Powered by Blogger.

Images Credit: KBS2

Sinopsis Manhole Episode 2 - 2


Phil bertemu Jung Ae di tengah jalan dan hampir saja jantungan melihat dandanan noraknya. Apa riasannya selalu seperti ini? Apa maksudnya selalu? Baru juga dua bulan Jung Ae dandan begini.

"Apapun yang kau lakukan dengan wajahmu, suamimu tidak akan berubah." Kata Phil. Dia mau pergi, tapi Jung Ae tiba-tiba minta bantuannya sambil ber-aegyo.


Tak berapa lama kemudian, mereka semua berkumpul di restoran. Jung Ae kesal pada Phil, dia kan maunya bertemu dengan Dal Soo seorang, kenapa Phil malah memanggil semua orang. Dal Soo meminta Jung Ae untuk mengatakan apa yang mau dikatakannya sekarang.

Jung Ae dengan malu-malu menyodorkan surat cinta. Tapi malah Goo Gil yang merebut suratnya. Phil merebut kembali surat itu lalu menyerahkannya ke Dal Soo, ini surat cinta. Dal Soo kaget, untuknya?


Jung Ae meminta Dal Soo supaya tidak menunjukkannya pada siapapun lalu melesat pergi dari sana dengan malu. Phil panik mau memperingatkannya tentang lantainya yang basah dan sontak saja Jung Ae kepleset.

Malu, dia buru-buru pergi dan BUK! nabrak pintu kaca. Duh, malunya. Tapi Jung Ae tetap bahagia sudah berhasil menyerahkan surat cintanya.


Goo Gil menggerutu kesal, iri dengan Dal Soo yang mendapat surat cinta. Dal Soo tidak membuka suratnya, dia tahu tentang perasaan Goo Gil pada Jung Ae. Kalau begitu sobek saja suratnya. Oke, Dal Soo sudah hendak melakukannya.

Tapi Phil langsung menggebrak meja, berhentilah bersikap kekanak-kanakan! Goo Gil tidak terima cintanya disebut kekanak-kanakan. Phil menyarankan Goo Gil untuk melupakan Jung Ae saja. Goo Gil menolak, cinta itu perjuangan, dia tidak akan menyerah.

Frustasi, Phil mengajak mereka minum soju saja, dia butuh minum. Jelas saja ketiga temannya langsung menatapnya dengan aneh.


Mereka ke tempat bilyar, Phil menghabiskan berbototl-botol soju sementara ketiga temannya menatapnya dengan heran. Sepertinya terjadi sesuatu pada Phil, dari tadi dia bicara omong kosong terus. Suk Tae merasa ini salahnya, tadi dia ketangkap basah membawakan tasnya Soo Jin.


Beberapa tentara datang tak lama kemudian dan langsung menggerutu Phil yang masih SMA tapi sudah berani minum. Phil langsung marah, sebentar lagi dia akan berusia 30 tahun. Jadi kenapa juga dia tidak boleh minum?

Para tentara itu malah ketawa. Phil tambah kesal dan langsung berjalan ke arah mereka. Tapi Suk Tae langsung ketakutan mengira Phil mau menghajarnya dan langsung kabur.


Tapi di tengah jalan, dia kesandung kakinya sendiri dan hampir saja bertabrakan dengan seorang pengendara motor.

Pengendara motor berhasil menghindari tabrakan dan membuat dirinya sendiri terjatuh. Si pengendara motor sontak kesal, tapi ternyata dia adalah Ayahnya Suk Tae sendiri. Suk Tae lalu menceritakan alasannya melarikan diri.


Suk Tae berkata kalau Phil meremehkannya hanya karena Ayahnya pemilik kantor pos, sementara Ayah Suk Tae cuma pegawai kantor pos. Ayah jelas kesal, jadi selama ini Suk Tae membiarkan Phil menginjak-injaknya?!

Suk Tae langsung meminta maaf dengan takut-takut. Berusaha mengendalikan emosinya, Ayah menyalahkan dirinya yang sudah terlalu lembut dalam membesarkan Suk Tae. Sekarang saatnya balas dendam.

Balas dendam yang paling mengerikan di dunia ini adalah mencuri. Rebut apa yang paling berharga bagi Phil. Dengan begitu, Suk Tae akan bisa menghancurkan Phil sepenuhnya tanpa perlu menumpahkan darah.

Teringat Soo Jin memasukkan surat yang dia tujukan pada Phil ke kotak surat tadi, Suk Tae langsung punya ide dan meminta bantuan ayahnya. Tak berapa lama kemudian, mereka sudah membakar beberapa surat sambil ketawa jahat.


Soo Jin tersenyum, mengagumi foto-foto Phil yang diambilnya tadi. Hatinya berbunga-bunga teringat bagaimana Phil menenangkannya dan menyelamatkannya tadi. Tapi semenit kemudian dia sadar, dia sudah apa? Ngapain senyam-senyum? Sadar! Sadar! Tapi ujung-ujungnya dia senyum lagi, Phil terlihat tampan di foto ini.

Ponselnya berbunyi saat itu. Dia dapat sms yang mengatakan: Keyakinan, harapan dan cinta. Namun yang terbaik di anatara ketiganya adalah cinta.


Memikirkan hal itu, Soo Jin mengsms Phil dan berterima kasih atas hari ini. Tapi tak diketahuinya, Phil sedang berkelahi dengan para tentara di tempat bilyar.

Tak mendapat balasan, Soo Jin memberitahu kalau dia sebenarnya mau pergi ke suatu tempat, tapi dia mau membatalkannya jika Phil ingin menemuinya. Dia akan menunggu Phil. Dia terus menunggu dan menunggu balasan dari Phil, tapi balasan itu tak kunjung tiba... karena Phil sibuk berkelahi terus-menerus.


Soo Jin lama-lama jadi kesal, tidak terima diacuhin. Dia bahkan mengancam Phil untuk menjawabnya sekarang, ini kesempatan terakhirnya. Tapi Phil masih sangat sibuk berkelahi, jadilah sms Soo Jin tak terbalas.

 

Perkelahian itu baru berhenti setelah Ayahnya Goo Gil datang dan kedua orang tua Phil dipanggil ke sana. Ayah Goo Gil yang juga mabuk berat, marah-marah mengkritiki kedua orang tua Phil yang tidak becus mendidik anak.

Phil menggerutu mabuk, menyuruh Ayah Goo Gil untuk berhenti minum. Tahun 2014 nanti, Goo Gil harus menggelar upacara pemakaman Ayahnya dan banyak mengalami kesulitan. Kesal, Ayah Phil langsung meninju perut Phil.


Phil sontak bangkit dan tiba-tiba saja dia memimpikan Soo Jin sudah menikah dengan Jae Hyun. Phil menerobos masuk dan menyatakan keberatannya akan pernikahan ini. Tapi acara tetap berlangsung seolah Phil tidak kelihatan di sana dan pasangan itu dinyatakan sebagai suami istri.


Terbangun dari mimpinya, Phil mendapati dirinya didorong kedua orang tuanya masuk kamar mandi. Ayah tanya apakah Phil yang mencuri kamera digital baru mereka. Phil bingung... tapi akhirnya dia ingat kalau dia memberikan kamera digitalnya pada Soo Jin.

Ayah curiga, jangan-jangan Phil sudah menggadaikannya. Ibu menggerutu kesal, menyesal sudah membiarkan Phil bergabung tim pelari di sekolah. Mereka berdua akhirnya sepakat mengacuhkan Phil.


Phil stres. Sama sekali tidak mengerti kenapa dia bisa ada di sini? Apa dia harus memperbaiki segalanya dan hidup dengan benar? Apa lebih baik dia berhenti jadi atlet dan mengambil kesempatan lain untuk hidup.


Dia langsung membayangkan dirinya diterima di jurusan medis, dipuja banyak orang, lalu jadi dokter atasannya Jae Hyun, ketiga temannya jadi bodyguard-nya, Soo Jin jatuh cinta padanya, lalu mereka menikah dan semua orang bertepuk tangan.


Phil ketawa ngakak dengan khayalan indahnya itu. Ayah sontak kesal dan sudah mau membunuhnya pakai garpu, tapi Ibu mencegahnya. Phil mendadak semangat, dia sudah melewati semua ini, dia pasti tahu jawabannya. Oke, jalani saja.

"Kau akan menulis ulang kisah hidup Bong Phil!"


Phil memutuskan mau belajar saja. Dia harus bisa jadi juara kelas dan membuat Soo Jin terkejut. Pasti takkan lebih sulit dari penempaan atlet. Tapi begitu melihat rumus-rumus matematika di hadapannya, kepalanya langsung puyeng.


Tiba-tiba dia ingat ucapan Jin Sook tadi. Soo Jin kencan dengan Oppa Gereja yang mata keranjang dan sudah mencium semua gadis cantik. Phil langsung emosi lagi memikirkan ciuman pertama Soo Jin sudah dicuri oleh pria itu.

Lalu selama 6 bulan ke depan, pria itu mempermainkan Soo Jin dan mencampakkannya seperti sampah. Dia akhirnya batal belajar dan memutuskan untuk memulai masa depan barunya dari si baj*ngan itu lalu pergi.


Jin Sook sedang belajar, saat Phil tiba-tiba memanjat jendela kamarnya dan tanya Soo Jin ada di mana. Begitu mendapat informasinya, Phil langsung lari ke sana. Tapi di tengah jalan, dia terhalang lampu merah.

Tiba-tiba dia ingat dirinya babak belur dihajar si brengs*k di belakang gereja. Si brengs*k itu ternyata sudah latihan tinju selama 5 tahun. Tak bisa menghadapi pria itu sendirian, Phil pun langsung memanggil teman-temannya dan minta bantuan mereka.


Di gereja, Phil geregetan melihat Soo Jin duduk berdampingan dengan Oppa Gereja itu. Apalagi kemudian dia melihat pria itu menempatkan tangannya ke belakang punggung Soo Jin.

Suk Tae takut, soalnya pria itu petarung terbaik di sekolahnya. Lebih baik mereka jaga perdamaian saja. Phil tidak peduli, toh pria itu masih bocah setangguh apapun dia. Suk Tae mengoreksi, dia dua tahun lebih tua dari mereka soalnya dia sempat cuti sekolah.

"Hari ini, aku 8 tahun lebih tua darinya!" Geram Phil.

Pria itu merasa dirinya sedang digosipkan dan langsung menoleh ke Phil. Kesal, Phil langsung membuat isyarat mau membunuhnya.


Setelah misa usai, Phil langsung mendekati pria itu sambil nyindir. Soo Jin langsung panik melihat mereka dan menggerutui Phil, kenapa dia bersikap seperti ini padahal dia mengacuhkan semua sms-nya tadi.

Mengabaikannya, Phil menyatakan kalau pertarungan balas dendam mereka akan dimulai hari ini. Pria itu jelas bingung, mereka bahkan tidak saling kenal tapi Phil malah bilang pertarungan balas dendam. Phil meyakikan kalau dulu mereka pernah bertarung.

"Benarkah? Kalau begitu kau pasti hampir mati karenanya. Karena aku tidak pernah sekalipun kalah bertarung." Bisik pria itu.

Soo Jin membisiki Phil untuk tidak melakukan yang aneh-aneh. Dia tidak akan menang. Tak ingin terjadi apapun, Soo Jin mengajak pria itu pergi. Tapi Phil malah mengkritiki Soo Jin yang benar-benar buruk dalam menilai pria.

"Baj*ngan ini benar-benar sampah! Kau hanya akan dipermainkan lalu dicampakkan dalam waktu enam bulan."


Pria itu jelas kesal dan langsung membisiki ancaman ke telinga Phil. Phil tidak takut dan balas menyindirnya. Soo Jin panik dan berusaha menyuruh ketiga temannya untuk menghentikan kedua pria itu, tapi mereka malah ribut sendiri.

Phil terus saja mencaci pria itu sampai pria itu tak tahan lagi dan menyatakan perang. Phil menerima tantangannya sambil berterima kasih pada manhole yang sudah memberinya kesempatan balas dendam.

"Akan kupastikan kau tidak bisa mencium wanita lain lagi dengan bibir sok manis berbisa itu!" Geram Phil.

Karena tak mungkin bertarung di sini, pria itu mengajak Phil pindah tempat. Phil tahu, ke Taman belakang gereja, kan? "Di sana akan jadi kuburanmu. Dan aku ini bangkit dari kubur, tahu! Kisah masa laluku yang penuh dengan kesegsaraan, akan berubah di sana."

 

Tapi begitu di taman, Phil malah bingung mencari sesuatu. Ketiga temannya berpikir kalau Phil mungkin menyesal, semua orang tahu hasil pertarungan ini. Jung Ae dan Jin Sook datang tak lama kemudian dan keheranan melihat tingkah Phil.

Jin Sook heran, kenapa Soo Jin berdiri di samping pria itu. Itu karena Soo Jin berada di pihak lawan, dia sudah meninggalkan mereka. Jin Sook mau menghentikan Phil, tapi Dal Soo mencegahnya.


Phil akhirnya menemukan apa yang dicarinya. Teman-temannya penasaran, dia cari apa? Phil tak menjawab dan mulai menantang pria itu bertarung di sana. Pria itu langsung menendang tongkat kayunga Phil dan agresif meninju Phil. Dia bahkan tak memberi kesempatan pada Phil untuk menyerang balik.


Di sebuah rumah, seorang ayah sedang nonton film kartun Cinderella bersama putrinya. Dia memberitahu putrinya kalau Cinderella akan kembali normal lewat jam 12 malam.


Saat itu adalah jam 11:28 malam. Phil terus dihajar tanpa ampun hingga dia ambruk tak berdaya. kemudian Jin Sook berusaha menyemangatinya, pria itu kesal dan mengusir Jin Sook. Phil pun bangkit dan langsung berusaha menunjuk pria itu.


Dalam usahanya menghindari tinju dadakan itu, pria itu malah tak sengaja membuat kakinya tersangkut ke sekat penutup got.

Dalam kejadian aslinya 10 tahun yang lalu, kaki Phil yang sebenarnya tersangkut di situ. Makanya dia bisa dihajar dengan mudahnya. Sekarang keadaan terbalik dan Phil pun langsung menghajar pria itu tanpa ampun sampai pria itu pun ambruk.


Teman-temannya senang dengan keberhasilannya. Tapi Soo Jin malah memukul punggungnya. Kesal karena Phil tidak membalas sms-nya tadi. Seharusnya dia membalas pesannya tadi, apa perlu membuat keributan begini?

"Pesan apa? Kau mengirim sms padaku?"


Kesal, Soo Jin pun langsung pergi. Pria itu tiba-tiba bangkit dan langsung mengambil tongkat kayu lalu mengayukannya ke arah Jung Ae. Goo Gil langsung sigap menjadikan tubuhnya untuk menamengi Jung Ae.


Phil langsung meninju pria itu sampai pingsan lalu bergegas pergi menyusul Soo Jin. Dia menarik tangan Soo Jin. Tapi tepat saat itu juga, waktu menunjukkan tepat tengah malam. Seketika itu pula jiwanya Phil keluar dari tubuhnya.


Waktu seolah terhenti lalu tiba-tiba saja jiwanya Phil terbang melewati lorong waktu lagi. Dia kemudian keluar dari manhole err... dengan dandanan ala preman? Anehnya, tempat di sekitarnya juga tampak berbeda dari sebelumnya, sekarang tempat itu penuh dengan sampah.


Seorang pengumpul kardus bekas lewat dan terdengar siaran radio yang memberitakan perkelahian antar geng mafia. Phil berjalan keheranan... sampai saaat dia tak sengaja melihat bayangan dirinya di kaca yang pakai pakaian preman lengkap dengan segala macam perhiasan emas dan tato di lengan. Phil shock melihat dirinya, apa ini sungguh dia?

(Masa kini, jam 12 siang tahun 2017, 6 hari sebelum pernikahan Soo Jin)

Bersambung ke episode 3

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon