Powered by Blogger.

Images Credit: KBS2

Sinopsis Manhole Episode 2 - 1

Episode 2: Oh, hidup yang mengerikan. Satu kali lagi.


Soo Jin mencoba menghubungi Phil tapi tidak diangkat-angkat. Soo Jin langsung menggerutu kesal, bisa-bisanya Phil membuang undangannya dan meninggalkannya dan sekarang teleponnya pun tidak diangkat.

Dia langsung Jin Sook untuk menanyakan apakah Phil ada di saat. Jin Sook bingung, mereka kan pergi bersama tadi. Apa dia menghilang. Iya, si bego itu meninggalkannya dan pergi entah ke mana.

Jin Sook santai, yah udah, pulang aja. Lagian Phil sedang dalam kondisi yang tidak baik belakangan ini. Suruh Phil kemari kalau mereka ketemu. Soo Jin jadi tambah kesal, Phil memang selalu susah diprediksi, mereka berdua benar-benar tidak bisa bergaul dengan baik, tidak akan pernah bisa biarpun mereka terlahir kembali, tidak akan pernah.


Jae Hyun mengirim sms, meminta maaf atas perbuatannya tadi, tapi dia seperti itu karena Phil sangat kasar. Soo Jin terus mencoba menghubungi Phil tapi tetap tidak diangkat.

Kesal, dia mengirim sms ancaman, menyuruh Phil mengangkat teleponnya atau dia takkan mau lagi melihat Phil. Tapi tetap saja smsnya tak terbalas dan membuat Soo Jin jadi semakin kesal tak karuan. Dia terus mengirim sms kutukan berulang kali, tapi tetap saja tak ada balasan.


Keesokan harinya, Ibu mengira kalau putra mereka tidak pulang semalam. Ayah menolak mengakui orang itu anaknya. Ibu membenarkan, dia mantan anaknya. Ayo sarapan saja.


Jin Sook dan yang lain mendadak merasa ada yang aneh, berbagai benda di sekitar mereka mendadak menghilang. Sepertinya ada yang hilang. Ah... Phil menghilang!


Phil yang tertarik ke lorong waktu, mendapati dirinya ada di kelas semasa SMA-nya. Bingung, Phil menyapa Pak Guru, sudah lama tak bertemu. Tapi seharusnya dia tidak ada di sini. Ini tidak masuk akal. Ini mimpi, kan?

Kesal, Pak Guru menyuruh Phil untuk menghapalkan pelajaran barusan. Phil tidak peduli, dia cuma ingin tahu kenapa dia ada di sini dan kenapa mereka semua duduk di sini? Jin Sook bertukar pandang bingung dengan Soo Jin, sepertinya Phil sudah gila.

Pak Guru mengira kalau Phil berusaha menghindari situasi dengan berakting gila. Phil tambah histeris, semua ini membuatnya serasa mau gila. Tapi jika dia tidak mengetahuinya 10 tahun yang lalu, bagaimana dia bisa tahu sekarang.

"Dan jika Bapak memukulku 10 tahun yang lalu, kenapa Bapak memukulku lagi sekarang?!"


Jelas saja Pak Guru tambah kesal dan langsung menghajar Phil saat itu juga. Setelah kejadian itu, Goo Gil membantu mengoleskan obat di pahanya. Dal Soo heran, kenapa Phil selalu kena pukul.

Phil heran, dia tahu di mana mereka berada sekarang, tapi kenapa mereka bisa ada di sini? Mereka kan sudah lama lulus. Heran, ketiga temannya mengira kalau Phil pasti kena pukul di kepala juga.


Dia lalu berbaring di pohon sambil menatap telepon 2G jadulnya. Di situ jelas tertera kalau sekarang tahun 2007. Apa sudah gila? Tapi Phil yakin ini bukan mimpi soalnya pahanya sakit banget.

Jin Sook datang dan langsung memukul pahanya yang sakit lalu menempatkan tangan Phil di kepalanya. Phil menggarukkan kepala Jin Sook sambil tanya, apakah Jin Sook percaya perjalanan waktu.


"Bagaimana kalau aku bilang kalau aku berasal dari masa depan?"

"Lalu di mana kau yang di masa sekarang? Katanya dari masa depan, berarti sekarang kau di sini bersama dirimu masa kini. Jadi aku harus melihat kalian berdua."

Phil bingung, iya juga yah. Jin Sook merasa ada satu Phil saja sudah cukup kacau, dua apalagi, bisa hancur dunia ini. Berhentilah bicara omong kosong dan pergilah latihan sana.

Phil tambah stres. Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa ini terjadi? Apa semua ini mimpi? Apakah dia segala sesuatu selama 10 tahun ini, termasuk pernikahannya Soo Jin, cuma mimpi?


Di lapangan, Phil terus merenung memikirkan kejadian aneh ini sampai dia tak mendengar Pak Pelatih memanggilnya. Pak Pelatih langsung mengomeli Phil yang biarpun cepat, tapi start-nya yang selalu lambat.

"Benar, start ku selalu terlambat. Aku selalu buruk dalam memulai sesuatu." Batin Phil sambil melamun.

"Hei! Sadarlah! Fokus! Berapa kali kukatakan padamu, lomba lari itu soal momentum. Momen start dan finish-nya. Semuanya bergantung pada momentum itu."

Pak Pelatih lalu memulai aba-aba. ke-4 pelari pun bersiap. Tapi begitu yang lain sudah berlari, Phil malah berhenti mendadak dan bilang kalau dia berhenti lari.


Soo Jin memotret teman-teman sekelasnya dengan kameranya. Jin Sook penasaran, apa dia baru membelinya. Soo Jin mengaku meminjamnya, tapi orang itu malah memberikan kamera ini padanya. Jin Sook penasaran siapa, tapi Soo Jin tidak mau bilang.

Jin Sook menebak, apa dia oppa yang dari gereja? Apa Soo Jin memutuskan untuk pacaran dengannya? Soo Jin menolak menjawab.


Saat mereka sedang foto-foto di lorong, tiba-tiba mereka mendengar suara jejeritan anak-anak di bawah. Ternyata mereka sedang jejeritan gara-gara Phil yang sedang latihan start. Soo Jin heran, kenapa Phil begitu populer padahal dia bahkan tidak bisa berlari.

"Sebenarnya, semua orang menyukainya kecuali kau." Kata Jin Sook. "Phil menyukaimu. Dia selalu menggodaimu sejak SD."

"Apa maksudmu dia menyukaiku. Dia bahkan tak pernah bilang kalau dia menyukaiku."


Apa Phil perlu bilang? Cowok menyukai cewek jika dia sering menggodanya. Lagipula menyatakan cinta pada teman itu sulit, karena bisa saja kita kehilangan teman. Soo Jin heran mendengar ucapan Jin Sook. Apa Jin Sook menyukai Phil?

"Hei, aku tidak menyukainya atau membencinya karena dia teman. Bagiku dia seperti meja ini. Bukan masalah suka atau tidak, tapi masalah nyaman atau tidak."


"Kalau begitu bagiku, Phil adalah meja yang sangat tidak nyaman." Ujar Soo Jin.


Goo Gil dan Dal Soo mengkritiki Phil yang tidak bisa memulai start dengan baik. Dia suka mencoba hal-hal yang mustahil seperti saat dia memakan lima ekor ayam utuh dan berakhir di IGD. Dia benar-benar kompetitif.

Phil mencoba bertanya pada mereka. Apa mereka pernah melihatnya di suatu tempat? Bukan dia yang ini, tapi dia yang lain. Goo Gil dan Dal Soo sontak menatapnya dengan aneh. Phil dengan serius mengaku kalau dia sebenarnya berasal dari masa depan. Tapi tak ada seorangpun yang percaya.

Tak menyerah, dia terus berusaha meyakinkan mereka. Dia sungguh berasal dari 10 tahun yang akan datang, jadi dia bukan Phil. Dia terus nyerocos heboh, tapi saat dia menoleh kembali, dia malah mendapati kedua seniornya sudah kabur duluan.


Bel sekolah berbunyi tak lama kemudian. Tapi tiba-tiba saja Phil merasakan sakit kepala. Saat itulah dia teringat sesuatu yang akan terjadi hari ini. Soo Jin akan tertimpa sesuatu. Phil sontak berlari.


Tepat saat dia tiba, dia melihat Soo Jin berlari mau mengembalikan bola dan net. Tapi netnya tersangkut di sebuah cermin. Cermin besar dan berat itu langsung oleng tepat ke arah Soo Jin.

Phil berusaha berlari secepat mungkin. Tapi terlambat, kayu itu langsung terjatuh. Tapi syukurlah Soo Jin tidak kenapa-kenapa karena cermin itu terjatuh tak sampai mengenai Soo Jin.


Phil menyuruhnya tetap di situ dan jangan menangis. Tapi Soo Jin langsung terisak. Phil dengan lembut menenangkannya dan hati-hati membantunya berdiri.

"Aku ingat hari di mana Soo Jin yang memiliki 'Tangan Penghancur', menghancurkan cermin sekolah. Aku... apa yang dulu kulakukan?"

Ah, dia ingat. Dia lalu menyuruh Soo Jin masuk dan meyakinkan kalau segalanya akan baik-baik saja.


Phil pun buru-buru menyembunyikan Soo Jin di belakang tembok sebelum Pak Guru datang dan mengakui kalau dialah yang memecahkan cermin itu dengan alasan kalau dia sedang kesal dengan start-nya yang buruk.

Jelas saja Pak Guru langsung menjewer kupingnya Phil dan menyeretnya keluar dari sana, sementara Soo Jin hanya bisa melihatnya tak berdaya.


Pak Guru langsung membawa Phil ke Pak Pelatih olahraga dan menggerutu panjang lebar tentang kelakuan Phil. Tapi kedua guru itu malah ribut sendiri sambil menjewer kedua kuping Phil dan ujung-ujungnya menghukum Phil lari 100 putaran. Phil melongo, yang dulu cuma 50 putaran. Jadi, keadaan bisa berubah.


Soo Jin cemas melihat Phil yang berlari di lapangan. Phil masih harus berlari bahkan setelah sekolah usai. Soo Jin memotretinya dari kejauhan, tapi langsung menyembunyikan dirinya saat Phil berlari di dekatnya.

"Melihatnya seperti ini... membuatnya kelihatan agak sedikit keren. Cuma sedikit."


Tak kuat lagi, Phil akhirnya berhenti sambil memikirkan kembali kejadian semalam. Dia mengantarkan Soo Jin pulang dan Soo Jin memberinya undangan pernikahannya. Lalu dia berniat menyatakan perasaannya.

Tapi mendadak dia ingin buang air lalu dia berdiri di lampu jalan di depan sebuah terowongan. Ah, tiba-tiba dia ingat: Manhole (lubang drainase buatan manusia) yang ada di bawah tiang lampu jalan. Manhole itulah penyebabnya.

 

Phil pun langsung berlari sekencang mungkin mencari manhole itu. Begitu menemukan manhole itu, dia langsung berteriak-teriak memanggil si manhole dan memintanya untuk menariknya kembali.

Dia berusaha membukanya tapi tidak berhasil. Dia terus mencoba segala cara, bahkan pakai acara menyembah si manhole, menginjak-injaknya, mengutukinya, tapi tetap saja tak ada yang berhasil. Jelas saja perbuatannya itu seperti orang gila di mata orang-orang yang lewat.

"Aku tidak mau jadi murid SMA lagi! Aku benci padamu, dasar manhole brengs*k! Jangan bilang kalau aku harus mengalami kehidupan yang sama kedua kalinya? Kehidupan yang bahkan tak bisa kumulai?"


Soo Jin mengambil hasil cetak fotonya. Saat menemukan fotonya Phil, dia menulis tanggal hari ini, hari di mana Phil berlari 100 putaran di lapangan. Dia lalu memasukkan foto itu ke sebuah amplop.

Suk Tae datang saat itu dan melihatnya. Soo Jin memberikan foto-foto Suk Tae yang rata-rata saat dia ketiduran di kelas, Suk Tae sontak kesal melihatnya. Dia melihat Soo Jin memasukkan satu amplop ke kotak surat lalu ngotot mau membawakan tasnya Soo Jin.

 

Dalam perjalanan pulang, Phil melihat Soo Jin jalan bersama Suk Tae yang membawakan tasnya Soo Jin. Phil langsung emosi dan buru-buru mengejar mereka sambil mempelototi Suk Tae.

Suk Tae langsung panik beralasan kalau dia membawakan tasnya Soo Jin karena Soo Jin bilang lengannya sakit. Soo Jin bingung, kapan dia bilang begitu? Phil tambah kesal, berikan tasnya Soo Jin dan pergilah ke tempat bilyarnya Goo Gil.

"Tidak bisa, aku harus belajar."

"10 tahun mendatang pun kau masih tetap belajar. Jadi jangan membantah dan pergi saja ke sana!"


Ketakutan, Suk Tae pun menyerahkan tasnya Soo Jin lalu kabur. Soo Jin langsung merebut tasnya dari tangan Phil, kesal karena Phil membuatnya merasa tidak nyaman. Phil tak percaya mendengarnya, dia tidak masalah dengan Suk Tae, tapi kenapa malah tidak nyaman dengannya?

"Aku merasa tidak nyaman karena kau orangnya. Kau selalu menjadi meja yang tidak nyaman sejak dulu."

Phil membatin "Lebih baik kalau aku benar-benar jadi mejamu saja. Karena saat kau ketiduran di atasnya aku..."


Phil tiba-tiba ingat manhole-nya dan langsung menyeret Soo Jin ke sana. Kesal, Soo Jin mau pergi. Tapi Phil mencegahnya dan tanya apakah dia Soo Jin masa kini atau Soo Jin masa depan? Soo Jin tidak mengerti maksudnya apa.

Phil heboh berusaha mengingatkan Soo Jin akan kejadian semalam. Dia mengantarkan Soo Jin pulang, ingat kan? Soo Jin memberinya sesuatu semalam, ingat kan? Lalu Soo Jin menunggunya karena dia harus buang air di sini sekitar jam 12 malam lalu dia terjatuh ke manhole ini.

Soo Jin benar-benar kesal, Apa Phil jadi tidak waras gara-gara lari 100 putaran? Omong kosong apa yang Phil omongin ini? Semalam dia tidur lebih awal setelah menonton drama, bagaimana bisa dia menemui Phil di sini jam 12 malam? Sadarlah, kalau dia terjatuh ke manhole ini maka dia pasti akan mati.


Soo Jin langsung pergi. Phil ahirnya sadar kalau dia memang benar-benar Soo Jin masa kini. Frustasi, dia langsung mengejar Soo Jin dan nyerocos tentang Soo Jin yang akan belajar mengendarai motor matic di usia 20 tahun, tapi dia terjatuh dan patah lengan.

Dia juga menunjuk suatu tempat di ujung dan berusaha menjelaskan pada Soo Jin untuk tidak salah paham. Waktu itu karena dia dipaksa minum banyak oleh para seniornya, dia tidak bermaksud membuat Soo Jin menunggu. Soo Jin jelas bingung, mengira Phil sedang tidak waras karena udara panas.


Saat mereka melewati apotik, Phil memperingatkan Soo Jin untuk berhati-hati dengan apoteker. Dia bisa dibawa si apoteker ke ruang hiburan serba guna dan melakukan sesuatu padanya.

"Ngomong apaan sih?!" Kesal Soo Jin.


Mereka bertemu Jin Sook di depan toko dan jin Sook langsung menyeret Phil menjauh dan memberitahu kalau Soo Jin sekarang sedang dekat dengan Oppa Gereja yang mata keranjang dan sudah mencium semua gadis cantik di lima sekolah di daerah ini. Dan hari ini, si oppa itu akan mencium Soo Jin.

Kesal, Soo Jin langsung pergi. Phil mau mengejarnya, tapi Jin Sook mencegah soalnya dia belum ngasih tahu tempatnya. Phil merasa ciuman itu bukan apa-apa, kemarin saja si apoteker itu membawa Soo Jin ke ruang hiburan serba guna... ah, sudahlah. Kenapa juga dia musti ngasih tahu Jin Sook. Phil langsung pergi sambil menggerutu galau sepanjang jalan seperti orang gila.

Bersambung ke part 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon