Powered by Blogger.

Images Credit: SBS

Sinopsis Reunited Worlds Episode 13



Hae Sung terburu-buru ke tempat festival kembang api mengira dirinya terlambat, tapi malah mendapati Jung Won tak ada di sana bahkan sampai festival kembang apinya dimulai.

Hae Sung sedih melihat orang-orang di sekitarnya yang berkumpul dan bercanda tawa dengan keluarga dan orang-orang tercinta, sementara dia sendirian dan kesepian. Hae Sung hanya bisa mendesah sedih dan akhirnya memutuskan berjalan pergi.


Dia tak tahu kalau Jung Won sedang menjaga Min Joon yang harus dirawat di RS. Gelisah karena dia sudah sangat terlambat, tapi tak mungkin meninggalkan Min Joon sendirian. Min Joon akhirnya sadar tak lama kemudian. Jung Won pun cepat-cepat memanggil dokter.

Min Joon tak enak sudah merepotkan Jung Won. Ah, dia ingat kalau Jung Won harus pergi ke suatu tempat. Min Joon minta maaf karena sudah menghalangi Jung Won. Sebaiknya dia pergi saja sekarang, dia sudah baikan kok.

Jung Won ragu, tak tenang kalau harus meninggalkan Min Joon seorang diri. Min Joon meyakinkan kalau dia bisa memanggil orang lain kemari, jadi Jung Won bisa pergi. Dia sudah merasa bersalah, jangan membuatnya jadi semakin merasa bersalah, pergilah.


Beberapa pegawai mereka datang saat itu. Baguslah, mereka datang di saat yang tepat. Jung Won langsung bergegas pergi ke tempat festival. Dia celingukan mencari Hae Sung, tapi tak melihatnya di mana-mana.


Tepat saat itu, Hae Sung kembali dan melihat Jung Won. Hae Sung sedih melihatnya. Tapi saat Jung Won berpaling padanya, dia langsung pasang senyum ceria dan tanya apakah terjadi sesuatu pada Jung Won.

Jung Won pun cerita tentang Min Joon yang ketabrak mobil, makanya dia telat. Hae Sung langsung cemas, apa Min Joon baik-baik saja. Iya, syukurlah lukanya tidak parah. Jung Won minta maaf karena telat soalnya tadi dia dalam perjalanan ke RS. Tidak masalah, Jung Won kan memang tidak bisa berbuat apa-apa di saat seperti itu.

"Sayang sekali. Kukira aku bisa melihat kembang api tahun ini." Desah Jung Won. "Bagaimana kembang apinya? Cantik tidak? Mereka pasti cantik sekali."


"Iya, sangat cantik." Ujar Hae Sung dengan senyum cerianya. Tapi senyumnya langsung memudar saat Jung Won sedang tidak melihatnya.

Tapi kemudian Jung Won melihat ekspresinya dan jadi merasa bersalah karenanya. Dia sungguh-sungguh minta maaf. "Tahun depan, kita harus memastikan untuk melihat festival kembang api apapun yang terjadi. Tahun depan kira bawa saja tenda kemari, itu akan lebih baik."


Hae Sung pasti belum makan, kan? Jung Won langsung memberikan tasnya, meminta Hae Sung untuk menata alas piknik dulu, sementara dia sendiri pergi sebentar entah ke mana. Hae Sung pun membuka bekal makanan yang dibuat Jung Won. Tapi ke mana Jung Won?

Saat Jung Won kembali tak lama kemudian, tiba-tiba dia berlari-lari sambil membawa kembang api sebagai ganti kembang api yang mereka lewatkan tadi. Dia bahkan joget kepiting, sama persis seperti yang dilakukannya semasa SMA dulu hingga Hae Sung menyemburkan tawa.


Mereka berpisah di halte depan rumahnya Jung Won. Tapi Hae Sung tak segera pergi dan terus mengawasi Jung Won. Mereka saling dadah-dadah sepanjang jalan sampai Jung Won masuk rumah.

 

Err... tapi kemudian Hae Sung dan Jung Won duduk berdampingan di sofa sambil nonton TV. Suasana santai awal, tapi kemudian Jung Won menyuapkan popcorn ke Hae Sung.

Hae Sung langsung menatapnya dengan intens. Jung Won masih santai menyuapi Hae Sung, sampai saat dia menyadari popcorn yang disuapkannya nempel di bibir Hae Sung. Seketika itu pula suasana mendadak berubah lebih menegangkan.


Jung Won menarik popcornnya dan berniat memakannya sendiri, tepat saat Hae Sung juga berniat memakannya hingga membuat wajah mereka jadi sangaaaaaat dekat. Mereka saling menatap sebelum kemudian saling memejamkan mata dan Hae Sung bergerak semakin mendekat untuk menciumnya...


Dan alarm pun berbunyi. Halah! Cuma mimpi toh? Jung Won tersentak bangun dari mimpi indahnya itu sambil menyentuh bibirnya. Mungkin mimpinya terasa nyata kali, yah. Heee. Tapi begitu sadar apa yang dia pikirkan, Jung Won sontak menggerutui dirinya sendiri. Itu cuma mimpi, tidak ada seorangpun yang tahu, kan?


Hae Sung kembali ke RS Taesan. Dia yakin kalau orang yang membunuhnya ada di RS ini. Dia langsung berkeliling, tapi dadanya tidak terasa sakit. Dia mencoba pergi ke mall, tapi dadanya tetap tidak terasa sakit.

Dia akhirnya keluar, dan saat itulah sakit di dadanya kembali terasa. Dia langsung celingukan mencari pelakunya. Tapi Tuan Cha sudah masuk ke dalam mobilnya hingga Hae Sung tak melihatnya.


Tapi Tuan Cha tak sengaja melihatnya dan langsung mendelik heran. Hae Sung melihat seorang Ahjussi lewat. Dia langsung mengejar Ahjussi itu, tapi dadanya tidak terasa sakit. Ahjussi itu jelas kesal, Hae Sung pun langsung meminta maaf.


Tuan Cha keheranan memikirkan Hae Sung sepanjang jalan. Tapi perhatiannya teralih saat ponselnya berbunyi dari Bibinya Min Joon. Tuan Cha menolak bicara apapun dengannya dan berniat menutup telepon. Tapi Bibi menyela dan memberitahu kalau dia didatangi seorang polisi.

Mereka akhirnya ketemuan di cafe. Bibi mengaku didatangi seorang polisi di hari pemakaman suaminya. Polisi itu menanyainya karena dia penasaran terkait kasus kecelakaan mobil di depan sekolah 12 tahun yang lalu itu.


Tapi Tuan Cha tidak perlu khawatir. Bibi tidak mengatakan apapun kok. Tuan Cha nyinyir, apa Bibi butuh uang. Datang saja ke mall-nya minggu depan.

"Lupakan tentang itu. Aku kemari karena ada yang mau kutanyakan. 12 tahun yang lalu, kenapa suamiku menerima permintaan tidak masuk akal itu? Pasti bukan karena uang. Apa yang kau katakan pada suamiku waktu itu."

Tuan Cha mendengus licik dan langsung beranjak bangkit. "Kuperingatkan kau. Sebaiknya kau jaga mulutmu dan sikapmu."


Bibi mengunjungi Min Joon di RS dan membawakan foto kenangan Min Joon yang berpose bersama mendiang Paman. Bibi berkata bahwa Paman sering menatap foto itu. Min Joon tentu ingat dengan foto ini dan berjanji akan menyimpannya dengan baik.

Bibi mengaku kalau dia mau pindah ke Australia, ke rumah unnie-nya yang ada di sana. Dengan mata berkaca-kaca, dia meminta Min Joon untuk tidak sakit dan hiduplah dengan baik.

"Bibi juga harus tetap sehat."

"Kau juga. Kau sebatang kara setelah kehilangan ibumu saat kau umur 10 tahun, tapi ayahmu malah bilang kalau dia sudah punya keluarga baru dan tak mau repot-repot mengurusmu. Tidak seharusnya dia melakukan itu jika dia seorang ayah."

"Jangan menangis, Bibi. Aku tidak peduli sama sekali."

"Maafkan aku, Min Joon-ah. Maafkan aku."


Hae Sung memperbaiki pipa air di rumahnya Jung Won lalu meninggalkan pesan sebelum pergi. Dia membuka pintu dan hampir saja jantungan melihat Ahjussi yang entah kapan sudah ada di situ.


Tapi kemudian Hae Sung melihat Ahjumma pemilik kontrakan naik sambil menggerutu kesal. Hae Sung langsung panik berusaha menyembunyikan wajahnya. Mengenali Hae Sung sebagai sepupunya Jung Won, Ahjumma langsung ngomel-ngomel menggerutui Jung Won yang masih belum bayar sewanya.

Hae Sung meminta maaf, tapi Ahjumma tak peduli dan memaksa Hae Sung untuk membuka pintunya. Pokoknya hari ini dia bertekad mau mengeluarkan barang-barangnya Jung Won. Dia hendak melangkah, tapi tiba-tiba saja dia tersandung sesuatu.


Ahjumma hampir terjatuh, tapi Ahjussi sigap menangkapnya sambil senyum manis. Ahjumma sampai terpesona, Ahjussi sangat kuat. Berhubung Ahjussi sudah mencegahnya terjatuh hari ini, Ahjumma membatalkan niatannya untuk mengusir Jung Won lalu pergi.


Ahjussi menawarkan beberapa lembar uang yang dimilikinya pada Hae Sung, tapi Hae Sung menolaknya. Hae Sung dan Ahjussi lalu pergi makan siang bareng. Hae Sung penasaran bagaimana caranya Ahjussi mendapatkan uang sampai bisa membiayai semua biaya perawatan putranya.

Hae Sung juga ingin mencari uang biar bisa membantu adik-adiknya dan teman-temannya. Tapi sekarang ini dia tak bisa melakukan apapun karena tak punya identitas.

Ahjussi dengan santainya mengaku bahwa dia lahir tahun 1910, Tahun Anjing, waktu Korea mulai dijajah Jepang. Ahjussi bahkan mengalami semua perang yang terjadi dulu. Jadi menurut Hae Sung, apa kira-kira pekerjaannya semasa hidup dulu? Entahlah, Hae Sung tak bisa menebaknya.


"Penggali ginseng." Ujar Ahjussi.

Ahjussi bercerita bagaimana dulu dia mencari nafkah dengan menggali ginseng. Hidupnya bahagia bersama keluarganya. Suatu hari, dia menemukan ginseng liar yang sangat besar.

Tapi kemudian, dia pergi ke Seoul tanpa membawa ginseng itu dan tidak pula bercerita pada siapapun. Dia datang ke Seoul untuk mencari pelanggan kaya yang mau membeli ginseng itu.

"Aku mengerti. Jadi Ahjussi menjual ginseng dan jadi kaya?"

"Aku menyeberangi Sungai Han dan kapalnya terbalik dan aku mati tenggelam." Ahjussi menyesal, seharusnya dia mengambil ginseng itu dan memberikannya pada istrinya.


Saat dia kembali ke dunia ini, Ahjussi penasaran apakah ginsengnya masih ada dan mendapati ginseng itu tumbuh semakin membesar. Dia lalu menjualnya ke toko yang menjual ginseng dan dari situlah Ahjussi mendapatkan banyak uang. Dia membiayai biaya perawatan putranya dan pemakamannya dengan uang itu.


Ahjussi mengaku kalau dia masih ada sisa uang walaupun tidak banyak dan dia ingin memberikannya pada Hae Sung. Hae Sung tak enak dan menolaknya. Tapi Ahjussi bersikeras ingin memberikannya, dia sudah tidak butuh uang lagi. Dia bahkan langsung pergi ke loker subway tempat dia menyimpan uang tunai yang ternyata cukup banyak.


Jung Won sedang bekerja. Tapi lagi-lagi Soo Ji memberitahunya bahwa ada dua lelaki sangar datang mencarinya. Jung Won heran kenapa mereka datang lagi, dia kan sudah membayar bunga hutangnya.

Tapi yang tak disangkanya, para lintah darat itu malah bilang kalau semua hutangnya Jung Won sudah terbayar lunas. Hah?

Mereka berkata bahwa setelah menghitung semua hutang pokok dan bunga yang sudah Jung Won bayar selama ini, mereka baru sadar kalau Jung Won sebenarnya sudah tidak berhutang lagi pada mereka. Karena itulah, sekarang mereka mengembalikan surat hutangnya dan menyuruh Jung Won menyobeknya.

Jung Won melakukannya dengan takut-takut, tapi kedua preman tetap menyemangatinya hingga Jung Won makin semangat menyobek-nyobek surat hutang itu. Kedua preman pun pamit, kalau begitu sekarang mereka tidak perlu ketemu lagi. Terima kasih sudah melunasi hutangnya.

 

Begitu mereka pergi, Jung Won langsung berlutut sambil sambil jejeritan lebay saking senangnya karena hutangnya sudah lunas. Dia berniat mau memberitahu Hae Sung, tapi kemudian ingat kalau Hae Sung tidak bisa mengangkat telepon.


Dia tidak tahu kalau hutangnya lunas sebenarnya karena Ahjussi dan Hae Sung yang membayarnya. Kedua preman langsung melapor ke mereka. Mereka meyakinkan kalau mereka sudah mencoret nama Jung Won dari buku mereka dan menunjukkan surat hutang yang sudah disobek Jung Won.

Hae Sung sungguh berterima kasih pada Ahjussi. Ahjussi senang bisa membantu melunasi hutangnya Jung Won. Jung Won kan berhutang untuk membiayai perawatan Neneknya Hae Sung, jadi Ahjussi secara tak langsung membayar kebaikan Hae Sung padanya.


Malam harinya, Jung Won dengan antusias memberitahu Hae Sung tentang hutangnya yang sudah lunas. Hae Sung pura-pura kaget dan senang melihat kebahagiaan Jung Won. Sekarang Jung Won bisa membayar sewa rumahnya tepat waktu.

"Aku merasa banyak hal baik terjadi padaku sejak kau kembali. Terima kasih, Hae Sung-ah." Ujar Jung Won sambil berjalan mundur. Tapi malah tak sengaja tersandung kakinya sendiri sampai terjatuh.

Hae Sung langsung cemas. Apalagi badan Hae Sung gemetar. Apa dia kesakitan? Tapi ternyata Jung Won gemetar bukan nangis, malah ketawa gara-gara menemukan uang 50 sen.


Mereka lalu ke bioskop. Jung Won ingin nonton film horor. Tapi kemudian dia ditelepon Jin Joo yang tanya apakah dia sudah pulang kerja. Jung Won bingung menjawab, Jin Joo menduga kalau Jung Won masih di restoran.

Jung Won mengiyakannya, dia bakalan pulang larut hari ini. Memangnya ada apa Jin Joo nelpon? Jin Joo berkata kalau Ho Bang mau makan jeroan babi di tepi Sungai Han, Moon Sik dan Tae Hoon juga akan datang. Karena itulah Jin Joo menelepon untuk mengajak Jung Won.

Jung Won bilang tidak bisa, entah kapan dia bisa pulang. Yah apa boleh buat, tapi kalau Jung Won bisa menghubungi Hae Sung, bilang padanya kalau mereka lagi ngumpul.


Jin Joo mematikan teleponnya sambil santai memasukkan berbotol-botol minuman keras kedalam troli. Tapi saat dia menoleh, dia malah kaget melihat ada bayi di troli dan orang tua bayi itu sedang mempelototinya kesal. Wkwkwk. Dia sudah salah troli ternyata. Dasar Ho Bang!


Ho Bang sendiri sedang menggerutu kesal sambil asal memasukkan semua snack yang ada di rak kedalam troli. Kesal karena kedua teman mereka mau ikutan padahal dia kan maunya berduaan sama Jin Joo.


Tapi saat Jung Won dan Hae Sung mau beli tiket, petugas malah menuntut KTP mereka soalnya film yang mau mereka tonton R-rated. Jung Won berusaha meyakinkan kalau mereka lupa bawa, tapi petugas tegas tidak memperbolehkan mereka masuk.

Yah sudahlah. Ayo pulang saja dan nonton film lain sambil makan popcorn dan minum bir. Hae Sung setuju. Mereka pun pulang untuk nonton film horor di TV. Lampu mereka matikan biar suasananya mirip bioskop.

Jung Won dengan santainya mundur mendekat ke Hae Sung, sama sekali tidak menyadari kalau perbuatannya itu membuat Hae Sung jadi gugup.


Jung Won fokus menonton filmnya sambil menutup mata dengan ketakutan. Hae Sung malah lebih tertarik melihat tingkah imut Jung Won, sama sekali tidak tertarik dengan filmnya.


Saking takutnya, Jung Won memutuskan untuk me-mute suara filmnya. Tapi tepat saat itu juga, mereka mendengar suara teman-teman mereka di depan. Hae Sung antusias mau keluar menemui mereka. Tapi Hae Sung buru-buru mencegahnya dan membekap mulutnya.

Bersambung ke episode 14

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon