Powered by Blogger.

Images Credit: SBS

Sinopsis Suspicious Partner Episode 33


Episode 33: Pengintaian.


Ji Wook benar-benar bingung saat tiba-tiba saja dua ingatan yang berbeda silih berganti muncul dalam benaknya. Ingatan saat dia mengklaim kalau dia tidak tahu siapa pelaku pembakaran orang tua. Tapi ada pula ingatan saat Jaksa Jang memberitahunya kalau Eun Ma Soo adalah pembunuh orang tuanya.

Bong Hee shock saat tiba-tiba mendapati Hyun Soo sudah sadar dan berdiri tepat di belakangnya. Dia hendak mendekat. Tapi saat Bong Hee menegurnya, Hyun Soo malah tanya. "Apa kau mengenalku?" (Hah? Dia hilang ingatan?)


Yoo Jung bergegas ke rumah sakit begitu mendapat kabar itu. Dia dan timnya tengah mengawal Hyun Soo untuk check-up, tepat saat Ji Wook baru saja tiba setelah dia mendapat kabar itu dari Tuan Bang. Hyun Soo menatapnya sebelum kemudian melewatinya begitu saja, sepertinya dia benar-benar tidak ingat Ji Wook.

Ji Wook mendapati Bong Hee mondar-mandir cemas di depan kamarnya Hyun Soo. Ji Wook cemas melihatnya. Bong Hee meyakinkan kalau dia baik-baik saja tapi rasanya ada yang aneh dengan Hyun Soo.


Hyun Soo menjalani serangkaian tes, sementara Ji Wook dan Bong Hee menunggu dengan tegang. Yoo Jung datang tak lama kemudian dan memberitahu mereka kalau tesnya akan butuh waktu lama. Kalaupun tesnya selesai cepat, mereka tetap tidak boleh menemuinya sekarang, jadi sebaiknya mereka pergi saja sekarang.

Ji Wook meminta Yoo Jung untuk menghubunginya nanti jika dia sudah bisa bicara dengan Hyun Soo, lalu mengajak Bong Hee pergi.


Mereka jadi canggung begitu keluar rumah sakit. Ji Wook menawarkan tumpangan, tapi Bong Hee menolaknya, dia akan naik bis saja. Teringat saat dia sendiri yang menunjuk Ayahnya Bong Hee sebagai pelaku, Ji Wook langsung memanggil Bong Hee kembali.

Sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu. Tapi pada akhirnya dia mengurungkannya dan cuma tanya basa-basi apakah Bong Hee tahu dia harus naik bis apa. Bong Hee heran, tentu saja tahu. Beberapa saat kemudian, dia berkendara melewati halte dan melihat Bong Hee. Tapi dia sama sekali tidak berhenti.


Di kantor, Jae Hong ikut duduk di ruang rapat dan Tuan Byun heran melihat muka cemas semua orang. Memang apa masalahnya seorang pembunuh bangun dari komanya. Tuan Bang setuju, dia pasti akan menangkap Hyun Soo.

Eun Hyuk mengingatkan kalau Hyun Soo memang sudah ditangkap kok. Jika dia baik-baik saja maka dia akan ditangkap dan Yoo Jung yang akan mengurusnya.
Tapi Tuan Byun heran, untuk apa anak ini masih di sini.Jae Hong langsung cuek dan pura-pura tak mendengarkan Tuan Byun. Tapi begitu Ji Wook datang, dia langsung menghambur kedalam pelukan Ji Wook.


Ji Hye pulang malam harinya dan sontak shock mendapati Bong Hee melamun dalam kegelapan. Dasar, Bong Hee! Dia mau membuatnya kena serangan jantung apa?

"Aku sudah kena serangan jantung. Aku tidak punya jantung lagi."

"Ngomong apa sih? Memangnya kau zombie?"

Teringat Hyun Soo, Bong Hee bertanya aoakah hilang ingatan bisa semudah itu. Tapi Ji Hye juga tak tahu. Melihat Bong Hee membuat sup, Ji Hye mencoba mencicipinya dan hampir muntah karenanya. LOL.

Bong Hee memberikan amplop berisi uang untuk Ji Hye. Ini untuk biaya hidupnya selama di sini, tidak banyak. Ji Hye sudah antusias melihat isinya. Tapi ternyata benar-benar tidak banyak. Ji Hye langsung kesal, seharusnya Bong Hee bayar lebih banyak kalau dia benar-benar punya nurani.

Bong Hee hendak curhat. Tapi Ji Hye sudah terlalu malas dan capek mendengar Bong Hee sedih terus. Dia juga sedih, tahu! Dia langsung masuk kamar tanpa mempedulikan Bong Hee sama sekali, padahal Bong Hee beneran sedang sedih.


Ji Wook mendapati Tuan Byun belum pulang saat dia turun. Tuan Byun ternyata sedang melihat-lihat dokumennya Ji Wook dan mendapati Ji Wook mau melamar jadi jaksa lagi. Ji Wook mengaku kalau dia ingin menjadi jaksa lagi karena Hyun Soo.

Dia benar-benar kesal karena tak bisa melakukan apapun pada Hyun Soo padahal Hyun Soo ada di hadapannya. Dialah yang telah membebaskan Hyun Soo. Dia ingin melakukan apapun untuk memasukkan Hyun Soo kembali ke balik jeruji besi, tapi dia tidak bisa melakukan apapun.

"Aku tak pernah suka kau menjadi jaksa," aku Tuan Byun.

"Kenapa?"

Karena Ji Wook tak pernah tidur dan selalu bekerja lembur. Dia menghabiskan semua waktunya bersama para penjahat. Dia benar-benar melakukan pekerjaan yang berbahaya sepanjang hari. Karena itulah, Tuan Byun khawatir kalau Ji Wook akan berakhir seperti ayahnya. Tapi jika Ji Wook memang menyukainya, dia akan mendukung Ji Wook.

"Entahlah. Apakah Jaksa Wilayah Jang akan membiarkanku kembali?"


Keesokan harinya, Ji Wook meminta Tuan Bang untuk menyelidiki kasus orang tuanya lagi. Dia harus mencari tahu alasan kenapa Eun Man Soo melakukan itu. Oke, Tuan Bang akan mencari penyidik yang menangani kasus itu dan langsung mengharapkan ucapan terima kasih dari Ji Wook.

"Aku... sedikit berterima kasih." Gumam Ji Wook.

"Sedikit?" Tuan Bang kecewa.

"Baiklah. Banyak. Sangat banyak. Puas?"


Dia lalu pergi ke rumah sakit untuk menemui Hyun Soo dan bertemu Yoo Jung di depan. Yoo Jung memberitahunya bahwa dari hasil tes MRI dan brainwave, tidak ada kerusakan fisik pada otaknya Hyun Soo.

Kalau begitu berarti ada dua kemungkinan: Hyun Soo punya kepribadian ganda atau dia berbohong. Bisa saja dia sedang berakting dan pura-pura tak mengenali Ji Wook. Mungkin supaya dia bisa mendapatkan hukuman yang lebih ringan karena alasan pikirannya tidak waras.

Yoo Jung menyetujui kemungkinan itu. Tapi kalaupun dia hilang ingatan, dokter bilang kalau hilangnya ingatan Hyun Soo mungkin hanya sementara. Tapi jika dia benar punya kepribadian ganda, mungkin saja itu disebabkan karena trauma atau rasa bersalah.

Ji Wook tak yakin, Hyun Soo bukan tipe orang yang merasa bersalah. Dia lalu meminta Yoo Jung untuk membantunya agar dia bisa bicara dengan Hyun Soo. Yoo Jung mengizinkannya, tapi hanya 5 menit.


Hyun Soo langsung bangkit dengan antusias saat Ji Wook masuk. Dia punya feeling kalau Ji Wook mengenalinya. Ji Wook memperhatikannya baik-baik sebelum tanya apakah Hyun Soo mengenalnya?

"Kemarin kan kita papasan di aula." Kata Hyun Soo.

"Kau benar-benar punya ingatan yang bagus, seperti biasanya."

"Apa aku punya ingatan yang bagus?"

"Iya. Sangat bagus."

Hyun Soo tampak benar-benar heran mendengar info itu. Tapi sekarang dia tidak ingat apapun. Apa Ji Wook tahu apa yang sebenarnya dia lakukan. Saat Ji Wook sengaja menjawab ambigu kalau dia tak tahu, Hyun Soo sontak marah dan memukul lemari.


Tapi sedetik kemudian dia meminta maaf dan berkata kalau dia hanya frustasi karena semua orang juga bilang tak tahu padahal dia sangat ingin tahu. Semua orang terus menanyainya tentang apa yang diingatnya, tapi dia sungguh tidak ingat. Dia takkan ada di sini jika dia mengingat sesuatu.

Apa sesulit itu untuk memberitahunya. Dia terbangun, tapi dia tidak bisa mengingat apapun. Ada banyak polisi di mana-mana hingga dia tidak bisa bergerak sama sekali. Lalu ada jaksa wanita yang datang dan bicara terus tanpa menjawab pertanyaannya.

"Aku serasa mau meledak. Karena itulah, apa kau tahu apa yang sudah kulakukan. Tidak. Pertama-tama, siapa aku? Dan kau siapa?"

Ji Wook geli melihatnya. Hyun Soo tidak berubah biarpun dia hilang ingatan. Ji Wook menjelaskan kalau dia adalah pengacaranya Hyun Soo. Hyun Soo lega mendengarnya. Kalau begitu, setidaknya ada seseorang yang berada di pihaknya.

Tapi kenapa Ji Wook tidak memberitahunya sedari tadi. Seharusnya Ji Wook memberitahunya saja tentang identitasnya dan apa yang sebenarnya dia lakukan. Ji Wook hendak menjawab. Tapi tepat saat itu juga, Yoo Jung masuk dan mengusir Ji Wook. Waktu 5 menitnya sudah habis.


Yoo Jung tanya apa pendapat Ji Wook. Apa Hyun Soo kelihatan jujur atau bohong. Entahlah, Ji Wook tak terlalu yakin. Tapi satu hal yang pasti. Kalaupun dia hilang ingatan sungguhan, sifatnya tetap sama. Di dalam kamar, Hyun Soo tampak begitu frustasi. Sepertinya dia amnesia sungguhan.


Jae Hong lagi-lagi datang ke firma hukumnya Ji Wook. Bong Hee tiba-tiba datang tak lama kemudian dan langsung mengejar Jae Hong keliling meja dan mengomelinya karena Jae Hong malah datang kemari alih-alih pulang ke rumah bibinya.

"Aku ketakutan saat aku di rumah bibiku."

"Si polisi jahat itu sekarang sudah tidak bisa keluar penjara lagi. Jadi kau bisa tenang."

"Tapi aku tetap bermimpi buruk... seperti Ji Wook ahjussi."


Mendengar itu, Tuan Byun menyudahi perdebatan mereka, Jae Hong boleh datang dan bermain di sini. Ia juga menyuruh Bong Hee untuk berhenti cuti dan kembali bekerja, liburan apaan sampai selama ini.

Jae Hong lalu ke dapur untuk mencuci gelas dan piringnya. Melihat itu, Tuan Byun berkata kalau Jae Hong sangat mirip Ji Wook waktu dia masih kecil. Anak kecil biasanya bermain-main dan membuat kesalahan, tapi dia bisa mengurus dirinya sendiri dengan baik.

"Anak-anak seharusnya seperti anak-anak lainnya, tapi dia seperti orang tua."

"Aku tidak tua. Kakek lah yang tua."

"Kau sama arogannya seperti dia, dasar kunyuk!"


Ji Wook kembali tak lama kemudian dan Jae Hong langsung memeluknya sayang. Bong Hee bergegas pergi dengan alasan mengantarkan Jae Hong pulang. Tapi Ji Wook menahannya dan mengajaknya bicara berdua.

Ji Wook ragu sesaat sebelum akhirnya meminta Bong Hee untuk mengakhiri liburannya. Dia akan memperpanjang liburan pribadinya Bong Hee (hubungan mereka berdua) karena masih ada beberapa hal yang perlu dia cari tahu.

Tapi dia ingin Bong Hee mengakhiri liburan kerjanya. Akan terlalu sulit bagi Bong Hee jika dia terus menundanya. Bong Hee berjanji akan memikirkannya.

"Baiklah. Pikirkanlah semaumu nanti. Ayo meeting."

"Hah? Sekarang?"

"Memangnya harus nanti? Kita punya banyak kerjaan. Ayo, cepat."


Meeting berjalan serius dengan membahas masalah kasus real estate. Tapi Tuan Byun lagi-lagi merusak suasana dengan menanyakan Hyun Soo yang tidak ada sangkut pautnya dengan kasus yang sedang mereka diskusikan.

Tuan Byun masa bodoh, apa benar kalau Hyun Soo mengalami demensia? Ji Wook mengoreksi, bukan demensia tapi amnesia. Terserah, sama aja. Pokoknya Tuan Byun yakin kalau si kampr*t itu berbohong.


Bong Hee setuju dengannya, Hyun Soo pasti pura-pura biar bisa menghindari hukuman. Tapi... sepertinya itu ternyata nyata untuk disebut sebagai akting. Tuan Byun langsung menuduh Bong Hee mempercayai Hyun Soo. Kalau Bong Hee jadi hakim, mungkin dia akan membebaskan si kepar*t itu dengan alasan pikirannya lemah.

"Karena itulah aku bukan hakim."

"Itu karena kau tidak memenuhi syarat. Aku sudah melihat nilai-nilaimu dari institut pelatihan."

Bong Hee shock. "Anda bahkan melihat nilai-nilaiku dari institut pelatihan?"

"Semuanya ada di dalam resume-mu."

"Ah! Kenapa anda mempelajarinya dan bahkan mengingatnya?"

"Kau! Pergilah liburan lagi sana!"

 

Ji Wook sontak emosi, dan membentaki mereka semua dengan kesal. Bong Hee jadi merasa bersalah, tapi Eun Hyuk langsung menyalahkan Tuan Byun sebagai pengacau. Tidak terima disalahin terus, Tuan Byun mendadak serius dan berkata bahwa sekitar tahun 1985, ada kasus amnesia yang persis seperti kasusnya Hyun Soo. Itu bisa jadi referensi yang bagus untuk mereka.


Yoo Jung berusaha membujuk atasannya untuk mengeluarkan surat perintah lagi karena sekarang mereka sudah punya bukti yang lebih solid. Tapi si atasan ragu, soalnya Hyun Soo kan hilang ingatan.

Yoo Jung yakin ingatannya akan segera pulih, tapi si atasan tetap ragu. Siapa yang akan bertanggung jawab kalau sampai ada yang salah. Dia ngotot menyuruh Yoo Jung untuk menunggu saja.


Di jam makan siang, Yoo Jung makan sendirian di taman sambil terus bekerja dan membaca referensi tentang penjahat yang memiliki kepribadian ganda. Eun Hyuk tiba-tiba muncul dan menawarkan sebotol kopi dan bertanya penuh perhatian, apa belakangan ini Yoo Jung makan dengan benar.

"Aku tidak punya teman makan, dan aku lebih nyaman makan sendirian."

"Apa mereka mengasingkanmu karena sidang banding sebelumnya?"

Yoo Jung berkomentar kalau Eun Hyuk sepertinya tak tahu apapun tentangnya. Dia memang selalu sendirian kok. Kadang dia makan bersama Ji Hye. Tapi selebihnya, dia selalu makan seorang diri.


Melihat sisa makanan di mulut Yoo Jung, Eun Hyuk langsung membantu mengelapnya dan mengomelinya untuk melakukan segalanya satu per satu, makan yah makan saja. Dia langsung merebut laptopnya Yoo Jung dan berkata kalau dia akan membantu Yoo Jung meringkasnya. Tapi waktu Yoo Jung bilang ada 100 halaman, Eun Hyuk langsung beranjak mau pergi.

Yoo Jung buru-buru menahannya, "Kumohon bantuanmu, teman."


Ji Wook dan Bong Hee tinggal berduaan di kantor. Bong Hee masih ingin menyelesaikan pekerjaannya, tapi Ji Wook memintanya untuk melanjutkannya besok saja.

"Jangan terlalu memaksakan diri di hari pertamamu balik kerja. Kau bisa sakit kalau begitu."

Bong Hee akhirnya beranjak bangkit dan berusaha menghindari tatapan Ji Wook dengan canggung. Ji Wook langsung ikutan bangkit dan menyatakan kalau dia mau mengantarkan Bong Hee pulang. Saat Bong Hee berusaha menolaknya, Ji Wook beralasan kalau dia perlu pergi ke suatu tempat, jadi sekalian saja dia mengantarkan Bong Hee pulang.

Bersambung ke episode 34

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon