Powered by Blogger.

Images Credit: SBS

Sinopsis Suspicious Partner Episode 37

Episode 37: Di Pengadilan.

 

Pada saat yang bersamaan, Ji Wook membuka lemarinya dan mengeluarkan jubah jaksanya setelah mendapat telepon dari HRD kejaksaan yang memberitahunya kalau dia lulus ujian perekrutan jaksa berpengalaman.

Yoo Jung meneleponnya saat itu untuk memberitahunya kalau Hyun Soo sudah mengakui kejahatannya. Tapi tidak semuanya, dia hanya mengakui kalau dia membunuh Hee Jun dan kasus pembunuhan tangki air.

Ji Wook jadi cemas mendengarnya, apa Jaksa Jang ada di sana saat Hyun Soo mengakui kejahatannya. Begitu Yoo Jung membenarkannya, Ji Wook sontak melesat keluar dengan cemas.


Kebetulan Bong Hee baru datang saat dia hendak pergi. Bong Hee cemas melihatnya, apa terjadi sesuatu. Ji Wook berkata kalau dia harus mengecek sesuatu di kantor kejaksaan. Mendengar itu, Bong Hee mengaku kalau dia juga merasa ada yang aneh karena tadi Jaksa Jang tiba-tiba meminta maaf padanya.

Ji Wook setuju kalau itu aneh, dia juga mau pergi untuk mengecek sesuatu terkait Jaksa Jang. Kalau begitu, Bong Hee ikut.


Yoo Jung juga jadi cemas dan langsung mengecek rekaman CCTV parkiran gedung kejaksaan lalu mendapat telepon dari seseorang yang mengabarkan bahwa berdasarkan informasi dari penjaga, sekitar satu jam tadi ada seseorang yang membawa Hyun Soo pergi atas perintah Jaksa Wilayah.

Dia langsung memerintahkan petugas CCTV untuk mengecek rekaman sekitar satu jam yang lalu dan mendapati rekaman mobil Jaksa Jang yang membawa Hyun Soo pergi, lalu mengabarkannya ke Ji Wook.


Bong Hee menduga kalau Jaksa Jang mungkin ingin membalas dendam pada Hyun Soo. Ji Wook juga berpikir sama. Masalahnya, mereka tidak tahu di mana keberadaan mereka. Apalagi Jaksa Jang tidak bisa dihubungi saat ini. Mereka sedang berusaha melacak ponselnya.

Bong Hee berpikir, jika dia jadi Jaksa Jang ke mana kira-kira dia akan pergi. Dia langsung menjedot-jedotkan kepalanya ke jendela mobil untuk membantunya berpikir sampai Ji Wook cemas sendiri melihat tingkahnya.

Tapi cara itu sepertinya manjur karena seketika itu pula Bong Hee mendadak punya ide. Jangan-jangan Jaksa Jang membawa Hyun Soo ke rumah lamanya, tempat Hee Jun terbunuh. Tempat itu kan sedang kosong sekarang karena akan ada pembangunan ulang. Yoo Jung menelepon lagi saat itu dan apapun yang dikatakannya langsung membuat Ji Wook cemas.


Dugaan Bong Hee tepat, Jaksa Jang memang membawa Hyun Soo ke apartemennya Bong Hee yang dulu, tempat Hyun Soo membunuh putranya yang tidak bersalah dengan sadis. Jaksa Jang langsung menghajarnya habis-habisan.

Hyun Soo dengan sinisnya berkata bahwa walaupun putranya Jaksa Jang tidak bersalah, tapi Jaksa Jang tidak. Karena Jaksa Jang lah, So Young (kekasihnya) mati dan dia berubah jadi seperti ini.

"Semua ini karena kau membebaskan para baj*ngan yang telah menginjak-injaknya, mengerti?"

Dia mengakui kalau membunuh putranya Jaksa Jang sebenarnya tidak disengaja. Tapi kemudian dari berita di TV, dia baru mengetahui orang yang dibunuhnya malam itu adalah putranya Jaksa Jang, orang yang telah membuat So Young mati 13 tahun yang lalu.


Saat itulah dia menyadari kalau membunuh putranya Jaksa Jang adalah balas dendam yang adil. Kesal dan tidak mengerti maksudnya, Jaksa Jang langsung mengeluarkan pisau untuk membunuh Hyun Soo. 

Tapi Hyun Soo berhasil mencegahnya dan mengingatkan Jaksa Jang akan kasus 13 tahun yang lalu. Kasus seorang gadis yang terluka parah gara-gara para baj*ngan itu dan Jaksa Jang yang menangani kasus itu.


Para baj*ngan itu dibebaskan seolah itu bukan masalah besar dan kasus itu terkubur begitu saja. "Kau tidak memihak gadis yang terluka, tapi para baj*ngan itu dan orang tua mereka. Kau masih belum ingat juga? HAH?!"

Jaksa Jang malah semakin beringas mau membunuh Hyun Soo. Tapi kalah kuat dengan Hyun Soo yang langsung mendorongnya.


Ji Wook dan Bong Hee tiba saat itu juga dan langsung naik ke kamar apartemennya Bong Hee yang dulu, tapi hanya mendapati Jaksa Jang terduduk lesu dengan memegangi sebilah pisau, sama sekali tidak melihat Hyun Soo yang baru keluar dari persembunyiannya begitu mereka masuk.

Ji Wook langsung keluar mengejar Hyun Soo. Hyun Soo kesal, kenapa Ji Wook melakukan ini padanya. Apa hanya karena dia menusuk Ji Wook. Dia kan tidak mati dan Tuan Bang juga tidak mati, lalu kenapa mereka melakukan ini padanya. Apa masalahnya?

"Aku masalahnya. Ini salahku karena sudah membebaskanmu, dasar manusia sampah! Karena itulah aku harus memperbaiki kesalahanku, bukankah begitu? Coba saja kau melarikan diri ribuan kali kalau kau mau, aku akan terus menangkapmu."


Kesal, Hyun Soo langsung menyerangnya. Hyun Soo dengan sengaja menarget luka di perut Ji Wook yang belum sembuh. Ji Wook berusaha bertahan, tapi Hyun Soo terus melawannya dengan ganas.

Tapi tiba-tiba saja, Bong Hee melayang dan menendang Hyun Soo sampai Hyun Soo pingsan. Ji Wook sampai bengong melihat kehebatan Bong Hee.

Polisi akhirnya datang tak lama kemudian untuk menangkap Hyun Soo. Jaksa Jang dibawa masuk ke ambulance. Tapi sebelum itu, Yoo Jung memberitahunya bahwa Jaksa Jang sekarang ditahan atas tuduhan percobaan pembunuhan.


Setelah semua orang pergi, Bong Hee mengedarkan pandangannya, menyadari di sinilah kasus Hyun Soo bermula dan di sini pula kasus itu berakhir. Jadi sekarang, saatnya mereka membicarakan masalah diantara mereka berdua.

Bong Hee mengaku kalau dia sudah memikirkan tentang apa yang Ji Wook katakan tentang ayahnya. Dia menyadari kalau dia sudah jahat karena dia bersikap terlalu keras pada Ji Wook padahal Ji Wook tidak bersalah. Dia hanya korban yang dicuci otaknya dan dimanfaatkan oleh Jaksa Jang. Dan karena itulah, Bong Hee meminta maaf.

Tidak, Bong Hee tidak perlu meminta maaf padanya. Ayahnya Bong Hee lah yang telah menyelamatkannya dan meninggal dunia saat berusaha menyelamatkan orang tuanya.


"Itu bukan salah siapapun," ujar Bong Hee. "Kau tahu kalau aku berhutang besar padamu."

Ji Wook harus melepaskan pekerjaannya sebagai jaksa karena dia, bertemu Hyun Soo dan ditikam karena dia juga. Ji Wook memberinya pekerjaan, makan dan tempat tinggal. Karena itulah, sebaiknya mereka menganggap semuanya sudah impas.

"Mari kita kita ke masa sebelum semua ini terjadi. Mari kita kembali ke saat pertama kali kita bertemu."

Ji Wook tersenyum mendengarnya, "Oke. Mari kita lakukan itu."

 

Ji Woo akhirnya kembali ke kajaksaan sebagai jaksa, dan dia tampak begitu bangga melihat papan namanya 'Jaksa No Ji Wook'. Saat dia masuk, dia melihat Yoo Jung bersama para seniornya sudah ada di sana untuk menyambutnya dan memberinya ucapan selamat.

Ji Wook berterima kasih atas sambutan mereka. Tapi... "Tak ada satu orang pun yang ingin kutemui." (Pfft!)

Ketiga jaksa sontak kesal mendengarnya. Terus siapa sebenarnya yang ingin Ji Wook temui. Ji Wook juga bingung mau menemui siapa duluan yah enaknya.


Sekarang karena kasus Hyun Soo diserahkan padanya, Ji Wook pun pergi menemui Hyun Soo duluan di ruang interogasi. Dia kagum dengan sejarah panjang yang ada diantara mereka, dulu dia pengacara yang membela Hyun Soo dan sekarang dia jaksa yang akan mendakwa Hyun Soo.

"Tampaknya kau senang sekali," komentar Hyun Soo. "Kau mungkin senang, tapi aku tidak."

"Terbiasalah. Kau akan bertemu banyak hal yang tidak kau sukai."

Ji Wook memulai interogasinya dengan menyebutkan tuntutannya bahwa Hyun Soo tengah diselidiki atas tuduhan percobaan pembunuhan terhadap Tuan Bang dan juga pembunuhan Yang Jin Woo dan Jang Hee Joon.


Dia hendak membacakan hak-haknya Hyun Soo, tapi Hyun Soo memotongnya dengan cepat, tahu betul apa hak-haknya sendiri. Ji Wook sampai melongo dibuatnya, tapi Yoo Jung sudah memberitahunya kalau Hyun Soo sudah pernah mengakui kejahatannya.

Tapi Hyun Soo malah mengklaim tak tahu, entah lupa betulan atau cuma pura-pura. Ji Wook mengingatkannya dengan memutar video rekaman Hyun Soo saat dia memberitahu Yoo Jung bahwa identitas mayat kedua di tangki air adalah Sung Jae Hyun yang merupakan teman satu sekolahnya Koki Yang.

Tapi Hyun Soo dengan entengnya berusaha menghindar dengan menggunakan alasan ingatannya yang dia klaim belum pulih. Kalau begitu, bagaimana bisa Hyun Soo tahu tentang identitas mayat kedua di tangki air padahal tak ada seorang pun yang mengetahuinya. Hyun Soo dengan santainya beralasan kalau dia tak sengaja mendengarnya saat dia lewat toilet.

Ji Wook sontak menggebrak meja dengan kesal, "Jung Hyun Soo. Kau keren juga. Apa kau punya banyak waktu? Betul. Kita punya banyak waktu. Mari kita selesaikan ini. Aku akan membuatmu ingat."


Eun Hyuk membuatkan secangkir kopi untuk Bong Hee dan menanyakan kabarnya. Bong Hee mengaku kalau segalanya terasa sangat kabur. Eun Hyuk menasehatinya untuk tidak terlalu memikirkannya, lakukan saja apa kata hatinya.

"Pengacara Ji, apa kau melakukan apa yang dikatakan hatimu?" Tanya Bong Hee.

Teringat kenangannya bersama Yoo Jung, Eun Hyuk membenarkannya. "Aku terus-menerus jatuh cinta dengan orang ini saat aku mengikuti kata hatiku."


Bong Hee baru tiba di kantor kejaksaan dan kebetulan berpapasan dengan Ji Wook yang saat itu begitu fokus mempelajari dokumennya. Bong Hee terpesona melihatnya dan membatin kalau dia juga sama seperti Eun Hyuk.

"Aku juga begitu. Aku terus-menerus jatuh cinta padanya."


Ji Wook akhirnya melihat Bong Hee dan tanya sedang apa Bong Hee kemari. Tentu saja untuk kerja, kliennya akan diinterogasi sebagai tersangka. Ji Wook langsung tanya ini-itu, tapi Bong Hee menolak memberitahu apapun. Ini masalah privasi kliennya.

"Sekarang kau bicara seperti pengacara," komentar Ji Wook.

"Aku memang pengacara."

"Baiklah. Semoga meetingnya lancar."

"Kau juga pengacara... maksudku, Jaksa No."

Tapi saat dia hendak pergi, Ji Wook memanggilnya kembali. "Mari kita menangkap Jung Hyun Soo bersama-sama. Terlepas dari posisi kita, kita harus menangkapnya. Aku butuh bantuanmu... tidak, aku membutuhkan bantuan semua orang."


Bong Hee setuju. Maka mereka pun rapat bersama di kantor untuk mendiskusikan kasus ini. Tapi seperti biasanya, Tuan Byun menyela duluan dan membahas Tuan Bang yang mau pindah kembali ke kejaksaan menyusul Ji Wook.

Tuan Byun tidak terima dan mencoba menyuap Tuan Bang dengan menawarkan kenaikan gaji 20%. Tuan Bang mengklaim kalau Tuan Byun tidak akan bisa membelinya dengan uang... tapi ujung-ujungnya malah minta kenaikan 50% dan jadilah mereka main tawar persen-persenan sampai Ji Wook sebal dan membentak mereka untuk fokus.


Ji Wook memberitahu mereka kalau sekarang Hyun Soo mengubah kesaksiannya. Memanga da bukti pisau yang Yoo Jung temukan di dapurnya Hyun Soo, tapi Ji Wook menyatakan kalau mereka akan mengabaikan bukti itu karena itu adalah bukti palsu dan ilegal. Dan dia tidak akan terbukti bersalah jika mereka tidak memiliki bukti tambahan.

Tuan Byun mengingatkan kalau Hyun Soo bisa dituntut atas tuduhan percobaan pembunuhan atas Tuan Bang dan Ji Wook. Tapi Bong Hee dan Eun Hyuk merasa tuntutan itu terlalu ringan, Hyun Soo cuma akan mendapat masa percobaan.

Karena itulah, Ji Wook ingin mereka menggali masa lalu Hyun Soo lebih dalam lagi dan tangkap orang yang melakukan tabrak lari pada Hyun Soo. Yoo Jung mengaku sudah menangani masalah yang itu.

Namanya Min Young Hoon dan sekarang dia buron. Tapi dia sudah menemukan kekasih pria itu dan sudah ada petugas yang mengintai untuk menangkapnya.


Selesai rapat, Yoo Jung menuang teh di dapur dan kebetulan Eun Hyuk juga masuk dapur saat itu. Mereka sontak canggung satu sama lain. Eun Hyuk meraih teko tehnya tepat saat Yoo Jung berniat menuangkan teh untuknya dan jadilah tangan mereka saling bersentuhan.

Mereka jadi semakin canggung dan Yoo Jung langsung keluar dari sana dan menatap tangannya dengan linglung. Eun Hyuk pun termangu menatap tangannya.


Keesokan harinya, Bong Hee tiba-tiba melihat Ji Wook duduk di meja kerjanya, sedang sibuk mengerjakan kasusnya. Senyum Bong Hee seketika merekah. Tapi kemudian perhatiannya teralih sejenak saat Tuan Bang mendapat telepon.

Dan saat dia menoleh lagi, dia malah melihat Tuan Byun sedang molor di kursinya Ji Wook. Wkwkwk. Bong Hee kecewa. Tapi Tuan Bang punya kabar baik, dia sudah menemukan polisi yang menangani kasusnya So Young.
 

Mereka langsung pergi menemui polisi itu. Pak polisi mengaku kalau dia ingat kasusnya, tapi dia menolak ikut campur dalam kasus ini. Dulu, dialah yang menangkap dan mengirim para baj*ngan itu ke jaksa. Tapi kasus itu kemudian dihentikan dan penuntutannya dihapus.

"Apa kami bisa mencari tahu siapa jaksa yang bertanggung jawab atas kasus itu?" Tanya Bong Hee.


Bong Hee pun langsung pergi menemui Jaksa Jang. Dia menatap Jaksa Jang dengan penuh kebencian lalu menuntut Jaksa Jang untuk meminta maaf sekali lagi dengan benar dan formal. Melihat Jaksa Jang memakai seragam narapidana sama sekali tidak membuat Bong Hee kasihan padanya.

"Saat aku memikirkan perbuatanmu padaku, ayahku dan No Ji Wook saat dia masih kecil... kupikir hukumanmu ini terlalu ringan."

"Apakah permintaan maaf akan cukup?"

"Tentu saja. Tapi aku tidak akan mempermudahnya untukmu. Aku tahu kau menangani kasus lama yang melibatkan Hyun Soo. Kau membebaskan orang-orang yang memperkosa seorang gadis. Beritahu aku soal kasus itu."

Bersambung ke episode 38

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon