Powered by Blogger.

Images Credit: SBS

Sinopsis Suspicious Partner Episode 34


Ji Wook mengantar Bong Hee sampai ke tempat tinggalnya. Bertepatan saat itu, Ji Hye menegur mereka. Ia pikir Ji Wook sudah putus dengan Bong Hee. Suasana pun seketika menjadi canggung.

Bong Hee dengan sigap menyuruh Ji Wook untuk pulang. Ji Wook mengerti dan pamit pada keduanya. Belum sempat pergi, datanglah Eun Hyuk yang mengantar Yoo Jung. Kontan suasana berubah semakin canggung.

“Kenapa kalian berdua bersama?” tanya Ji Hye.

“Aku yang harusnya bertanya. Kenapa kalian berdua bersama?” balas Yoo Jung.


Bong Hee berkata kalau dia menginap di rumah Ji Hye. Eun Hyuk memuji Ji Hye, dia lebih dermawan dari yang ia pikir, membiarkan orang lain menginap di rumahnya bukanlah hal yang mudah. Ji Hye sontak malu-malu menerima pujian begitu. Bong Hee yang melihat perubahan sikapnya pun mengernyit heran.

“Aku pikir kalian tinggal berdua, apa kalian putus?” tanya Yoo Jung.

Bong Hee dan Ji Wook saling lirik, ragu untuk memberikan tanggapan. Eun Hyuk memberikan kode supaya Yoo Jung tidak mengungkit masalah itu. Yoo Jung sama sekali tidak memperdulikan kode yang diberikan Eun Hyuk. Dan, kenapa juga Ji Hye tinggal bersama Bong Hee padahal katanya Bong Hee adalah orang yang paling dibencinya di dunia?

“Yah, kau tahu. Dia menerobos masuk dan memaksaku untuk membiarkannya tinggal bersamaku.” Sindir Ji Hye.

Eun Hyuk menegaskan apakah memang benar seperti itu kejadiannya. Tidak, Ji Hye sontak meralat ucapannya sendiri. Bong Hee semakin heran dengan sikap Ji Hye, apa dia sedang mencoba bersikap malu-malu?

Ji Hye mengelak, dia tidak begitu. Mereka semua pun saling berpandangan canggung. Ji Wook dan Eun Hyuk pamit untuk pulang. Bong Hee dan Yoo Jung menyuruh mereka untuk pulang, sementara Ji Hye berpesan supaya mereka mampir dulu. Ia melambaikan tangannya dengan sedih. Bong Hee dan Yoo Jung terus mengernyit melihat sikap anehnya.


Eun Hyuk dan Ji Wook mampir ke restauran untuk minum soju. Eun Hyuk terus-terusan memandangi wajahnya sambil cengengesan gaje. Ji Wook risih ditatap seperti itu, lebih baik mereka duduk ditempat berbeda.

Kenapa? Eun Hyuk lebih suka begini. Sudah sangat lama mereka tak minum bersama. Ini mengingatkannya pada masa lalu. Ji Wook ketus, dia tak mengingat apapun. Eun Hyuk menanggapinya dengan senyuman kemudian menuangkan soju ke gelas Ji Wook.

Eun Hyuk berubah serius menanyakan apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka. Ji Wook enggan memberitahukan alasannya. Eun Hyuk memberikan sarannya hari ini, jangan putus dengan Bong Hee. Ia rasa, Ji Wook tidak akan baik-baik saja kalau putus.

Ji Wook menenggak minumannya, “Aku belum.. putus.”


Eun Hyuk sekali lagi bertanya, apa alasan mereka jadi begini. Ji Wook bertanya, apakah dengan menceritakannya akan menjadi lebih baik? Apakah dengan menceritakannya akan membuat bebannya menjadi lebih ringan?

Eun Hyuk mengangguk. Ji Wook menceritakan tentang mimpi buruknya yang dia alami sejak kecil. Dalam mimpinya, dia melihat wajah pria yang mencoba membunuh orangtuanya dalam kebakaran dan dia mengingat wajahnya dengan jelas.

“Siapa dia?”

“Ayah Eun Bong Hee.”

Eun Hyuk terkejut, “Apa dia yakin?”

“Entahlah. Itu terjadi dulu sekali. Dan ingatanku tidak selalu akurat, kau tahu.”

Eun Hyuk prihatin, apakah Bong Hee mengetahuinya? Dia minta putus, jawab Ji Wook. Eun Hyuk bertanya bagaimana dengan Ji Wook. Ji Wook memberikan jawaban, menceritakannya pada Eun Hyuk sama sekali tak membuatnya lebih baik. Dia menyuruh Eun Hyuk untuk urus saja dirinya, dia juga tak perduli tentang hubungannya dengan Yoo Jung.


Yoo Jung kembali menemui Hyun Soo, dia sudah membaik dan dokter telah mengijinkannya untuk memberikan pertanyaan. Dia akan menanyainya tentang pembunuhan Lee Jae Ho dan percobaan pembunuhan pada Bang Eun Ho. Hyun Soo tampak kebingungan dan memegangi kepalanya, apa dia membunuh seseorang?

“Iya. Kau punya hak menolak menjawab kalau itu memberatkanmu. Kau punya hak berkonsultasi dengan pengacara. Kau baik-baik saja, Jung Hyun Soo-ssi?”

Hyun Soo bersedia menjalani prosesnya kalau memang dia melakukan pembunuhan. Yoo Jung masih terus memperhatikan gerak-gerik Hyun Soo dengan seksama. Sepertinya dia menaruh curiga pada sikapnya.


Rapat berakhir. Eun Hyuk penasaran dengan kondisi ingatan Hyun Soo sekarang. Ji Wook berjanji akan membuatnya ingat. Tuan Byun bertanya caranya, apa dia akan membiarkannya sendiri? Akan bahaya kalau sampai ingatannya kembali.

Tidak, Ji Wook akan membuat dia ingat dan mendapatkan hukuman dengan adil. Jaksa harus menyelidiki tindak kriminalnya lebih lanjut dan Bong Hee harus membersihkan namanya. Bong Hee bersedia membantunya. Dia akan menggali masa lalunya.

Ji Wook seketika menolak permintaannya, kalau sampai hal yang terjadi pada Tuan Bang.. Ji Wook keceplosan dan langsung menghentikan ucapannya. Bong Hee yakin akan aman karena Hyun Soo masih di rumah sakit.

Eun Hyuk juga akan membantunya, jadi Ji Wook tak perlu khawatir. Baiklah, semuanya sudah ditentukan. Ji Wook berpesan agar mereka semua berhati-hati. Bong Hee juga berpesan supaya Ji Wook berhati-hati saat menemui Hyun Soo.


Saat Ji Wook datang, Hyun Soo dengan tampang sedih sudah menduga kalau Ji Wook akan menanyainya tentang pembunuhan. Ia banyak berfikir sendiri. Tapi bukankah seharusnya ada alasan kenapa dia membunuh mereka?

Ji Wook memuji jalan pikiran Hyun Soo yang luar biasa. Sepertinya dia tidak paham, tapi dia akan membantu agar ingatannya kembali. Apa dia mau bekerja sama?

“Tentu saja, aku sangat berterimakasih.” Jawab Hyun Soo.

Ji Wook membawa berkas-berkas dan barang-barang miliknya. Ia juga menunjukkan foto-foto para korban padanya. Apa dia mengingatnya? Hyun Soo menggeleng.

 

Eun Hyuk tengah memperhatikan analisis kasus Hyun Soo dan mendapati ada yang aneh. Bong Hee datang membawa setumpuk berkas yang berkaitan dengan pembunuhan berantai Cheonan. Kontan Eun Hyuk merenges, sepertinya Bong Hee harus menyelesaikan kasus ini sendiri.

Bong Hee menahan tangannya dan meletakkannya diatas berkas, “Kau harus membantuku.”


Bong Hee dan Eun Hyuk sibuk memeriksa segala yang berkaitan dengan kasus ini. Mereka menemukan sebuah kasus kekerasan seksual yang terjadi di SMA Hyunjin. Mereka merasa ada yang aneh dan memutuskan untuk mencari tahunya.
 
Mereka menemui guru disana dan bertanya apakah mereka mengenal Hyun Soo dan dua temannya? Melihat foto yang ditunjukkan Bong Hee, Bu Guru merasa familier dengan wajahnya. Sepertinya mereka memang alumni dari sana.


Mereka berdua kemudian pergi ke restoran galbi. Seorang pelayan wanita melayani mereka. Eun Hyuk menyuruhnya untuk tak terlalu serius, anggap saja lagi makan biasa. Namun seketika Bong Hee terdiam saat mendengar lagu yang diputar, dia menoleh ke arah meja pelayan dan si pelayan tampak memperhatikannya.

Disana juga ada beberapa foto si pelayan itu dengan anak gadis berseragam SMA. Bong Hee tertegun mendengarkan musik yang di putar, lagu itu mengingatkannya pada siulan Hyun Soo saat pertama kali bertemu dengannya.

 

Ji Wook keluar dari kamar Hyun Soo untuk menerima telepon dari atasannya yang mengabarkan kalau dia mendapatkan surat perintah. Hyun Soo sibuk membuka-buka buku alumni SMA-nya, dia tertegun saat melihat foto seorang murid bernama Park So Young.

Saat itulah dia mulai mengingat sesuatu tentang masa lalunya. Perlahan air mata mengalir diwajah Hyun Soo, ia tampak begitu sedih mengingatnya.


Ji Wook kembali ke kamar Hyun Soo setelah menyelesaikan teleponnya. Hyun Soo sudah berdiri didepan pintu, dia ijin keluar soalnya terus didalam ruangan sangat membosankan. Ji Wook paham, dia juga mau pergi dan membawa barang-barang milik Hyun Soo karena Jaksa Cha memintanya.

“Ngomong-ngomong, aku tidak punya teman atau keluarga kan? Apa aku tidak mempunyai seseorang yang kusukai?” tanya Hyun Soo.

“Aku selalu menanyainya padamu. Kau ingat kalau kau menyukai seseorang?”


Hyun Soo menggeleng. Ji Wook pun pergi untuk menemui Jaksa Cha. Hyun Soo seketika mengubah ekspresi polosnya menjadi ekspresi mencurigakan setelah Ji Wook pergi. Ji Wook juga kelihatan mencurigai sesuatu setelah keluar dari kamar Hyun Soo.

Hyun Soo duduk diam. Samar-samar, dia mulai mengingat kembali bagaimana terjadinya pembunuhan. Ekspresinya pun kini sepenuhnya sudah kembali menjadi Hyun Soo yang biasanya.


Salah satu polisi yang berjaga di depan kamar Hyun Soo pergi ke WC. Sedangkan yang satu mendengar suara keributan dari kamar Hyun Soo. Ia pun mengeceknya dan menemukan Hyun Soo terjatuh di kamar mandi. Ia membantu membangunkannya, namun Hyun Soo malah menyerangnya dan mendorongnya ke tembok hingga ia tak sadarkan diri.


Hyun Soo menggunakan pakaian polisi itu. Tepat ia berniat pergi dari rumah sakit, Yoo Jung datang kesana. Hyun Soo sigap bersembunyi namun Yoo Jung sekilas melihatnya. Yoo Jung menyuruh dua rekannya pergi duluan dan ia memastikannya sendiri apakah yang dilihatnya benar.

Namun saat ia membuka pintu tangga, Hyun Soo langsung menyerangnya. Yoo Jung balas menyerang tapi Hyun Soo berhasil menendang perutnya, Yoo Jung terdorong ke tembok dan pingsan.


Ji Wook masih terus teringat akan ucapan Hyun Soo sebelum dia pergi. Terakhir, Hyun Soo membuka buku perpisahannya. Ia memeriksa buku yang dibuka Hyun Soo barusan dan menemukan salah satu halamannya sudah robek. Ia terkejut dan langsung menghubungi seseorang.

Bong Hee memberitahukan pada Ji Wook, sepertinya dia tahu alasan kenapa Hyun Soo melakukan pembunuhan. Ji Wook semakin terkejut, apa ada hubungannya dengan gadis SMA Hyunjin?

“Ya.”


Ji Wook ingat kalau Hyun Soo tadi minta keluar kamar. Sial. Dia berlari untuk kembali menuju kamarnya. Dia mau naik lift, tapi liftnya belum juga terbuka. Dia bergegas menuju eskalator dan sekilas melihat Hyun Soo.

Begitu menoleh, dia memang Hyun Soo yang turun dengan eskalator. Ji Wook berlari untuk mengejarnya tapi Hyun Soo berhasil kabur dengan menumpang mobil ambulan.

Bersambung  ke episode 35

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon