Powered by Blogger.

Images Credit: Hunan TV

Sinopsis Love Weaves Through a Millenium Episode 1 - 2


Xiang Xiang gugup disuruh menyanyi. Tapi kemudian, dia menutup mata menenangkan dirinya sebelum akhirnya menyanyikan lagu Like A Star - Corinne Bailey Rae dengan suaranya yang indah.

Tepat saat itu juga, Yu Fei masuk dan terpesona mendengar nyanyiannya yang membuatnya terkenang masa lalu mereka yang indah. Nyanyiannya begitu indah sampai salah satu juri nangis dan bertepuk tangan heboh dan akhirnya memberi Xiang Xiang kesempatan untuk berakting.

Tapi Yu Fei mendadak menyela dan mengusulkan agar Xiang Xiang melakukan adlib dengannya dengan alasan bahwa dengan adlib, mereka bisa mengetahui karisma dan kreatifitas yang sebenarnya dari seorang aktor.

Xiang Xiang sontak kesal mendengarnya. Tapi para juri setuju dengan usul itu. Lagipula Yu Fei kan akan jadi kaisarnya. Xiang Xiang jelas kaget mendengar Yu Fei ternyata dicasting jadi kaisar.


Yu Fei langsung mengoloknya. Apa Xiang Xiang sudah gugup duluan sekarang? Bagaimana nanti kalau mereka sudah mulai syuting nanti? Apa yang akan Xiang Xiang lakukan? Xiang Xiang kan tidak mungkin bernyanyi terus.


Kesal, Xiang Xiang menantang balik. Ayo, mulai. Dia menatap Yu Fei dengan tatapan setajam silet lalu, "YANG MULIA!!!" Bentaknya sampai mengagetkan semua orang.

"Kenapa anda sangat lemas setip hari dan memiliki kehidupan malam seperti itu dengan berbagai macam wanita yang berbeda? Apa kau tidak takut kalau kau akan mencelakai dirimu sendiri karena kebanyakan main-main?!"


Dia mengklaim kalau dia benar-benar sudah kehilangan kesabarannya hari ini lalu PLAK! Menampar Yu Fei keras-keras. Wkwkwk! Juri pun sampai ketakutan memegangi pipinya sendiri.


Usai audisi, Xiang Xiang melampiaskan stresnya dengan minum berbotol-botol miras seorang diri. Managernya, Jin Jing, menelepon untuk menanyakan audisinya tadi.

"Kakak Jing, tentang film itu... tidak akan ada lagi film itu."

"Memangnya apa yang terjadi?"

"Itu salahnya Han Yu Fei."

"Apa hubungannya dengan dia?"

"Dia dicasting jadi kaisar."


Yang tak disangkanya, Jin Jing mengaku kalau dia sebenarnya sudah tahu kabar yang mengatakan kalau Yu Fei akan dicasting. Xiang Xiang langsung protes mendengarnya. Jin Jing tahu tapi tidak memberitahunya? Kalau tahu Yu Fei dicasting, tidak bakalan Xiang Xiang pergi ke audisi itu.

Jin Jing membela diri, mana dia tahu kalau Yu Fei menerima peran itu. Lagipula, apa masalahnya sih bekerja sama dengan mantan pacar? Tentu saja masalah, kenapa juga dia harus bekerja sama dengan Yu Fei? Dia kan belum gila.

"Tapi sayangnya, aku tidak terpilih."

"Kau yakin?"

"Dia memprovokasiku dan memintaku untuk melakukan adlib. Dia sangat jahat. Pada akhirnya, aku jadi kelewat batas dan menamparnya. Lalu aku baru sadar kalau aku seharusnya menjadi Permaisuri Xu yang hanya bisa tersenyum dan menanggung penderitaan."


Jin Jing langsung ngomel-ngomel kesal mendengarnya. Bisa-bisanya Xiang Xiang menghancurkan kesempatan sebaik itu. Xiang Xiang membela diri, seandainya Jin Jing jadi dia dan kehilangan kesabarannya, Jin Jing juga pasti akan membunuhnya di tempat. Iya juga sih. Tapi tetap saja, seharusnya Xiang Xiang bisa bersikap lebih profesional.

"Kau itu benar-benar seperti Fahai sang pendeta Buddha yang tidak mengerti cinta. Cukup bagiku untuk mencintai diriku sendiri. Mencintai pria busuk itu..."

"Hei! Apa kau mabuk? Atau terpengaruh oleh si raja narsis itu?"

Tidak, Xiang Xiang mengklaim kalau dia cuma minum sebotol padahal di meja sudah ada beberapa botol kosong.


Keluar dari bar, dia menunggu bis di halte sambil menatap bulan di langit yang malam ini tampak indah dan bulat. Dia hendak memotret bulan saat tiba-tiba saja ada nomor tak dikenal meneleponnya.

Saat dia mengangkatnya, ternyata yang menelepon Yu Fei. Xiang Xiang langsung kesal, kenapa dia lagi? Yu Fei ingin bertemu dengannya. Dia merasa tidak enak badan dan mau pergi ke rumah sakit. Apa Xiang Xiang mau mengunjunginya?

"Apa tubuhmu jadi lemah karena kebanyakan pesta pora?"

"Wajahku jadi rusak... gara-gara kau. Aku sangat sibuk belakangan ini dan tidak tidur dengan benar."

"Hei. Jangan bahayakan hidupmu hanya untuk cari uang. Kau tidak akan pernah bisa tidur dengan baik. Kau tidak makan dengan benar juga. Sudah pasti kau tidak akan bisa tidur tenang."


Menyadari dirinya sudah kebanyakan ngoceh, dia mau menutup teleponnya. Tapi Yu Fei tiba-tiba memanggilnya 'Permaisuri Xu' dan tanya apakah Xiang Xiang tidak menginginkan peran itu?

Xiang Xiang bingung dengan cara Yu Fei memanggilnya. Tapi dia tidak terlalu memikirkannya dan menjawab dengan ketus, tentu saja dia sangat menginginkan peran itu.

Tapi apa urusannya dengan Yu Fei. Dia sudah kebanyakan pamer. Apa dia senang sekarang? Memangnya kenapa kalau dia pemeran utama? Yu Fei bukan bosnya, jadi jangan ikut campur.

"Kukatakan sekali lagi. Kita berdua adalah orang asing! Urusi saja urusanmu sendiri! Kalau kau menelepon untuk mengangguku lagi, mati kau!"


Xiag Xiang menutup teleponya dengan kesal. Bisnya akhirnya tiba. Tapi saat dia hendak membayar, teleponnya berbunyi lagi dari nomor tak dikenal. Mengira Yu Fei lagi yang menelepon, Xiang Xiang langsung saja membentaki orang di seberang dengan kesal.

Tapi yang menelepon ternyata Sutradara Yang. Tepat saat itu juga, Supir bis menyuruhnya membayar. Bis pun mulai berangkat. Xiang Xiang mengambil selembar uang, tapi malah tak sengaja membuat ponselnya terjatuh ke dalam kotak pembayaran.

Terpaksalah dia harus berteriak-teriak sambil menempelkan kupingnya ke kotak pembayaran. Teriakannya jelas menganggu para penumpang lainnya yang langsung menatapnya tak enak.


Sementara dia mencoba mendengarkan omongan Sutradara Yang, ada seorang Bibi yang ngomel-ngomel pada seorang pemuda yang tidak mau memberikan tempat duduknya. Xiang Xiang sontak kesal dan membentak mereka untuk diam. Dia tidak bisa dengar, tahu!


Yang tak disangkanya, Sutradara Yang memberitahu kalau mereka memutuskan untuk mengcasting Xiang Xiang sebagai Permaisuri Xu. Xiang Xiang sampai tercengang sesaat mendengar berita itu. 

Begitu sadar, dia langsung mengucap terima kasih berulang kali dan meyakinkan Sutradara Yang bahwa dia percaya diri dengan peran ini. "Aku akan jadi Permaisuri Xu yang terbaik dalam sejarah!"


Saking senangnya, dia langsung heboh jejeritan mengumumkan pada para penumpang kalau dia lolos audisi jadi Permaisuri Xu lalu si bibi rempong tadi.


Begitu tiba di halte, dia langsung memberitahukan masalah ini pada Jin Jing. Jin Jing sontak jejeritan saking bahagianya. Tapi dia juga memperingatkan Xiag Xiang untuk tidak terlalu senang dulu. Pokoknya dia harus memanfaatkan proyek ini untuk jadi headline. Jangan sampai dia menjadi berita negatif.

Sementara itu di tahun 16 SM...


Gong Ming tengah berusaha menyelamatkan nyawanya dari para pembunuh yang mengejarnya. Sayang, mereka berhasil mengepungnya dengan cepat. Gong Ming tanya pada pemimpin pembunuh itu. Apa mereka dikirim Kaisar untuk membunuhnya?

Si pembunuh hanya meminta Gong Ming untuk bersiap menerima kematiannya. Gong Ming tidak takut, "Bahkan sekalipun aku mati, kebenaran akan tetap jadi kebenaran."

Saat si pembunuh hendak menusuknya, Gong Ming langsung menangkap ujung pedang itu dengan tangan kosong, sama sekali tak mempedulikan darah yang mengucur deras dari tangannya.

"Aku hanya akan menanyakan satu pertanyaan. Apa Wang Mang tahu tentang hal ini?"


Si pembunuh membenarkannya. Bagaimana mungkin tuannya yang agung tidak mengetahuinya. Menyadari mereka ternyata orang kiriman Wang Mang, Gong Ming melepaskan tangannya dari pedang itu lalu duduk di sana, bersiap menerima kematiannya tanpa perlawanan.


Si pembunuh langsung menusukkan pedangnya ke dada Gong Ming. Tapi tiba-tiba saja terjadi hal aneh, para pembunuh itu menghilang dan hutan gelap itu mendadak berubah menjadi kota yang padat lalu lintas dan tempat yang Gong Ming duduki berubah jadi tengah jalan raya.

Saat Gong Ming membuka matanya, dia jelas bingung mendapati dirinya di tempat aneh yang penuh cahaya warna-warni. Dia santai saja celingukan di tengah jalan padahal mobil-mobil di sekitarnya ribut mengklaksonnya.

Dia melihat sebuah truk melaju cepat ke arahnya. Truk itu mengklaksonnya, tapi tentu saja Gong Ming hanya diam di tempat sambil meringis silau oleh cahaya lampu truk itu.


Untunglah tsebelum truk itu menabraknya, seseorang menarik Gong Ming menjauh dari tengah jalan... dan orang itu adalah Xiang Xiang.

"Apa kau baik-baik saja, kakak?" Tanya Xiang Xiang. Tapi Gong Ming hanya diam menatapnya.

Bersambung ke episode 2

5 comments

salam kenal kakak.. penasaran nii ma klnjutanny.. please buat nyampe slesai ya kak.. ku tunggu

Download nih drama di mana ya??

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon