk menyerahkan sebuah kunci pada Dae Hwi. Eun Ho jadi semakin curiga menyadari Dae Hwi punya kunci utama sekolah ini, kenapa Kang Myung memberinya kunci utama.

Dae Hwi berkata karena dia harus ke beberapa ruangan sekaligus. Dia kan Ketua OSIS, dia dan wakilnya masing-masing punya satu kunci. Tapi Eun Ho tak mempercayainya dan mencoba membandingkan sosok wajah Dae Hwi dengan wajah pria misterius itu.


Dia langsung membuntuti Dae Hwi. Tapi tiba-tiba ponselnya berbunyi. Terpaksa dia harus bersembunyi sebelum ketahuan. Tapi saat dia menoleh kembali, Dae Hwi malah tidak kelihatan di mana-mana.

Saat dia sedang mencari, dia malah mendapati Dae Hwi ternyata sedang bersama Nam Joo. Eun Ho pun bergegas menyembunyikan diri. Nam Joo menarik Dae Hwi untuk menciumnya, bertepatan dengan Tae Woon yang tiba-tiba muncul dari belakangnya Eun Ho.


Kaget, Eun Ho pun buru-buru menyeret Tae Woon pergi dari sana. Nam Joo menarik Dae Hwi makin dekta, tapi Dae Hwi malah mendorongnya. Nam Joo tidak mengerti, kenapa sebenarnya Dae Hwi pacaran dengannya.

"Karena kau cantik," kata Dae Hwi.

Jelas itu bukan jawaban yang Nam Joo harapkan. Kebanyakan orang pasti akan menjawab 'Karena aku menyukaimu'. Dae Hwi langsung canggung dan berusaha menenangkan Nam Joo dengan mengecup keningnya dan meralat maksudnya adalah dia menyukai segala sesuatu yang ada dalam diri Nam Joo, kecantikannya dan segalanya.


Eun Ho penasaran, apa Tae Woon pernah ciuman. Pasti belum pernah, kan? Pasti bukan cuma dia seorang yang belum pernah ciuman. Tae Woon langsung canggung dan menyangkalnya, tentu saja dia pernah ciuman. Anak SD saja pernah.

"Memangnya kenapa, apa kau mau ciuman dengan si Jong burung itu atau apa?" Tanya Tae Woon kesal.

"Memangnya kenapa? Itu kan bukan urusanmu. Aku mau bergulat dengannya... atau ciuman. Jangan ikut campur."

"Kau ini masih di bawah umur, tahu."


Malam harinya, Ayah mencemaskan Eun Ho, tapi Ibu memperingatkan Ayah untuk tidak menganggu Eun Ho yang sedang fokus menggambar untuk kompetisinya nanti. Tapi pada akhirnya, satu per satu, mereka masuk ke kamarnya Eun Ho untuk memberinya segelas air, segelas minuman herbal. Tae Sik bahkan memberikan selembar uang untuk Eun Ho.


Keesokan harinya di halte, Sa Rang sedang membaca berita tentang idolanya, Issue, dan langsung kesal saat membaca salah satu komentar buruk. Kyung Woo datang saat itu dan langsung penasaran.

Sa Rang pun memperlihatkan video performance Issue dan grup boyband-nya. Dia keren, kan? Tapi menurut Kyung Woo, tarian boyband itu tidak sesuai nada dan suaranya juga tidak cocok dengan lagunya. Sa Rang tidak terima dan langsung membentaki Kyung Woo.


Di sekolah, Sa Rang membantu memijiti Eun Ho sebelum dia pergi ke kompetisi-nya nanti. Dia sendiri ada dua ujian PNS di dua tempat yang berbeda.

Kang Myung masuk tak lama kemudian dengan membawa seorang anak baru yang sontak membuat Sa Rang terperangah, karena anak baru itu adalah Issue (Ro Woon). Dia bahkan sampai memutuskan tak mau mengikuti ujian PNS-nya lagi, pokoknya dia tidak mau meninggalkan sekolah ini barang satu detik pun.

Issue memperkenalkan nama aslinya Kang Hyun Il lalu melempar senyum manis yang langsung membuat Sa Rang mabuk kepayang.


Eun Ho memastikan dia sudah membawa segala hal yang diperlukannya sebelum pergi. Tapi ban sepedanya malah kempes lagi. Tae Woon menyarankannya untuk naik bis saja. Tapi Eun Ho berkata kalau dia tidak bisa naik bis lalu mulai ber-aegyo, berusaha merayu Tae Woon untuk mengantarkannya.

Tapi Tae Woon menyuruhnya untuk memohon dengan sopan dulu, "Kumohon beri aku tumpangan, Oppa. Ayo coba katakan itu."


Eun Ho langsung komat-kamit galau... tapi akhirnya dia naik juga ke motornya Tae Woon. Sesampainya di Hanguk, Eun Ho langsung lari tanpa melepas helmnya. Tae Woon berusaha memperingatkannya.

Eun Ho pun kembali tapi hanya untuk bilang terima kasih dengan gaya imut. Tae Woon tersenyum geli melihatnya lalu mengirim sms, memperingatkan Eun Ho untuk melepas helm-nya.


Bit Na berusaha meminta informasi dari Kang Myung tentang siapa yang melaporkannya. Bagaimana bisa Kang Myung mempercayai foto itu begitu saja, bisa saja kan foto itu dipalsu. Tapi Kang Myung bersikeras menolak memberi informasi apapun, lagipula dia tak yakin kalau foto itu dipalsu.

Bu Jang langsung menggerutu dan menyalahkan Eun Ho hingga membuat keadaan jadi kacau begini. Katanya Eun Ho itu kaki tangan si X. Kang Myung jelas langsung protes membela Eun Ho. Tapi Bu Jang terus saja nyerocos menyalahkan Eun Ho, sistem pelaporan dan pengurangan poin ini kan untuk menangkap si X.


Begitu kembali ke kelas, Bit Na langsung mendamprat Eun Ho dan mengumumkannya pada semua orang. Semua orang jelas langsung marah pada Eun Ho dan menuntut pertanggungjawaban Eun Ho.

Dae Hwi berusaha membela Eun Ho, itu kan belum pasti, si X juga belum tertangkap. Tapi Bit Na meyakinkan kalau info ini sudah pasti, Kang Myung sendiri yang bilang.


Tak tahu harus bagaimana, Eun Ho pun keluar untuk menenangkan diri dengan menggambar. Berita itu menyebar dengan cepat. 3 siswa melihat Eun Ho dan langsung menganggunya. Eun Ho berusaha membela diri, tapi mereka malah jadi makin kesal dan merebut buku gambarnya.

Tapi Tae Woon tiba-tiba muncul merebut buku gambarnya Eun Ho dan blak-blakan melabrak si pemimpin ketiga anak itu dan menyuruhnya enyah saja kalau dia masih ingin hidup. Pria itu jelas kesal dan berusaha menyerangnya, tapi kalah cekatan dari Tae Woon yang menjegalnya dengan mudah.

Pria itu jadi makin kesal dan mengancam akan melaporkannya. Tae Woon sih santai saja, laporkan saja maka dialah yang akan dikeluarkan dari sekolah karena sekolah ini adalah miliknya. Kedua temannya buru-buru memperingatkannya kalau Tae Woon itu anak direktur.


Terpaksalah mereka mundur. Tae Woon mengembalikan buku gambarnya, Eun Ho mengambilnya tanpa sepatah kata lalu kembali ke kelas.


Tapi saat dia membuka lokernya, dia mendapati buku catatannya sudah basah dan anak-anak sekelas menatapnya sinis. Kesal, Eun Ho pun membawa buku itu pergi dengan diiringi tatapan semua siswa sepanjang jalan.

Dia langsung menemui Kepsek dan setuju untuk menangkap si pelaku, tapi pengurangan poinnya harus dibatalkan dan Kepsek harus menulis rekomendasi untuknya bahwa dia adalah siswa yang menegakkan kedisplinan di sekolah ini. Kepsek setuju, bawa saja si X itu padanya.

"Aku akan membawanya, bagaimanapun caranya." Tekad Eun Ho.


Tae Woon menunggu di parkiran. Begitu melihat Eun Ho datang, dia mau membahas kalau Eun Ho seharusnya berterima kasih padanya. Tapi Eun Ho memotongnya dengan cepat dan menegaskan kalau dia tidak akan berterima kasih.

"Tunggu saja sampai aku berhasil menangkap si X atau Y atau siapalah itu. Akan kubunuh dia!"

Tae Woon berdiri di tepi gedung sambil menatap sebuah jam tangan yang kemudian membawa kita kembali ke masa lalu.

Flashback.


Tae Woon, Dae Hwi dan seorang teman mereka yang bernama Im Joong Gi berteman dekat dan seragaman memakai jam tangan itu. Tae Woon geli memikirkan kalau itu adalah jam persahabatan. Joong Gi pun ngotot menyangkalnya.


Lalu suatu malam, dia dan Joong Gi kebut-kebutan di jalan raya. Tapi kemudian terjadi kecelakaan. Entah apa yang terjadi, motornya Joong Gi tiba-tiba oleng sebelum kemudian meledak.

Tae Woon terkapar di jalan dan hanya bisa berteriak-teriak tak berdaya menolong Joong Gi dan dia terdengar memanggil-manggil ayahnya.

Flashback end.



Air mata Tae Woon tak terbendung teringat kejadian itu. Pada saat yang bersamaan, Eun Ho berhenti di tengah jalan, lalu menaruh sebuket bunga krisan di sana. Sepertinya itu tempat kematian Joong Gi.

Dae Hwi pun membrowsing artikel berita tentang kematian Joong Gi. Dia mengeluarkan jam tangannya dan di kalender tertulis bahwa hari ini adalah peringatan satu tahun kematian Joong Gi.

Semua itu membuatnya teringat kembali kejadian malam itu. Waktu dia tiba di TKP, dia langsung menuntut penjelasan Tae Woon yang waktu itu ditahan polisi. Tapi Tae Woon tampak masih terlalu shock hingga tak bisa mengatakan apapun.


Di markas si X, tampak ada foto mereka bertiga dan beberapa nyala lilin untuk memperingati kematian Joong Gi.


Setibanya di sekolah keesokan paginya, Tae Woon sudah ditunggu ayahnya yang langsung mengomelinya karena masih mengendarai motor padahal dia sudah melarang. Kenapa Hyun Woo hobi sekali melakukan hal yang berbhaya seperti itu.

Tapi Tae Woon langsung balas mengkonfrontasi Direktur Hyun. "Bagaimana dengan perbuatan ayah sendiri? Berhenti naik motor tidak akan bisa mengembalikan keadaan."

"Ayah tidak tertarik pada semua itu, jadi berhentilah bersikap angkuh! Ayah tidak akan berubah pikiran."

"Karena itulah aku berusaha menemukan sesuatu yang besar, karena Ayah tidak akan berubah karena sesuatu yang kecil."


Saat dia kembali ke kelas, dia mendapati tasnya di lantai. Saat dia memungutnya, jam tangannya ada di lantai dan kacanya retak. Tae Woon sontak membanting kursinya dengan penuh amarah dan menuntut siapa yang merusak jam tangannya.

Dia terus berteriak-teriak hingga Dae Hwi tak tahan lagi dan langsung balas membentaknya. Matanya berkaca-kaca saat melihat jam tangan yang dipegang Tae Woon. Dia berusaha menguasai emosinya saat dia meneriaki semua orang untuk keluar.

Eun Ho ingin mengatakan sesuatu, tapi Duk Soo menyeretnya pergi. Begitu mereka berduaan, Dae Hwi langsung menyindir Tae Woon. Apa Tae Woon pikir jika dia memakai sampah itu (Jam tangan itu), semua dosanya akan hilang?

Setetes air mata mengalir di wajah Tae Woon mendengar hinaan Dae Hwi itu, tidak terima Dae Hwi mengatai jam tangannya sebagai 'sampah'.


Jadilah mereka saling tonjok-tonjokkan. Dae Hwi mengatainya pengecut. Tae Woon jelas tidak terima, diam saja sebelum dia menghancurkan Dae Hwi.

"Itulah rencanaku. Aku memang ingin menghancurkan sampah sekolah ini."

"Pasti akan sangat menyenangkan kalau anak-anak tahu apa yang telah kau lakukan," balas Tae Woon.

"Diam kau, Pembunuh!"

"Kau mau mati?!"
Eun Ho tidak bisa tenang dan memutuskan kembali ke kelas, tapi malah mendapati kedua pria itu sudah babak belur dan masih saling menarik kerah baju masing-masing dengan tatapan sengit.

Bersambung ke episode 4

1 comments:

Oh ternyata Dea Hwi & Tea Woon dulu ny beteman baik tpy knpa Eun Ho knla dgn Joong Gi yaa ?? & kyk ny Dea Hwi deh pelaku ny soal ny pas ditanya soal sepanduk ultah sekolah dy binggung :/ klo Tea Woon dy pernah nunjukin punggung ny ke Eun Ho tpy emng gx ad bekas luka sedikut pun cuma Dea Hwi yg belum di lihat ad luka ny / gx :), Omongan Tea Woon yg terakhir di ep ini jga mengambarQn klo Tea Woon tw klo Dea Hwi pelaku nyaaa ;) yaaa itu cuma PREDIKSI aq ajah hehehe :D, oke dehhh makasih sinopsis ny :) di tunggu sinopsis2 yg lain nyaaa :)

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon