Powered by Blogger.

Images Credit: QQLive

Sinopsis The Eternal Love Episode 23 - 1


Tengah malam, Lian Cheng terbangun dan mendapati Xiao Tan menangis dalam tidurnya. Dia bertanya-tanya kenapa, apakah Xiao Tan takut dia melupakannya?

"Dirimu di kehidupan lampau jauh lebih dingin dari dirimu yang sekarang. Diriku waktu itu sangat mencintaimu dan terpikat begitu dalam sampai aku rela mati untukmu. Dirimu saat ini sama seperti diriku waktu itu."

"Perasaan ini, seolah aku pernah memilikinya sebelumnya. Tapi setelah aku mencari ke bagian terdalam ingatanku, aku tidak bisa menemukannya. Perasaan ini seperti perasaan kehilangan sebuah benda yang sangat penting, tapi tak tahu kehilangan apa. Hatiku begitu hampa." Batin Lian Cheng sembari menggenggam tangan Xiao Tan ke dadanya.


Keesokan harinya, Lian Cheng hendak meminum sebuah pil. Tapi Yi Feng tiba-tiba muncul menghentikannya dan mengingatkan kalau itu adalah pil pengumpul pikiran. Pil itu memang bisa mengembalikan ingatannya.

Tapi dia masih dalam tahap penyembuhan jadi dia tidak boleh meminumnya. Kalau Lian Cheng memaksakan diri meminumnya maka hidupnya akan berada dalam bahaya. Lian Cheng tahu apa resiko meminum pil ini, tapi dia sangat ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu.

"Apapun yang terjadi, semua itu sudah jadi masa lalu. Bagi orang yang bertapa seperti kau dan aku, melupakan masa 25 tahun itu tidak begitu penting."

Tapi Lian Cheng bersikeras kalau dia harus tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jika dia sendiri tak tahu apa yang telah dia lakukan, lalu bagaimana dia bisa menghadapi dirinya sendiri dan orang di sekitarnya?

"Setelah bersama Xiao Tan beberapa hari ini, aku bisa sedikit merasakan kalau dia bisa mempertaruhkan hidupnya hanya demi cinta yang ada dalam ingatannya. Cinta seperti itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah bisa kuhapus apapun yang terjadi. Yi Feng, biarkan aku melakukannya."


Yi Feng diam saja, tapi juga tak menghentikan Lian Cheng saat Lian Cheng meminum pil itu. Semua ingatannya di Dong Yue perlahan mulai kembali. Saat dia pertama kali bertemu Xiao Tan, malam pengantin mreka, ciuman pertama mereka, saat mereka memanah bersama, saat mereka terjun ke jurang, dll.


Tapi kembalinya semua ingatan itu menguras semua energi Lian Cheng sampai dia muntah darah. Cemas, Yi Feng buru-buru menyalurkan tenaga dalamnya untuk Lian Cheng.

"Aku kan sudah bilang jangan minum pil itu, tapi kau malah tidak mau dengar." Omel Yi Feng.

"Kalau tidak tahan dengan kelakuanku, maka jangan pedulikan aku."

"Aku teman baikmu. Kalau bukan aku yang peduli padamu, lalu siapa yang akan peduli padamu?"

"Beberapa hari ini, aku selalu merasa linglung. Tubuhku di sini, tapi aku selalu merasa ada yang kurang dalam diriku. Sebelumnya aku tidak mengerti. Tapi sekarang, akhirnya aku mengerti. Ingatan itu adalah Tan Er."

"Sepertinya wanita itu adalah bintang malapetaka dalam hidupmu. Kau bahkan rela mati demi dia."


Xiao Tan terbangun tapi tak mendapati Lian Cheng di sisinya. Dia mau keluar saat bibi pengantar makanan datang. Xiao Tan tanya ke mana Lian Cheng pergi. Bibi bilang kalau Lian Cheng ada di tempat penyulingan obat.

"Di mana itu?"

"Gampang saja. Dari sini, lewati Taman Anggrek, Kediaman Kultivasi Hati dan Halaman Kolam Bulan. Belok dua sudut lagi lalu memutar dua kali di belakang kolam teratai." 

Rumit amat, gitu bilangnya gampang. Xiao Tan sampai pusing sendiri mendengarnya. Sudahlah, mending dia menunggu Lian Cheng di sini saja. Dia sedang makan saat Yi Feng datang.


"Kau datang di waktu yang tidak tepat. Tuan sedang tidak ada di sini."

"Aku datang mencarimu."

"Mencariku?"

Yi Feng memberitahu kalau Lian Cheng terluka parah dan tidak bisa disembuhkan dengan pengobatan herbal biasa. Hanya ada satu cara yang akan bermanfaat untuknya. Tapi untuk melakukan itu, Yi Feng membutuhkan bantuan Xiao Tan.


Belum sempat dia bicara, Lian Cheng kembali saat itu. Xiao Tan antusias menyambutnya, tapi Lian Cheng dingin mengacuhkannya. Xiao Tan sampai heran, Yi Feng bilang kalau Lian Cheng itu dulu sangat lembut dan ramah.

"Aku memang bilang begitu."

"Tapi sekarang, dia bahkan tidak peduli sedikitpun padaku. Apanya yang lembut dan ramah?"


Yi Feng cuma meliriknya sambil senyum lalu berjalan keluar. Xiao Tan buru-buru menyusulnya ke kamar penyulingan obat. Yi Feng tanya apakah Xiao Tan bisa menggunakan energi spiritualnya?

"Aku bahkan tak tahu apa itu energi spiritual."

"Tidak masalah. Aku bisa mengajarimu nanti."

"Kenapa aku harus mempelajarinya?"

Karena itu bagus untuk Lian Cheng. Bukankah Xiao Tan ingin membantu menyembuhkannya? Oh, jadi mempelajari energi spiritual itu berguna untuk Lian Cheng? Tanya Xiao Tan.

Tentu saja, energi spiritual adalah dasar dari semua makhluk hidup. Langit dan Bumi adalah orang tua bagi semua makhluk hidup. Manusia adalah jiwa semua makhluk hidup. Energi spiritual hanya ada dalam hati manusia, datang dan pergi.


Selama Xiao Tan bisa menggunakan energi spiritualnya dengan benar maka dia bisa membantu membuka saluran yang tersumbat pada diri Lian Cheng dan membuatnya bisa sembuh lebih cepat.

"Oh, jadi begitu. Eh, tidak mungkin. Pria Mo, jika memang energi spiritual memang seefektif itu, kenapa kau tidak mempelajarinya sendiri?"

"Hanya Mutiara Penekan Jiwa yang bisa mengumpulkan energi spiritual dalam jumlah besar. Dan setahuku, di dunia spiritual ini, satu-satunya orang yang bisa menggerakkan Mutiara Penekan Jiwa hanya kau."

"Baiklah, kalau begitu. Demi Cheng Cheng, aku akan belajar menggunakan energi spiritual ini."


Yi Feng mengajarinya beberapa gerakan, lalu Xiao Tan mulai latihan sendiri. Tapi Lian Cheng datang saat itu dan tanya apa yang sedang mereka lakukan? Yi Feng mengklaim kalau dia cuma sedang menemani Xiao Tan latihan.
 
"Tuan, aku sedang melatih kekuatanku. Ada banyak hal yang tidak kumengerti jadi aku bertanya pada kepala suku tentang itu." Alasan Xiao Tan.

"Apapun yang dia tahu, aku juga mengetahuinya. Kau bisa belajar dariku."


Terpaksa Xiao Tan tidak bisa latihan dan pergi mengikuti Lian Cheng. Saat mereka berduaan, Lian Cheng tanya apa yang Yi Feng katakan pada Xiao Tan tadi?

"Dia bilang kalau kondisi kesehatanmu semakin memburuk. Aku harus berlatih menggunakan energi spiritualku agar kau bisa selamat."

"Jangan mendengarkan omong kosongnya. Penyakitku tidak bisa disembuhkan hanya dengan mengandalkan energi spiritual. Itu hanya bisa meringankan rasa sakit."

"Bagus kalau bisa meringankan rasa sakit."


Tak ingin lagi membahasnya, Lian Cheng langsung mengalihkan topik meminta Xiao Tan memijat bahunya yang pegal. Xiao Tan menurutinya dengan patuh.

"Tan'er, sisi yang satunya."

Xiao Tan langsung menurut dengan patuh... sampai saat dia menyadari bagaimana cara Lian Cheng memanggilnya barusan. "Kau memanggilku apa barusan? Tan'er? Apa ingatanmu sudah kembali?"

Lian Cheng mengangguk. Senang, Xiao Tan langsung mendekap Lian Cheng erat-erat. "Aku tidak mau lagi berpisah denganmu."


Tapi tiba-tiba Lian Cheng batuk-batuk lagi. Xiao Tan cemas, tapi Lian Cheng mengklaim kalau dia baik-baik saja. Xiao Tan mencoba menyalurkan energi spiritualnya, tapi itu malah memperparah kondisi Lian Cheng sampai dia muntah darah.

Xiao Tan jadi semakin panik berteriak-teriak memanggil bantuan dan memohon agar Lian Cheng bertahan. Yi Feng bergegas datang dan menyalurkan energi spiritualnya dan akhirnya dia berhasil meredakan sakitnya Lian Cheng. Xiao Tan akhirnya bisa tenang.

Bersambung ke part 2

7 comments

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon