Powered by Blogger.

Images Credit: QQLive

Sinopsis The Eternal Love Episode 15 - 2


Xiao Tan pun segera mendatangi Qing Yun untuk melabraknya dan membanting kesaksian tersumpah yang ditandatangani sendiri oleh pembunuh suruhan Qing Yun. "Adik Yun, jelaskan sendiri!"

Qing Yun jelas kaget membaca kesaksian itu. Tapi dia tetap tenang mengklaim kalau dirinya dijebak. Bagaimana bisa dia dituduh hanya dengan satu kesaksian saja?

Wah, dia pintar juga. Memang Xiao Tan tidak bisa menuduhnya hanya berdasarkan satu kesaksian. Tapi coba pikirkan baik-baik, jika Lian Cheng melihat kesaksian ini saat dia bangun, apa yang akan dia pikirkan?

"Aku takut dia akan membencimu! Bahkan tanpa aku di sini, dia akan menendangmu keluar dari kediaman Pangeran Ke-8! Dia tidak akan mau melihat wajahmu yang menjijikkan itu! Saat itu terjadi, apakah membuktikan kesalahanmu itu penting?"


Ketakutan, Qing Yun akhirnya mengaku kalau dia tidak pernah bermaksud mencelakai Lian Cheng. Xiao Tan berusaha terus memancingnya untuk mengaku. Xiao Tan tahu walaupun Qing Yun membencinya, dia tidak akan mencelakai Lian Cheng.

"Tapi kau melihat kejadian hari itu. Seseorang jelas-jelas menarget Pangeran Ke-8. Kurasa kau telah dijadikan bidak dan dimanfaatkan."

"Puteri Mahkota dan Nyonya Qu! Pasti mereka!" Sembur Qing Yun.

Qing Yun mengaku kalau waktu dia jalan-jalan di taman, dia bertemu Pan Er dan Pan Er menceritakan tentang masa lalu mereka padanya. Dia sangat marah saat mendengar sikap Tan Er pada Pan Er.

"Dalam kemarahanku, aku ingin menyingkirkanmu." Aku Qing Yun.


Kembali ke kamarnya, Xiao Tan menceritakan informasi itu pada Jing Xin. Xiao Tan kesal sekali, pokoknya kali ini, dia tidak boleh mengampuni mereka. Jing Xin ikut kesal mendengarnya. Dia harus memberi mereka pelajaran!

Dia lalu menyampaikan informasi itu pada Tan Er. Jadilah Jing Xin musti bolak-balik berdiskusi dengan Xiao Tan dan Tan Er dan saling menyampaikan informasi yang didapatnya dari dan ke masing-masing nona.


"Nona, Xiao Tan tanya apakah nona tahu tentang kelemahan mereka?" Tanya Jing Xin.

Tan Er membisikinya sesuatu. Lalu dengan antusias dia memberitahu Xiao Tan bahwa dulu Tan Er pernah melihat Nyonya Qu berselingkuh dengan seorang pengawal di kediaman Qu. Tapi karena situasi tertentu, Tuan Qu tidak mempercayai kabar itu dan tidak pernah disebut-sebut lagi sampai sekarang.

"Bagus sekali! Tanya padanya bagaimana rupa pengawal itu."
Tan Er mengaku kalau dia tak pernah tahu siapa nama pengawal itu karena dia jarang ada di sana. Tapi Tan Er ingat ciri-ciri pria itu. Jing Xin lalu menyampaikannya pada Xiao Tan. Pria itu bertubuh besar dan punya tahi lalat besar di matanya.


Xiao Tan sepertinya pernah melihat pria dengan deskripsi seperti itu. Di mana dia pernah melihatnya?... Ah! Si pemanah si gedung teater!

 

Jing Xin lalu menyampaikan informasi itu pada Tan Er. Tan Er sungguh tak percaya mendengarnya, Nyonya Qu benar-benar membuat masalah untuk dirinya sendiri. Tapi, dia merasa masalah keluarga Qu baru saja dimulai.


Xiao Tan muncul kembali saat Yu Hao datang tak lama kemudian. Xiao Tan pun langsung membisikinya sesuatu.

 

Kasim Li memberitahu Ibu Suri tentang Tan Er yang memerintahkan Jing Xuan untuk menyelidiki masalah percobaan pembunuhan itu. Dia dengar kalau Tan Er sudah menemukan beberapa petunjuk. Entah apakah Tan Er sudah mengetahui keterlibatan Qing Yun.

Siapa sangka kalau Ibu Suri ternyata juga ada keterlibatan dalam kasus ini. Berita sontak membuatnya cemas dan berniat menyingkirkan Tan Er sekarang juga mumpung Lian Cheng masih belum sadarkan diri.


Xiao Tan memberitahu Lian Cheng kalau dia sudah mengetahui segalanya. "Kau harus bangun secepatnya dan melihat sendiri bagaimana aku akan menghadapi Qu Pan Er dan Ibunya!"

Tapi tiba-tiba saja Jing Xin bergegas masuk dengan panik karena Ibu Suri datang lalu sedetik kemudian, pelayan mengumumkan kedatangannya. Dia langsung memerintahkan Xiao Tan berlutut dan memaksa Xiao Tan untuk mengaku kalau semua ini adalah kesalahannya.

Xiao Tan jelas membantah dan berusaha membela diri. Tapi Ibu Suri tidak memberinya kesempatan untuk menjelaskan apapun dan menitahkan bahwa Tan Er membuat kekacauan di kediaman Pangeran ke-8 dan karenanya dia akan digulingkan dan disingkirkan dari sini secepatnya.

Xiao Tan jelas tidak terima. "Kau datang untuk menyingkirkanku saat Cheng Cheng belum sadarkan diri!"


Ibu Suri tak mau tahu dan memerintahkan pelayannya untuk bergerak sekarang. Para pelayan sudah hampir menyeretnya saat tiba-tiba saja Lian Cheng sadar dan membentak mereka.

"Siapapun yang berani menyentuh Ta Er, akan kucabik-cabik mereka!"

"Cheng Cheng, akhirnya kau bangun. Kau menakutiku setengah mati." Xiao Tan lega.

Ibu Suri senang melihatnya sadar. Tapi Lian Cheng begitu marah padanya dan mengusirnya saat itu juga. Ibu Suri pun pergi dengan kecewa.


"Akhirnya kau sadar. Apa lukamu masih sakit?"

"Tentu saja sakit. Hatiku sakit karenamu."

"Cheng Cheng, percobaan pembunuhan itu, aku sudah mengetahui segalanya. Besok, aku ingin kau melihat pertunjukan bagus. Kemarahanmu pasti akan menghilang."

"Semua itu sudah tidak penting lagi. Aku hanya ingin tahu, apakah kata-katamu yang kau ucapkan di sisiku itu masih berlaku?"

"Kata-kataku yang mana?"

"Kau bilang kau tidak akan kembali ke duniamu lagi. Kalaupun kau kembali, kau akan membawaku bersamamu."


Wah, Xiao Tan tak menyangka kalau Lian Cheng mendengarnya selama dia tak sadarkan diri. Bahagia, Lian Cheng menyandarkan kepalanya di bahu Xiao Tan dan menggenggam tangan Xiao Tan di dadanya.


Keesokan harinya, rombongan Lian Cheng datang ke kediaman keluarga Qu dan tanpa basa basi melabrak Nyonya Qu. Xiao Tan melemparkan bukti berupa kesaksian tersumpah dari Qing Yun yang menyatakan keterlibatan Nyonya Qu dalam percobaan pembunuhan Pangeran Ke-8.

Tuan Qu yang tidak tahu menahu tentang keterlibatan anak-istrinya, jelas tidak terima dengan pernyataan itu. Itu fitnah untuk menghancurkan keluarga Qu.

"Oh? Maksudmu, Puteri Anle, selirku, sengaja memfirnah keluarga Qu? Aku penasaran apa yang akan terjadi jika Ibu Suri mengetahui masalah ini."


Ibunya Tan Er bingung apa yang sebenarnya terjadi. Xiao Tan meyakinkan Ibu Tan Er untuk tidak mempedulikan keluarga Qu, sudah sewajarnya seseorang harus menerima kesalahannya. Mulai sekarang, Ibu tidak perlu lagi menderita karena orang lain.


"Nyonya Qu, sudah cukup kau membenciku, kenapa kau berusaha mencelakai Pangeran? Apa kau tidak tahu kalau membunuh Pangeran, bisa membuat 9 generasi keluargamu dibunuh? Beruntunglah karena margaku juga Qu. Jika tidak, seluruh keluarga Qu pasti akan celaka karenamu!"

Karena Nyonya Qu tidak mau mengakui perbuatannya, bagaimana kalau mereka lanjutkan penyelidikan dan lihat apakah mereka bisa menemukan hal lainnya.

Ketakutan, Nyonya Qu sontak berlutut dan meminta mereka untuk tidak melakukan penyelidikan lagi. Dia mengklaim kalau semua ini perbuatannya sendiri dan tidak ada hubungannya dengan orang lain. Tuan Qu jelas marah pada Nyonya Qu dan kebodohannya.


"Pejabat Qu. Kau biasanya sangat dekat dengan Putera Mahkota. Sudha cukup kau membantu siasat Putera Mahkota. Tapi, urusan percobaan pembunuhan Pangeran, kau berani membiarkan Nyonya Qu melakukannya?! Kau pasti tahu apa konsekuensi yang harus kau tanggung"

Tuan Qu langsung mati-matian membela dirinya sendiri. Dia sungguh tak tahu menahu tentang masalah ini. Bahkan sekalipun dia mati ribuan kali, dia tidak akan berani melakukan hal semacam itu.

Xiao Tan tak percaya. Dia yakin kalau Tuan Qu sedang memfitnah istrinya sendiri. "Bagaimana kalau kita selidiki lebih banyak lagi. Kita lihat apakah ada pemain lain dibalik insiden ini. Bisa saja Nyonya Qu cuma komplotan, jadi dia tidak bersalah."


Tuan Qu setuju-setuju saja. Tapi Nyonya Qu jelas ketakutan tak mau Pan Er ketahuan. Dia langsung berlutut di hadapan Tan Er dan memohon-mohon agar dia tidak menyelidikinya lagi. Semua ini salahnya sendiri, hukum saja dia.

Mendengar pengakuan istrinya itu, Tuan Qu benar-benar lepas tangan dan meminta mereka untuk menghukum Nyonya Qu seberat-beratnya. Tapi dia meminta mereka untuk membiarkan keluarganya hidup tenang.

"Sepertinya kau salah paham. Membunuh pangeran, akan membuat seluruh keluarganya harus mati. Bahkan sekalipun Tan Er terlahir di keluarga Qu, kepalamu hanya akan selamat sementara waktu."


Tapi karena istrinya adalah keluarga kandung keluarga Qu maka Lian Cheng memutuskan untuk menyerahkan keputusan kasus ini sepenuhnya pada Tan Er. Tuan Qu pun berusaha memohon pada Xiao Tan untuk mengampuni mereka demi hubungan keluarga mereka.

"Hubungan keluarga apaan! Seolah kalian pernah menghargai itu sebelumnya!"

Tapi demi Ibu Tan Er, Xiao Tan memutuskan tidak akan memperpanjang masalah ini lagi. Tuan Qu berterima kasih dan berjanji akan menangani masalah ini dengan benar.

"Istriku berbaik hati. Tapi ingatlah, Pejabat Qu. Aku akan mencacat kepalaku di bukuku sekarang."


Tuan Qu berterima kasih sekali lagi. Tapi Tan Er masih punya kejutan besar lainnya untuk Nyonya Qu. Yu Hao masuk tak lama kemudian dengan membawa si pembunuh. Tuan Qu mengenalinya sebagai mantan penjaga rumah ini, tapi dia tidak mengerti kenapa pria itu dibawa kemari.

Yu Hao melemparkan kantong kecil dari dalam baju pria itu ke hadapan Tuan Qu yang langsung memahami artinya, Nyonya Qu berselingkuh dengan pria itu. Tuan Qu jelas marah dan Nyonya Qu langsung mewek memohon pengampunan suaminya.


Pan Er muncul saat itu juga. Nyonya Qu sontak cemas dan menyuruh Pan Er cepat-cepat pergi dari sini. Tuan Qu benar-benar marah dan memutuskan untuk menceraikan istrinya. Pan Er sontak kesal menyalahkan Tan Er dan menuduh Tan Er membuat Tan Qu menceraikan ibunya.

Nyonya Qu ngotot meminta Pan Er pergi sekarang juga, Tan Er sudah setuju untuk tidak melibatkan siapapun. Pan Er menolak, malah memprovokasi Xiao Tan dengan menghinanya lagi.

Kesal, Xiao Tan berubah pikiran, lebih baik ikuti prosedur yang benar saja, biarkan Kaisar dan ibu Suri yang menangani masalah ini.


Berniat menyelamatkan putrinya, Nyonya tegas mengakui dirinyalah pelaku percobaan pembunuhan pangeran dan melakukan perselingkuhan. Dia memohon agar mereka tidak melibatkan siapapun dalam masalah ini dan menyatakan kalau dia bersedia mati demi membayar kejahatannya.

Dia langsung menjedotkan kepalanya ke tiang kayu lalu mati di tempat. (Pfft!... absurd banget. Masa kejedot satu kali gitu doang bisa langsung mati? Wkwkwk)


Karena Nyonya Qu sudah bunuh diri, Lian Cheng memutuskan tidak akan memperkarakan masalah ini lagi. Dia dan Xiao Tan pun langsung pergi. Tapi Pan Er menatap kepergian Tan Er dengan penuh dendam.

Bersambung ke episode 16

9 comments

Habis ini alurnya jd g sehappy sblumnya. Akn bnyak crta yg bkin mewek jg... Heeeem,,, smg ad season 2nya y...
Bak ima mksih,,, updatnya luar biasa c4..😆

Aduh jangan ada spoiler dunk..
Buat makin penasaran aj
Buat mbak ima terimakasih sinopsisnya
Tetap semangat ya mbak

Unni di lnjut truz....mkin kepo ja

Baju nya cheng cheng sm xiao Tan couple 😙😘😍 cocok deh, makin seru nih...
semangat unnie, lanjut sinopsisnya

This comment has been removed by the author.

Iya, aku setuju sama mbak Ima, masa kejedot 1x aja uda mati, klo di dunia nyata mah palingan benjol dan yg paling parah palingan cuma pingsan.

Lanjut terus min,,,makin suka deh,,,jangan lama lama up datenya min,,,

Habis ini alurnya jd g sehappy sblumnya. Akn bnyak crta yg bkin mewek jg... Heeeem,,, smg ad season 2nya y...
Bak ima mksih,,, updatnya luar biasa c4..😆

Lanjut dong makin penasaran nih

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon