Powered by Blogger.

Images Credit: SBS

Sinopsis Reunited Worlds Episode 14


Hae Sung langsung tegang saat Jung Won merangkulnya dan membekap mulutnya dalam jarak dekat. Jung Won menyuruhnya diam, soalnya tadi dia bohong ke Jin Joo kalau dia masih kerja. Dia lalu membawa Hae Sung untuk bersembunyi di belakang TV.

Keempat teman mereka berkumpul di teras rumahnya Jung Won sambil memanggang perut babi. Ho Bang kesal setengah mati pada Tae Hoon dan Moon Sik. Apa mereka tidak sibuk? Tapi tetap saja tak ada yang ngeh dengan kekesalannya.


Jin Joo lalu masuk untuk mengambil kimchi. Jung Won langsung mendorong kepala Hae Sung menunduk sangat dekat dengannya. Baru setelah Jin Joo keluar, mereka saling menyadari kedekatan mereka dan langsung gugup karenanya.

Jung Won bingung harus bagaimana. Hae Sung usul agar mereka keluar saja. Tapi menurut Jung Won, sekarang ini sudah terlalu terlambat, jadi sebaiknya jangan. Mereka mendengar suara teman-teman mereka yang mulai bersulang.


Mereka lalu main dengan ribut. Ho Bang dan Jin Joo sama-sama kalah. Kesempatan, Ho Bang langsung mau mencium Jin Joo yang jelas saja membuat Jin Joo kesal. Hae Sung harus berusaha menahan tawa mendengar keributan mereka.

"Keluarlah dan bergabunglah dengan mereka kalau kau mau."

"Tidak. Aneh kalau aku keluar sekarang."


Kaki Hae Sung kesemutan. Dia mau berdiri, tapi Jin Joo masuk lagi untuk ambil air. Jung Won pun bergegas menariknya turun lagi. Sekilas, Jin Joo merasa ada yang aneh. Tapi sepertinya tidak ada yang aneh. Dia pun keluar.

Jung Won gugup berada dalam jarak sedekat itu dengan Hae Sung. Teringat kembali akan mimpi hampir ciuman mereka, Jung Won langsung saja monyong mengharapkan ciuman. Tapi Hae Sung nggak ngeh, kakinya sakit, ayo berdiri. Malu deh. Hehe.

Hae Sung baru sadar, tak kedengaran suara apapun dari luar. Anak-anak pasti sudah pulang, mereka berdua akhirnya bisa lega dan kembali duduk di sofa. Tapi yang tidak mereka ketahui, teman-teman sebenarnya mereka masih di sana, melanjutkan acara game mereka secara diam-diam.


Canggung berduaan, Hae Sung mendadak kepanasan. Mereka akhirnya memutuskan untuk keluar, tapi malah shock melihat yang lain masih di sana. Sontak semua orang menjerit kaget. Hae Sung dan Jung Won refleks masuk kembali.

Harus bagaimana sekarang? Apa boleh buat, mereka akhirnya keluar lagi untuk menghadapi ke-4 teman mereka dan pura-pura menyapa mereka seolah baru tahu mereka ada di sana. Kapan mereka datang?

"Seharusnya kalian yang memberi penjelasan."

"Apa maksudnya kapan kami datang? Aku sudah keluar masuk rumah beberapa kali tadi."

"Kalian ada di sana sedari tadi?"

"Ini adalah kejadian paling mencengangkan yang pernah kualami tahun ini."


Tak tahu bagaimana harus menjawab, Jung Won bergegas menghindar dengan alasan sakit kepala. Jadilah Hae Sung harus menghadapi semua orang sendirian. Saat mereka berjalan pulang tak lama kemudian, Hae Sung langsung digodai dan dihajar mereka semua.


Keesokan harinya, Soo Ji keluar rumah sambil marah-marah. Hae Sung datang saat itu, apa Soo Ji bertengkar dengan Young In. Soo Ji berkata kalau Young In yang keras kepala. Dia mengajak Young In untuk makan bersama dengan Hae Chul, tapi Young In malah memukulinya.

Hae Sung mengaku Hae Chul juga langsung ngamuk waktu dia mengajak Hae Chul makan bersama. Ada apa sih antara Hae Chul dengan Young In? Soo Ji juga tidak tahu.

"Tidak keren sama sekali. Mereka harusnya tahu bagaimana caranya saling memaafkan. Mereka memang berpikiran pendek." Gerutu Soo Ji.

"Lihatlah dirimu. Kau memang punya hati yang besar." Hae Sung mengacak-acak rambut Soo Ji dengan bangga.


Hae Sung mencoba membujuk Young In. Tapi Young In tetap ngotot tidak mau bertemu Hae Chul. Hae Sung penasaran, apa terjadi sesuatu di antara mereka berdua sampai mereka bertengkar seperti ini?

"Aku tidak bisa memaafkan Hae Chul. Aku tidak mau bertemu dia."

Young In berusaha menghindar. Tapi Hae Sung mencegahnya dan terus menuntut cerita yang sebenarnya, apa masalah di antara mereka. Young In akhirnya bercerita bahwa ibu kandungnya meninggalkan sebuah kalung emas untuknya sebelum beliau meninggal dunia.

Saat dia pergi ke Seoul sendirian untuk melanjutkan sekolahnya, dia melakukan segala macam pekerjaan untuk mendapatkan uang, tapi tak pernah dia berpikiran mau menjual kalung itu.

Tapi suatu hari, Hae Chul mencuri kalung itu. Dia yakin kalau Hae Chul sudah menjualnya karena dia tak bisa menemukannya di manapun. Itu terjadi waktu dia umur 20 tahun dan Hae Chul 19 tahun.

Merasa bersalah, Hae Sung berjanji akan menyuruh Hae Chul untuk minta maaf pada Young In. Soo Ji sekarang ikutan marah pada Hae Chul. Percuma minta maaf, kalungnya sudah tak ada. Dia juga tidak mau bertemu Hae Chul.


Tentu dia lebih membela Young In. Young In selalu membelikannya barang-barang bagus supaya dia tidak minder walaupun Young In sendiri cuma pakai yang itu-itu saja. Pengorbanan Young In demi membesarkannya sangat berat, sementara Young Jun dan Hae Chul menghilang tanpa jejak.

"Aku tidak mau bertemu dengan orang yang mencuri dari Kak Young In."

Hae Sung langsung pergi menemui Hae Chul di tempat pencucian mobil dan langsung mengkonfrontasi pencurian yang dilakukan Hae Chul 6 tahun yang lalu. Hae Chul tak menyangkalnya, karena itulah dia tidak bisa bertemu Young In. Jadi kenapa juga Hae Sung datang kemari.

Hae Sung berusaha memintanya untuk meminta maaf pada Young In. Tapi Hae Chul ngotot tidak mau. Dia tahu kalau kalung yang dia jual adalah kalung mendiang ibu kandungnya Young In. Makanya dia merasa jadi baj*ngan sekarang.

Hae Sung tak percaya mendengarnya. "Kau tahu tapi tetap tidak mau minta maaf? Kau benar-benar baj*ngan!"

"Makanya pencuri sepertiku tidak pantas bertemu dengannya!"


Akhirnya yang pergi ke restoran hanya Hae Sung, Young In dan Soo Ji. Mereka memesan ruang private yang cukup besar karena Soo Ji pikir kalau mereka berlima akan berkumpul, tapi ternyata cuma mereka bertiga.

Tapi tak lama kemudian, Hae Chul datang. Hae Chul sungguh-sungguh meminta maaf. Tapi Young In terlalu marah dan mau pergi saja. Hae Sung cepat-cepat mencegahnya dan berusaha membujuk Young In untuk mendengarkan Hae Chul.


Young In akhirnya mau duduk kembali walaupun masih sangat kesal. Hae Chul memberikan beberapa buku tabungan pada Young In. Dia mengaku kalau itu adalah buku tabungannya selama 3 tahun.

Isinya tidak banyak tapi dia menabungnya sedikit demi sedikit setiap hari. Semua itu disimpannya untuk diberikan pada Young In. Young In melihat isinya dan benar-benar melihat bukti Hae Chul menabung setiap hari.

Hae Chul menyadari kalau itu takkan cukup untuk memaafkannya. Tapi dia benar-benar merasa menyesal setiap hari. Dia tahu betapa berharganya kalung itu bagi Young In, tapi waktu itu dia sedang tidak bisa berpikir jernih... karena waktu itu putrinya lahir.

Ibunya langsung menghilang begitu dia lahir dan dia sangat membutuhkan uang untuk biaya RS dan segala keperluan bayi, tapi waktu itu dia benar-benar tidak punya uang. "Aku benar-benar minta maaf, kak."


Young In dan Soo Ji terkejut mendengar Hae Chul punya anak. Mereka semua terdiam mendengar kisah itu. Hae Sung cepat-cepat memanggil seseorang masuk, lalu Gong Joo muncul sambil membawa kue ultah karena hari ini ultahnya Young In.

"Bibi, selamat ulang tahun." Ucap Gong Joo dengan imutnya.

Terharu, Young In pun meniup lilin ultahnya dan memeluk keponakannya itu. Soo Ji juga langsung memeluk mereka berdua. Hae Chul dan Hae Sung pun bahagia melihat mereka.


Saat Young In kembali ke mall, Tae Hoon datang menghampirinya. Manager toko bergegas menyambutnya. Tae Hoon mengomentari kebersihan toko mereka lalu menyodorkan segulung koran bekas ke Young In dan meminta Young In mengurusnya.


Dia langsung pergi setelah itu. Young In pun langsung membuangnya. Tapi saat dia hendak memasukkannya ke tong sampah, dia menyadari ada sesuatu di dalam koran itu. Saat dia membukanya, ternyata ada sebuah kotak perhiasan berisi kalung cantik dan pesan ucapan selamat ultah dari Tae Hoon.

Tapi dia tak sempat memikirkannya lebih lanjut karena ada pelanggan datang. Young In cepat-cepat menaruhnya di laci lalu pergi melayani pelanggannya.


Min Joon baru tiba di depan restorannya. Tapi saat dia hendak keluar dari mobil, dia malah melihat ayahnya datang bersama istrinya dan Tae Hoon. Mereka ke sana untuk merayakan ulang tahun pernikahan orang tua Tae Hoon.

Di dalam, Tae Hoon memperkenalkan Jung Won pada kedua orang tuanya lalu meminta Jung Won untuk membawanya menemui Min Joon. Tanpa tahu kalau orang yang ada di hadapannya adalah saudara tirinya, Tae Hoon berterima kasih karena mereka menerima reservasinya untuk hari ini. Min Joon hanya menjawabnya singkat dan terus menatapnya.


Saat Tae Hoon kembali, Ayahnya tak ada di meja. Tuan Cha baru keluar dari toilet dan tak sengaja berpapasan dengan Min Joon. Tuan Cha dengan dinginnya bertanya apakah ini restorannya Min Joon.


Jung Woon sedang mengambil bahan masakan di gudang saat tak sengaja dia mendengar suara Tuan Cha yang meminta seseorang untuk pura-pura tak mengenalnya di hadapan Tae Hoon karena Tae Hoon tak tahu apapun tentang Min Joon.

Penasaran, Jung Won mengintip dan melihat Tuan Cha ternyata sedang bicara dengan Min Joon dan meminta Min Joon untuk tidak memberitahu Tae Hoon kalau Min Joon adalah saudara tirinya. Jung Won jelas kaget mendengarnya.

"Pasti enak sekali. Ayah tidak membiarkan orang bicara seenaknya dan membuang orang yang tidak ayah butuhkan lagi."

"Karena aku sudah terlanjur di sini, aku akan makan lalu pergi. Sepertinya kau sudha paham maksudku."

"Jangan kira aku melakukan ini karena ayah. Aku juga tidak ingin memberitahunya kalau aku adalah hyung-nya. Bagaimana bisa aku menyayangi keluarga ayah?"

"Dasar anak berandalan!"


Min Joon jadi murung gara-gara itu. Dia bahkan tidak langsung dengar saat Sous Chef memanggilnya. Sous Chef memberikan hidangan bonus mereka untuk keluarga Tuan Cha. Berhubung mereka VIP, jadi harus Min Joon sendiri yang menghidangkannya pada mereka.

Min Joon bimbang. Menyadari kegalauan Min Joon, Jung Woon menyatakan mau mengantarkan makanan itu. Sous Chef jelas tak setuju, tapi Jung Won bersikeras dengan alasan mereka adalah keluarga temannya. Sous Chef tetap tak setuju, tapi Min Joon setuju.


Melihat Tae Hoon dan keluarganya, Jung Won teringat cerita Min Joon tentang ayahnya yang menikah lagi dan dia hanya pernah melihat adik tirinya saat adik tirinya masih bayi.

Jung Won melihat betapa bahagianya keluarga itu. Dia lalu menyajikan hidangan bonus mereka dan mereka semua berterima kasih dengan ramah padanya.


Setelah restoran tutup, Jung Won mengajaknya Min Joon minum-minum bersamanya di bar. Jung Won meminta maaf, dia tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka tadi. Haruskah Jung Won pura-pura tidak dengar saja?

Min Joon hanya diam. Kalau begitu, Jung Won memutuskan untuk pura-pura tidak dengar saja. Lupakan yang barusan dia katakan. Tapi Min Joon berkata ada bagusnya juga Jung Won tahu, sekarang dia bisa menjelek-jelekkan ayahnya di depan seseorang.

"Jika aku ingin memakinya, apa kau mau mendengarnya?"

"Aku bisa ikut memakinya bersamamu."

Tapi Min Joon meminta Jung Won untuk merahasiakan hal ini dari Tae Hoon. Baik, Jung Won mengerti kok. Kalau begitu, Min Joon untuk memberikan hadiah terima kasih untuk Jung Won.


Mereka lalu pergi ke tempat permainan mesin capit. Jung Won bilang saja mau hadiah yang mana, Min Joon akan mengambilkannya. Apa Min Joon jago main ini? Tanya Jung Won. Min Joon dengan pedenya mengklaim kalau tangannya sangat sensitif. Hanya dengan satu sentuhan saja, mainannya akan keluar.

Jung Won pun menunjuk sebuah boneka Winnie the Pooh. Oke, Min Joon pun mulai memainkannya dengan penuh percaya diri. Tapi baru percobaan pertama saja sudah gagal. Pfft! Dia mencoba lagi... dan gagal lagi.


Jung Won sampai geli melihatnya. Malu, Min Joon langsung menyalahkan obatnya. Obat yang diminumnya pasti terlalu keras. Ayo pergi saja. Tapi Jung Won mau mencoba sendiri dan sukses hanya dalam satu kali main.


Min Joon benar-benar malu karenanya. Tapi Jung Won memberikan boneka itu untuk Min Joon, soalnya boneka ini juga terluka seperti Min Joon. Ini akan jadi jimat untuk menjauhkannya dari kecelakaan.


Min Joon lalu mengantarkan Jung Won ke halte bis. Dia merasa lebih baik sekarang berkat Jung Won. "Kau menghiburku dan membuatku baikan. Apa ini yang namanya berdua lebih baik daripada sendiri? Aku selalu sendirian."


Bisnya Jung Won datang, mereka pun berpisah. Pada saat yang bersamaan di bis lain, Hae Sung juga dalam perjalanan pulang bersama Ahjussi. Ahjussi tanya apakah Jung Won menyukai Hae Sung.

"Sepertinya dia tidak membenciku."

"Bagaimana denganmu?"

"Aku sangat menyukainya. Tapi... aku merasa tidak seharusnya aku menyukainya."

Ahjussi menduga kalau Hae Sung merasa tak tenang karena dia bisa pergi kapan saja. Hae Sung mengakuinya. Dia cemas kalau Jung Won akan merasa sakit jika dia mendadak menghilang.

"Hae Sung-ah. Jangan memikirkan hari esok dan jangan terlalu memikirkan orang lain.

Tapi Hae Sung merasa itu tidak mudah. Pusing membahas masalah itu, Ahjussi meminta Hae Sung ganti topik saja. Ahjussi nyerocos membicarakan makanan, sementara Hae Sung melamun menatap keluar jendela.


Tapi kemudian, Hae Sung menyadari suasana tiba-tiba jadi sepi. Saat dia menoleh, Ahjussi sudah tak ada di sana dan hanya meninggalkan sebuah surat. Air mata Hae Sung mengalir menyadari Ahjussi sudah kembali.

Saat Jung Won tiba di halte tak lama kemudian, dia langsung cemas melihat Hae Sung menangis di sana.

Bersambung ke episode 15

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon