Powered by Blogger.

Images Credit: SBS

Sinopsis Suspicious Partner Episode 38


Setelah menginterogasi Jaksa Jang, Bong Hee menemui Ji Wook yang masih lembur di kantornya. Ji Wook mengajaknya makan malam bersama dan menunya jjajangmyeon.

"Boleh juga."

"Beli yang ada seafood-nya."

"Porsi dobel," ucap mereka serempak.

Selesai makan, mereka kompak bekerja sama membersihkan meja. Bong Hee merasa jjajangmyeon di tempat ini rasanya lebih enak dari pada di tempat lain. Ji Wook menyarankannya untuk datang kemari saja kalau dia ingin makan jjajangmyeon.

Dia lalu mengambil tisu untuk mengelap bibir Bong Hee, tapi tangannya seketika berhenti di udara dan akhirnya dia hanya memberikan tisunya pada Bong Hee lalu bertanya alasan Bong Hee menemui Jaksa Jang.
 

Karena Jaksa Jang adalah jaksa yang menangani kasus yang melibatkan Hyu Soo. Dugaan mereka benar, kasus ini adalah kasus pemerkosaan beramai-ramai. Pelakunya 7 orang, tapi beberapa diantaranya berasal dari keluarga kaya dan punya koneksi bagus dan pastinya orang tua mereka ingin kasus ini dikubur.

Mereka malah menyalahkan korban, Park So Young, dan menuduhnya mencoba merusak masa depan putra-putra mereka. Lalu tak lama setelah itu, So Young bunuh diri. Dan jaksa yang menghentikan kasus itu adalah Jaksa Jang. Dan Hyun Soo membalas dendam dengan membunuh para pelaku yang tidak dihukum saat itu.


Ji Wook memikirkan sesuatu, teringat saat Hyun Soo bersikeras mengklaim kalau dia tidak membunuh Koki Yang dan Lee Jae Ho dan hanya mengakui kalau dia kenal mereka.

Dengan penuh dendam Hyun Soo menyebut kedua orang itu sebagai baj*ngan yang sangat mengerikan. Tapi mereka malah hidup enak, yang satu jadi koki terkenal, yang satu jadi dokter dan satu lagi jadi polisi.

"Orang-orang seperti mereka tidak seharusnya diizinkan hidup dengan baik, iya kan? Aku tidak tahu siapa yang membunuh mereka. Tapi siapapun itu, kurasa si pembunuh melakukan hal yang benar. Kita harus bersyukur, bukan?" Ujar Hyun Soo... dan anehnya, dia tampak serius seperti orang yang benar-benar tidak bersalah.


Kembali ke masa kini, Ji Wook rapat bersama timnya dan memberitahu mereka kalau dia akan mendakwa Hyun Soo atas tuduhan pemerkosaan. Hah? Semua orang jelas kaget mendengarnya.


Hyun Soo sontak tertawa sinis saat Ji Wook memberitahukan dakwaannya. Ji Wook memberitahu Hyun Soo bahwa mereka sudah menangkap Min Young Hoon, orang yang menabrak Hyun Soo. Orang itu membuat pernyataan yang mengatakan kalau Hyun Soo juga terlibat dalam pemerkosaan itu.

"Kau membelinya, kan? Kau memberinya uang." Tuduh Hyun Soo. "Apa boleh jaksa membeli saksi?"

"Entahlah. Sampai jumpa di persidangan, Jung Hyun Soo."


Persidangan Hyun Soo akhirnya dimulai. Ji Wook mendakwa kedua terdakwa bersama kelima teman mereka melakukan pemerkosaan terhadap Park So Young. Mereka memancing korban ke sebuah gudang di Hyunjin-dong tanggal 11 Juli 2003 lalu menyerang korban secara seksual.

Pengacaranya Young Hoo mengakui kliennya bersalah, tapi Pengacaranya Hyun Soo mengklaim kliennya tidak bersalah. Ji Wook menanyai Young Hoon lebih dulu dan memintanya untuk menunjukkan siapa orang terakhir dari ketujuh pelaku pemerkosaan, dan Young Hoon menunjuk Hyun Soo.


Hyun Soo jelas menyangkal dan menuduh Ji Wook melakukan pelanggaran hukum dengan memalsukan bukti dan memanipulasi saksi. Bahkan saat Ji Wook menunjukkan dokumen laporan korban dan menyatakan kalau nama Hyun Soo tersebut di sana sebagai pelaku, Hyun Soo tetap bersikeras menyangkalnya dan menuduh laporan itu bisa saja dibuat-buat.

"Atau apa itu yang ingin anda percayai?" Tanya Ji Wook.

Baiklah. Mari tinjau kembali hari terjadinya kejahatan itu. Walaupun ketujuh korban berbeda sekolah, tapi mereka sering nongkrong bareng. Tapi Hyun Soo ngotot menyatakan kalau dia tidak dekat dengan mereka, dia benci pada mereka.


Ji Wook santai mengingatkan kalau terdakwa hanya boleh bicara jika jaksa memintanya menjawab, lalu mulai menyebutkan kronologi kejadian waktu itu. Koki Yang yang terlebih dulu memancing So Young ke gudang di Hyunjin-dong. Tapi Hyun Soo mengoreksi kalau yang memancingnya bukan Koki Yang melainkan Lee Jae Ho.

Ji Wook terus membacakan kronologi kejadian itu. Tapi Hyun Soo terus membantahnya dan mengoreksi semuanya dengan sangat mendetil. Jelas saja Ji Wook langsung mengomentari keanehan pernyataan Hyun Soo itu. Bagaimana bisa dia mengetahuinya sedetil itu seolah dia ada di sana.

Hyun Soo sontak speechless, dia memikirkannya sejenak lalu beralasan kalau dia mendengar semuanya dari orang lain. Ji Wook santai meneruskan pertanyaannya, ada berapa banyak pelaku di gudang waktu itu. Hyun Soo mendesah kesal dan menjawab yakin, ada 7 orang.

"Bisakah anda memberitahu nama ketujuh pemerkosa itu?" Tuntut Ji Wook.


Hyun Soo makin kesal mendengarnya. Dia percaya diri menyebutkan nama ke-6 pelaku, tapi dia langsung terdiam saat hampir menyebutkan nama pelaku yang ke-7. Dia mencoba sekali lagi, tapi lagi-lagi dia tidak bisa menyebutkan nama pelaku yang terakhir.

Dia malah tampak shock sendiri dan bergumam, "Apa mungkin..."

Ji Wook terus mendesaknya untuk menyebutkan nama pelaku yang terakhir. Dia langsung mendekat dan berbisik. "Hei, Jung Hyun Soo. Kaulah orangnya."

Hyun Soo kontan gemetar hebat dan tampak benar-benar shock. OMG! Dia benar-benar hilang ingatan dengan kejahatannya sendiri, tapi seketika itu pula ingatan itu kembali dan dia ingat dirinya adalah salah satu dari ketujuh komplotan pemerkosa So Young.

Flashback.


Saat Bong Hee membicarakan kasus ini bersama Ji Wook, dia menduga kalau Hyun Soo adalah salah satu pelaku juga. Dia menyerahkan dokumen laporan kasus yang didapatnya dari Pak Polisi dan nama Hyun Soo tersebut sebagai salah satu pelaku. Bong Hee juga mengaku kalau dia sudah memverifikasinya dengan ibu korban.

Ji Wook jelas heran, apa yang sebenarnya terjadi. Bong Hee berpikir bahwa saat seseorang mengalami trauma yang mendalam, biasanya mereka akan membuang ingatan mereka atau mengubahnya. Seperti ingatannya Ji Wook waktu kecil.

"Mungkinkah dia mendistorsi ingatannya sendiri?" Duga Bong Hee. "Dia tak tahan dengan kenyataan bahwa dia adalah salah satu pemerkosa makanya dia mendistorsi ingatannya sendiri."

Flashback end.


Hyun Soo masih menolak mempercayainya dan bersikeras menyangkal kejahatannya. Dia bukan pemerkosa seperti orang-orang itu.

"Pada akhirnya, kau sama seperti mereka. Kau salah satu dari baj*ngan itu, kan?"

Hakim langsung menegur Ji Wook untuk bertanya dengan suara keras. Maka Ji Wook pun dengan lantang menuduh Hyun Soo sebagai salah satu pemerkosa. Tapi Hyun Soo tiba-tiba menggebrak meja dan menjerit menyangkal tuduhan Ji Wook sampai-sampai para penjaga harus bertindak untuk menenangkannya.

Hyun Soo terus ngotot menyangkal dan mengklaim dirinya beda dari para kepar*t itu. Tapi dalam kemarahannya, dia tak sengaja keceplosan mengakui kalau dialah yang membunuh para baj*gan itu. Saat Ji Wook menuntut bukti, saat itulah Hyun Soo baru sadar kalau ini adalah rencana Ji Wook untuk membuatnya mengakui kejahatannya.


Ji Wook tetap santai meneruskan dakwaannya. Tapi Hyun Soo tak tahan lagi mendengarnya dan akhirnya memberitahu mereka untuk mencari di bawah jembatan Hyunjin-dong, mereka akan menemukan bukti di sana. Yoo Jung langsung pergi bersama Tuan Bang.

Dugaan Hyun Soo tentang rencana Ji Wook memang benar. Dalam flashback, Ji Wook mengaku kalau dia akan menuntut Hyun Soo dengan pemerkosaan agar bisa memprovokasinya. Dia yakin kalau tuduhan pemerkosaan akan sangat menghina bagi Hyun Soo.

Dia berhasil maka dia akan terus mencoba memprovokasinya. Jika beruntung, Hyun Soo mungkin akan mengakui perbuatannya dan memberi mereka bukti tambahan.


Dan sekarang, rencananya itu sukses dan Ji Wook pun bisa mendesah lega. Saat dia menoleh ke kursi penonton, dia mendapati Bong Hee tersenyum bangga padanya.

Saat Yoo Jung dan Tuan Bang tiba di TKP, tim forensik sudah berhasil menemukan mayat Chan Ho yang sudah membusuk dan senjata yang digunakan untuk membunuhnya.

Ji Wook mendapat kabar itu tak lama kemudian lalu memberitahukannya pada Bong Hee. Bong Hee lega mendengarnya. Kalau begitu, sekarang mereka bisa menuntut Hyun Soo atas tuduhan pembunuhan.


Kembali ke kantor, mereka merayakannya dengan makan pizza. Eun Hyuk penasaran, apa Hyun Soo benar-benar salah satu pemerkosa. Bong Hee berkata kalau dia adalah penonton.

Saat Min Young Hoon diinterogasi, dia mengaku kalau Hyun Soo dulu adalah seorang pecundang yang tak berdaya menghentikan teman-temannya. Mereka baru tahu kemudian kalau Hyun Soo ternyata naksir So Young.

Jadi intinya, Hyun Soo tak mampu melindungi gadis yang disukainya dan ikut ambil bagian dalam kejahatan itu dengan menjadi penonton. Dia tak mampu menerima kenyataan itu hingga dia mendistorsi ingatannya sendiri dan membalas dendam.

Tapi tetap saja dia tidak pantas dikasihani, apa yang dilakukannya itu tetap salah. Bong Hee setuju. Dia mengerti balas dendam yang dilakukan Hyun Soo, tapi dia juga membunuh orang yang tidak bersalah yang menyaksikan perbuatannya atau mencoba menghalanginya.


"Lalu bagaimana dengan persidangannya?" tanya Tuan Byun.

"Kurasa akan digabung dengan persidangan kasus aslinya," ujar Ji Wook. "Pengakuannya selama persidangan, tercatat dalam laporan persidangan. Dan sekarang kita mendapat cukup bukti tambahan. Jadi tidak akan sulit untuk membuatnya dihukum atas pembunuhan."


"Jika begitu, apa dia juga akan dihukum karena pembunuhan Putranya Jaksa Jang, Jang Hee Jun?" Tanya Eun Hyuk.

Mereka semua langsung berpaling ke Bong Hee, turut senang untuknya. Tuan Byun bahkan langsung menggodanya dan berniat mau mengganti panggilannya pada Bong Hee jadi Nona Penuh Bukti, soalnya sekarang kan Bong Hee punya banyak untuk untuk membuktikan dirinya tidak bersalah.

"Kau berjuang dengan baik Nona Kurang... maksudku, Pengacara Eun."


Selesai rapat, Eun Hyuk kedapatan tugas cuci piring dan Bong Hee datang tak lama kemudian membawakan cucian lagi. Eun Hyuk langsung protes, semua ini karena dia kalah dalam permainan tangga. Dengan kepergian Ji Wook, peluangnya kalah jadi semakin bertambah. Bong Hee usul, bagaimana kalau mereka merekrut pengacara yang muda dan tampan.

"Memangnya aku tidak cukup?" protes Eun Hyuk dan Bong Hee langsung mengangguk. "Apa kau tidak puas dengan Ji Wook juga?"

Bong Hee langsung lesu begitu mendengar nama Ji Wook. Eun Hyuk tanya apa hubungan mereka masih canggung sampai sekarang.


Baru juga diomongin, Ji Wook muncul di dapur saat itu juga. Eun Hyuk sengaja mendekat dan membisiki Bong Hee, "Aku kan sudah menyuruhmu untuk mengikuti kata hatimu."

Ji Wook kontan cemburu dan langsung mendekat dengan alasan mencari sesuatu di kulkas padahal niatnya mau nguping. Eun Hyuk terus berusaha memaksa Bong Hee bicara pada Ji Wook. Bong Hee pun memberanikan diri mendekati Ji Wook. Tapi saat Ji Wook menoleh, dia langsung kabur.

Eun Hyuk frustasi melihat Ji Wook. "Aku tahu kalau kau kurang tanggap, tapi ini benar-benar... augh!"

 

Keesokan harinya, Bong Hee masuk ke ruang pengadilan yang kosong dan mengingat kembali kenangannya. Di sanalah dia dan Ji Wook pernah berhadapan sebagai jaksa penuntut dan terdakwa pembunuhan.

Di tempat ini Ji Wook pernah menuduhnya melakukan pembunuhan karena dendam dan menuntut hukuman penjara 15 tahun untuknya. Namun di tempat ini pula, Ji Wook menyelamatkannya dan mencabut dakwaannya.

"Kau menyelamatkanku dan aku jatuh cinta padamu yang berusaha menyelamatkanku." Batin Bong Hee. Dan tepat saat juga, Ji Wook datang dari belakangnya.


"Sekarang setelah kupikirkan. Setelah hari itu, hidupku adalah serangkaian hari bagiku untuk jatuh cinta padamu lagi dan lagi. Bahkan saat ini pun, aku jatuh cinta lagi padamu."

Bong Hee langsung berlari memeluk Ji Wook. Mereka saling berpelukan erat beberapa lama sebelum kemudian melepaskan diri dan saling menatap dengan penuh kerinduan. Bong Hee mengecup lembut bibir Ji Wook. Mereka saling menatap intens sebelum kemudian Ji Wook menciumnya mesra.

Epilog:

 

Malam itu saat Ji Wook mabuk dan Bong Hee memapahnya ke kamar, Ji Wook tiba-tiba mendorong Bong Hee ke kasur. Mereka saling menatap dengan intens. Ji Wook lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Bong Hee. Dia semakin dekat... Bong Hee pun menutup mata... lalu Ji Wook jatuh ke kasur dan tidur.

Bong Hee kontan ngelus dadanya yang pastinya dag-dig-dug tak karuan. Tapi heran dia melihat Ji Wook, katanya Ji Wook menderita insomnia, tapi kenapa dia bisa langsung tidur. Tapi melihat wajah damai Ji Wook, membuat Bong Hee kagum. "Dia tampan bahkan saat dia tidur"

Bersambung ke episode 39

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon