Powered by Blogger.

Images Credit: SBS

Sinopsis Reunited Worlds Episode 9


Dada Hae Sung tiba-tiba saja terasa begitu sakit hingga dia tak sanggup lagi berdiri dan tergelepar di jalan. Jung Won kontan cemas.


Pada saat yang bersamaan dan tak jauh dari sana, Min Joon bertemu dengan ayahnya. Dia berusaha meminta Ayah untuk menghadiri pemakaman pamannya. Tapi Ayah begitu keras hati tak mau melakukannya, dia sibuk.

Min Joon jelas kesal dan langsung mengkritiki ayahnya yang tidak berubah sedari dulu. Padahal paman sudah bekerja jadi supirnya Ayah selama 20 tahun, seharusnya Ayah datang ke pemakamannya jika Ayah benar-benar manusia. Ayah tidak terima karena Min Joon bicara tidak sopan pada ayahnya.

"Kalau Ayah ingin mengkuliahi anak Ayah sendiri, maka seharusnya Ayah memberi contoh yang baik."

Bahkan sebelum paman meninggal, Ayah mengacuhkannya padahal Paman ingin bicara dengan Ayah. Ayah sinis, paling juga dia ingin uang lagi. Kalau Min Joon masih ingin bicara tentang orang yang tidak berguna itu lagi, mending jangan menghubunginya lagi.


Ayah lalu pergi sambil mengatai Min Joon mengecewakan. Tak ada satupun dari mereka berdua yang melihat Hae Sung yang tengah menggelepar kesakitan di seberang. Anehnya, setelah Ayah Min Joon pergi, sakit dadanya Hae Sung tiba-tiba hilang.


Jung Won masih cemas saat mereka berjalan pulang. Hae Sung menepuk dadanya, sudah tidak sakit lagi. Jung Won heran kenapa mendadak terjadi hal itu. Hae Sung juga heran. Tapi sudahlah, ayo pulang dan makan, lapar.

Tapi baru juga mereka tiba di depan gedung, mereka mendengar suara teriakan ahjumma pemilik gedung yang sedang memarahi sepasang penyewa yang belum bayar uang sewa dan mengusir mereka saat itu juga. Jung Won langsung panik menarik Hae Sung melarikan diri dari sana.


Tak ada tempat tujuan, Jung Won membawa Hae Sung mengendap masuk kedalam restorannya. Mereka bisa bermalam di sini sampai para pekerja datang besok pagi. Hae Sung kagum melihat tempat kerjanya Jung Won.

Jung Won lalu memasak spageti dan meminta Hae Sung membantunya mengupas bawang dan mencuci kerang. Dia lalu membantu Hae Sung memakai celemek. Tapi wajahnya langsung lesu saat melihat bayangan wajahnya di pintu kulkas.

Dengan sedih dia menanyakan pendapat Hae Sung tentang wajahnya. Berdampingan dengan Hae Sung malah membuatnya kelihatan jelas kalau dia sudah tua, dia bahkan punya keriput. Tapi di mata Hae Sung, Jung Won masih sama seperti dulu.

Jung Won kontan ketawa ngakak sambil menepuki Hae Sung. Dia hampir saja ketipu, tentu saja dia tidak terlihat sama. Jangan berbohong dan kupas saja bawangnya.

"Aku tidak berbohong." Gumam Hae Sung.


Hae Sung bertanya kapan Jung Won akan jadi koki. Jung Won berkata kalau biasanya dia akan dites tanpa pemberitahuan dan dia juga harus lulus tes promosi. Misalnya jika tiba-tiba saja dia diminta untuk memasak makan siang untuk para pegawai, itu namanya tes promosi.

Asisten koki bahkan tidak diperbolehkan menyentuh wajan. Dia bisa dipecat kalau sampai ketahuan menggunakannya. Jung Won lalu meminta Hae Sung menyiapkan piring. Hae Sung hendak pergi melakukannya, tapi Jung Won tiba-tiba berseru kaget "Chef-nim, maafkan aku."

Hae Sung kontan membeku ketakutan. Perlahan dia berbalik, mau menjelaskan. Tapi malah tak melihat siapapun di sana. Ternyata Jung Won cuma memberi contoh tentang bagaimana jika dia sampai ketahuan, sekalian dia balas dendam mengerjari Hae Sung soalnya tadi Hae Sung bohong.

"Aaah~~~ kau kejam!" Rutuk Hae Sung manja.


Spageti mereka akhirnya matang. Mereka pun duduk bersama di meja. Hae Sung tak menyangka kalau Jung Won akan bekerja di restoran, dia kira kalau Jung Won akan terus menggambar.

Jung Won mengaku kalau pikirannya banyak mengembara setelah kematian Hae Sung, dia terus menyalahkan dirinya sebagai penyebab kematian Hae Sung. Karena itulah dia merasa masuk sekolah seni hanya akan sia-sia, jadi dia menyerah.

Dia hidup sembarangan selama itu dan menyokong diri dengan bekerja paruh waktu di sana-sini. Tapi kemudian, 5 tahun yang lalu, dia memikirkan sesuatu. Dia berpikir apa kira-kira yang akan Hae Sung lakukan jika dia masih hidup.

Saat itulah dia membayangkan Hae Sung bekerja di sebuah restoran dengan memakai seragam koki. Hae Sung kan pernah bilang kalau dia ingin memiliki sebuah restoran besar. Saat itu juga dia langsung mendaftar di sekolah masak hingga akhirnya dia berakhir di sini.

 

"Walaupun aku sering dimarahi dan merasa kesulitan di dapur, aku merasa bahagia. Entah kenapa memakai seragam koki, membuatku merasa bahagia."

Hae Sung senang, "Apa itu artinya kau jadi koki karena aku?"

"Aku ingin menggantikanmu mencapai cita-citamu selama ini. Semua ini bermula darimu. Tapi sekarang, aku suka pekerjaanku."

"Aku senang mendengarnya. Kuharap kau akan segera diangkat jadi koki."

"Iya, aku juga sudah tak sabar. Aku juga tak sabar ingin dapat gaji yang banyak."

Hae Sung lalu mencicipi spageti buatan Jung Won dan langsung kagum, rasanya enak. Tak berapa lama kemudian, mereka selesai makan dan berniat mencuci piring. Tapi tiba-tiba Jung Won mendengar suara mobil mendekat.


Jung Won langsung cemas. Hae Sung mendengus tak terperdaya. Tapi Jung Won serius kali ini, masa dia tidak mendengar sesuatu. Ternyata Min Joon lah yang datang. Mereka pun buru-buru bersembunyi di bawah meja.

Min Joon hendak minum wine saat tiba-tiba dia mengendus bau masakan. Tapi dia tak begitu memikirkannya dan mulai membuka botolnya di meja terdekat. Hae Sung dan Jung Won berusaha cari kesempatan untuk keluar, tapi gagal terus.

Min Joon galau ingin mengsms Jung Won. Awalnya ingin mengajak Jung Won minum bersamanya, tapi kemudian ingin bilang kalau dia merindukan Jung Won. Tapi akhirnya tetap saja dia ragu.


Tiba-tiba botol merica menggelinding di belakangnya. Min Joon jelas bingung. Jung Won pun bergegas keluar untuk menghadapinya sementara Hae Sung tetap bersembunyi. Min Joon berbalik dan jelas kaget melihat Jung Won tiba-tiba muncul di hadapannya. Sedang apa dia di sini.

Jung Won beralasan kalau dia hanya sedang latihan membuat spageti alle vongole dan meminta maaf karena menerobos masuk. Min Joon tidak mempermasalahkannya. Lalu bagaimana hasil latihannya. Jung Won mengaku tak enak.

Kesempatan bisa bersama Jung Won, Min Joon pun menyuruh Jung Won duduk, menuangkan wine untuknya dan menceritakan bagian mana yang tidak enak. Apa masih ada sisa pastanya. Tidak, Jung Won sudah menghabiskan semuanya.


Karena mereka butuh cemilan, Min Joon pergi sebentar mengambil makanan. Cemas teringat cerita Min Joon saat Jung Won mabuk dulu, Hae Sung keluar, mengomeli Jung Won untuk tidak minum-minum lalu menenggak habis wine-nya Jung Won.


Dia buru-buru bersembunyi lagi sebelum Min Joon balik. Min Joon jelas kaget melihat gelas wine-nya Jung Won sudah kosong duluan dan langsung menuangnya lagi. Jung Won penasaran melihat baju hitamnya Min Joon, tapi dia barusan dari acara pemakaman seseorang. Min Joon membenarkannya, dia dan orang itu dulu sangat dekat.

Jung Won mengaku kalau dia sudah mengikuti resepnya Min Joon tadi. Tapi kenapa rasanya beda. Tentu saja, jika Jung Won mengikuti resepnya maka rasanya tidak akan sama. Hah? maksudnya?

 

Oven berbunyi saat itu. Min Joon pun pergi untuk mengeceknya. Hae Sung langsung keluar dan lagi-lagi menenggak habis wine-nya Jung Won. Min Joon kembali dengan membawa cemilan dan lagi-lagi heran melihat gelasnya Jung Won sudah kosong. Jung Won ketawa garing.

Min Joon menjelaskan maksudnya tadi. Resep itu cuma sekedar catatan, Jung Won harus memasaknya dengan perasaan. Hae Sung cemburu berat melihat mereka ngobrol akrab. Min Joon pergi lagi untuk mengambil sirup.

Hae Sung keluar lagi dengan langkah sempoyongan dan menyuruh Jung Won untuk pamitan saja pada Min Joon. Tidak bisa, dia harus menghabiskan wine ini dulu baru bisa pamit pulang. Tinggal setengah botol, Hae Sung nekat menuang satu gelas penuh dan menenggak habis semuanya.


Saat Min Joon kembali, dia jelas melongo melihat wine-nya yang tinggal sedikit. Dia tak menyangka, ternyata Jung Won peminum berat. Jung Won ketawa garing, wine-nya enak. Tapi dia bisa mabuk kalau minum secepat itu. Jung Won baik-baik saja kok.

Tapi Hae Sung yang sudah mabuk berat, tiba-tiba melenguh keras-keras. Min Joon jelas kaget, apa Jung Won mendengar sesuatu? Tidak, tuh. Tapi Hae Sung tiba-tiba saja muncul di hadapan Min Joon dalam keadaan mabuk.

Jung Won panik beralasan kalau Hae Sung ini datang ke Seoul untuk mengikuti ujian masuk universitas dan tinggal di rumahnya untuk sementara waktu. Tapi ada masalah di rumahnya, jadi mereka tidak bisa pulang. Makanya mereka berniat numpang di sini malam ini.


Tak ada pilihan lain, terpaksalah Hae Sung dititipkan ke rumah Min Joon. Jung Won meminta maaf sekali lagi lalu pergi ke rumahnya Jin Joo. Tapi dia cemas meninggalkan Hae Sung di sini, bagaimana kalau Hae Sung mengoceh macam-macam dalam mabuknya? Ah sudahlah, dia akhirnya pergi.


Jin Joo juga cemas saat diberitahu kalau Hae Sung menginap di rumahnya Min Joon. Hae Sung yakin tidak akan masalah, toh Hae Sung sudah pernah menginap di rumahnya Min Joon. Dia juga bilang kalau Hae Sung itu sepupunya.

Jin Joo penasaran dengan hubungan Hae Sung dan Min Joon. Hae Sung santai, tentu saja hubungan bos dan staf-nya. Jin Joo tak percaya, mana ada seorang bos membiarkan sepupu pegawainya menginap di rumahnya.

"Dia melakukan itu karena dia mencintaimu." Ujar Jin Joo sambil menempeli mukanya Jung Won dengan timun.


Jung Won bersikeras tak mempercayainya. Min Joon tidak menyatakan cinta padanya. Jin Joo penasaran, apa saat SMA dulu, Jung Won mencintai Hae Sung? Mereka cuma teman dekat kan? Jin Joo yakin dia tak pernah mendengar tentang mereka ciuman. Jung Won kontan menyangkalnya, siapa juga yang pernah ciuman.

"Menurutku, kalau kau mengabaikan bosmu, kau tidak akan bertemu dengan pria seperti dia lagi. Aku serius."

Setelah menutupi seluruh muka Jung Won dengan timun, Jin Joo pun keluar untuk mencuci. Pintunya sengaja tidak dia tutup.


Tapi tak berapa lama kemudian, Ho Bang masuk dengan membawa semangka. Mengira yang sedang tiduran pakai masker itu Jin Joo, Ho Bang dengan dramatisnya meminta maaf, dia tidak bermaksud mengintip Jin Joo tel*njang.

Dia sudah melakukan berbagai cara untuk menyingkirkan ingatan itu, tapi gagal. Mereka kan sudah sama-sama dewasa, jadi Jin Joo tidak usah malu padanya. Memangnya apa masalahnya dengan wax Brazil itu?


Tak tahan lagi, Jung Won langsung menampakkan dirinya. Ho Bang sontak berjalan mundur shock, sampai saat dia terhalang Jin Joo yang barusan muncul di belakangnya. Jin Joo kontan marah dan langsung menghajar Ho Bang.


Keesokan harinya, Min Joon memasakkan sup penghilang mabuk untuk Hae Sung. Hae Sung sendiri baru keluar dari kamar mandi. Tapi kemudian dia heran melihat sebuah jepit rambut pita biru yang tersimpan di botol kaca, jepit pita itu yang sama persis seperti yang dia belikan untuk Jung Won sebelum dia meninggal dunia. Tapi dia tak sempat memikirkannya lebih lanjut karena Min Joon memanggilnya untuk makan.


Adik terkecil Hae Sung, Sung Soo Ji, sudah tahu tentang Hae Sung dan gugup menunggu di mall tempat kerjanya Young In. Dia cemas apakah Hae Sung akan mengenalinya, dulu kan dia masih 7 tahun, sekarang dia sudah cantik.

Tak lama kemudian, dia melihat Hae Sung datang. Tapi Hae Sung tak mengenalinya dan lewat begitu saja. Soo Ji langsung memanggilnya dan pura-pura mengkonfrontasinya. Hae Sung jelas bingung tak mengerti apa kesalahannya. Soo Ji langsung saja berjingkat mengecup pipi Hae Sung yang jelas saja membuat Hae Sung ngeri.

"Kau itu terlalu tampan!" Kata Soo Ji tanpa menjelaskan apapun lalu pergi.

"Dunia ini tempat yang menakutkan!" Hae Sung merinding.


Young In baru saja selesai melayani seorang pelanggan saat dia melihat Hae Sung datang. Tapi karena dia masih kerja, dia meminta Hae Sung menunggunya di lantai atas dulu. Tak lama kemudian, Young In menemui Hae Sung bersama Soo Ji.

Hae Sung sontak menyentuh pipinya dengan takut-takut begitu melihat Soo Ji. Tapi kemudian dia sadar kalau gadis ini ternyata adiknya yang paling kecil dan langsung ngambek, berani sekali mereka mengerjai oppa seperti ini. Kalau begitu, Soo Ji dan Hae Sung sekarang seumuran, sama-sama 19 tahun.

"Kau bilang apa, anak kecil?"

"Aku merindukanmu, oppa. " Ujar Soo Ji sambil mengecup pipi Hae Sung lagi.


Tae Hoon datang tak lama kemudian. Hae Sung dan Young In sungguh berterima kasih padanya karena Tae Hoon lah yang membayar biaya rumah sakitnya Young In dan bicara pada managernya Young In.

"Jadi, sekarang kau sudah bertemu dengan semua adikmu?" Tanya Tae Hoon.

"Aku sudah bertemu semuanya, kecuali Young Jun."

"Oppa tidak perlu menemuinya." Ujar Young In.


Tae Hoon tak bisa lama-lama karena dia dipanggil Ibunya. Dia pun pergi menemui kedua orang tuanya. Dan ternyata Ayahnya adalah Ayahnya Min Joon. (Hmm... jadi, mobil yang menubruk Hae Sung itu, mobil Ayahnya Tae Hoon dan Min Joon. Apa mungkin dia yang bertanggung jawab dan supirnya yang menanggung kesalahan?)


Ibu menyuruh Tae Hoon ikut dengannya dan Ayah mengisyaratkan Tae Hoon untuk menurut saja. Ibu membawa Tae Hoon ke RS Taesan dan bertemu dengan temannya, Bu Direktur RS itu. Tae Hoon dan Seo Woon saling menyapa dengan canggung.

Seo Woon sontak melirik ibunya dengan kesal karena jelas-jelas kedua ibu itu sedang berusaha menjodohkan kedua anak mereka.


Bu Direktur sengaja memanggil Young Jun ke sana. Tae Hoon hendak menyapanya, tapi Young Jun buru-buru menyapa Tae Hoon dengan formal seolah ini baru pertama kalinya mereka bertemu.

Bu Direktur berkata kalau Ibunya Tae Hoon akan suaminya akan melakukan pemeriksaan kesehatan dan menyuruh Young Jun untuk memastikan mereka mendapatkan pelayanan VIP. Tepat sebelum Young Jun pergi, Bu Direktur dengan sengaja mengusulkan agar Seo Woon dan Tae Hoon untuk lebih sering ketemuan.


Saat hendak kembali, Young Jun malah bertemu lagi dengan Hae Sung. Dia datang untuk menanyakan keberadaan Young Jun pada malam kecelakaannya. Hae Sung meyakinkan kalau dia bukan bermaksud membersihkan namanya. Dia hanya ingin mereka semua berkumpul bersama seperti dulu.

Young Jun kesal dan menegaskan kalau bukan dia yang membunuh Kyung Chul, jadi Hae Sung tanya saja ke orang lain. Dia tidak mau bertemu Hae Sung lagi.

Hae Sung mulai kesal, dia tidak peduli dengan siapa pembunuhnya. Dia hanya ingin tahu kenapa Young Jun tidak pernah bicara lagi dengan adik-adiknya. Kenapa dia menelantarkan adik-adiknya agar bisa hidup nyaman sendirian?

"Jangan sok dewasa. Kenapa kau sok bersikap seperti seorang kakak sekarang. Kau bahkan bukan kakak kandungku!"

Shock dan kesal, Hae Sung langsung menonjok Young Jun.


Ketiga teman Hae Sung bertemu dan mendiskusikan Hae Sung. Ho Bang memberitahu mereka kalau Hae Sung bukan pembunuhnya Kyung Chul. Tapi Hae Sung sendiri juga tak tahu siapa pembunuhnya. Sudah 12 tahun berlalu, apa masih mungkin menemukan pembunuhnya sekarang.

Ho Bang mengaku kalau dia sudah mengajukan permohonan masuk ke Unit Kejahatan Berat. Pokoknya dia bertekad mau menangkap pelaku yang sebenarnya dan membersihkan nama Hae Sung sudah difitnah.


"Apa yang kau katakan itu sungguhan?" Tanya Jin Joo yang mendadak muncul entah kapan sampai Ho Bang terjungkal dari kursi saking kagetnya.

Jin Joo datang membawa sekantong sampah yang baunya busuk. Dia sebenarnya ingin melemparkan sampah itu ke muka Ho Bang, tapi sekarang dia memutuskan menunggu sampai Ho Bang berhasil menangkap pelaku yang sebenarnya dulu.

Dia lalu pergi sambil diam-diam menggerutui Ho Bang. Seharusnya dia melemparkan saja sampah ini ke mukanya. Tapi kenapa hari ini Ho Bang keren banget? Pfft!


Keadaan Kakek Putranya Ahjussi tiba-tiba bermasalah. Dokter senior berniat melakukan bedah krikotirotomi dan tanya siapa dokter yang bertanggung jawab atas pasien ini. Young Jun datang menyatakan dialah yang menangani pasien ini.

Tapi Young Jun berkata mereka tidak bisa melakukan itu karena pasien ini tak punya wali sah. Yang membiayai perawatannya adalah Ahjussi yang mengaku sebagai kenalan Kakek ini, jadi dia bukan wali sah.

Dokter senior menyuruh Young Jun saja yang menandatangi persetujuannya. Tapi Young Jun menolak, takut dikira melakukan malpraktek.


Hae Sung merenung, menyesali perbuatannya yang menonjok Young Jun tadi. Ahjussi terduduk lesu di sampingnya, sepertinya putranya akan mati. Saluran nafasnya menyempit, dia tak bisa bernafas sekarang.

Dia hanya bisa dioperasi jika ada anggota keluar menandatangani persetujuan operasi. Tapi karena operasinya berbahaya, tak ada dokter yang mau bertanggung jawab. "Aku ayahnya. Tapi aku bahkan tidak bisa mengatakan apapun. Aku mau gila rasanya. Aku sungguh ayahnya. Aku ayahnya."


Sous Chef memberikan resume seseorang yang dia rekomendasikan untuk jadi koki baru. Tapi Min Joon tak setuju dan ingin mempromosikan salah satu asisten mereka saja. Dan yang dia pikirkan adalah Jung Won.

Sous Chef jelas tak setuju, Jung Won belum memenuhi syarat. Min Joon balik mengomeli Sous Chef. Seharusnya dia membantu semua karyawan mereka untuk berkembang. Sous Chef ngotot kalau mereka butuh koki baru secepatnya, mereka tidak bisa menunggu Jung Won memenuhi kualifikasi. Min Joon akhirnya menyerah dan setuju untuk menemui orang ini.


Setelah Sous Chef pergi, Min Joon memanggil Jung Won dan memperingatkannya untuk tidak membawa orang luar masuk ke dapur mereka lagi. Mau sampai kapan Jung Won mau bertugas buang sampah terus? Omel Min Joon.

Bersambung ke epispode 10

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon