Powered by Blogger.

Images Credit: QQLive

Sinopsis The Eternal Love Episode 23 - 2


Di luar, Xiao Tan tidak bisa tenang sepenuhnya dan tanya pada Yi Feng, apa yang sebenarnya terjadi pada Lian Cheng?

Yi Feng memutuskan untuk memberitahu Xiao Tan saja. Dia yakin kalau dia tidak memberitahu Xiao Tan maka Lian Cheng tidak akan pernah memberitahunya.

"Demi memulihkan kenangan selama 25 tahunnya, dia memaksakan diri meminum pil pengumpul pikiran meskipun dia sedang terluka parah. Tapi pil itu ada efek sampingnya. Itu bisa sangat membahayakan energi dalam seseorang."

"Lalu, apakah dia melakukan semua itu hanya demi aku?"


Yi Feng membenarkan. Untuk mengurangi efek samping pil pengumpul pikiran, Lian Cheng juga meminum beberapa obat lain pada saat yang bersamaan. Situasi sekarang ini bukan yang terburuk. Begitu efek semua obat bereaksi, luka Lian Cheng akan semakin berlipat ganda.

"Apa kita masih bisa menghentikannya. Jika bisa menyelamatkan Cheng Cheng, lebih baik dia tidak memiliki kenangan itu."

Tapi Yi Feng berkata tak ada jalan kembali lagi begitu Lian Cheng meminum pil itu. Xiao Tan tetap bersikeras ingin menyelamatkan Lian Cheng apapun caranya. Dia bahkan rela mati asalkan Lian Cheng bisa sembuh.

"Kau memang tulis mencintai Lian Cheng. Kalau begitu, biarkan aku menceritakan sebuah kisah padamu."


Dulu, ada seorang pemuda yang baik hati dan memiliki kemampuan medis yang yang hebat. Kebetulan, dia menyelamatkan seorang wanita yang terluka parah dan tak sadarkan diri.

Wanita itu sangat cantik. Lalu pemuda itu jatuh cinta pada wanita itu dan merawatnya dengan baik setiap hari. Tapi pada suatu hari, wanita itu terbangun dan dia pergi tanpa mengucap sepatah kata.

"Wanita itu kejam sekali," rutuk Xiao Tan.

Yi Feng meneruskan ceritanya. Pemuda itu terus berusaha mencari keberadaan wanita itu kemana-mana hingga akhirnya pemuda itu mengetahui kalau wanita itu ternyata keturunan dari suku musuhnya.


Awalnya, wanita itu tidak menaruh perhatian pada pemuda itu. Pemuda itu berulang kali menyatakan perasaannya pada wanita itu, hingga pada akhirnya mereka berdua jatuh cinta dan mereka berjanji untuk bersama selamanya.

"Walaupun kisah mereka agak sedih, tapi baguslah akhir kisah mereka tidak terlalu buruk." Komentar Xiao Tan.

Tidak. Kisah mereka tidak berakhir sampai di situ. Wanita itu biarpun tampak lemah, tapi tak ada yang menyangka kalau dia sebenarnya memiliki ambisi yang sangat besar. Demi memperluas kekuasaan keluarganya, wanita itu membunuh banyak orang.


Pemuda itu tak ingin melihat tangan wanita itu bernoda darah. Akhirnya, suatu hari, dia mempertaruhkan segalanya demi menghentikan rencana wanita itu. Tapi wanita itu sangat marah hingga dia membunuh pemuda itu.

"Apa kau merasa wanita ini sangat kejam?"

"Dia membunuh orang yang dia cintai, dia pasti juga merasa sangat terluka. Lalu apa yang terjadi?"

"Wanita itu juga mati. Ingatan pemuda itu dilindungi oleh teman baiknya."


Xiao Tan mulai paham. Apa orang dalam cerita tadi adalah Lian Cheng? Xiao Tan tidak peduli apapun yang terjadi di masa lalu. Pokoknya, sekarang Lian Cheng adalah miliknya! Tak ada seorangpun yang bisa mengambil Lian Cheng darinya!

Yi Feng memberitahu kalau orang yang membunuh Lian Cheng dulu adalah Kepala Suku Qu - Qu Xiang Tan. Setelah Qu Xiang Tan mati, dia terlahir kembali di dunia lain. Dan namanya sekarang adalah... Qu Xiao Tan. Xiao Tan tercengang mendengarnya.

 

Sementara itu, Lian Cheng tengah berusaha mengobati dirinya sendiri. Tapi pada akhirnya dia tidak kuat lagi dan muntah darah. Xiao Tan kembali saat itu dan langsung cemas. Tapi Lian Cheng bersikeras kalau dia baik-baik saja.

Dia menduga kalau Xiao Tan pasti sudah mengetahui segalanya. Xiao Tan mengakuinya, dia sudah tahu tentang apa yang terjadi antara Lian Cheng dan Qu Xiang Tan.

"Siapapun kau dan aku, yang kucintai sekarang adalah kau yang sekarang. Apapun yang terjadi, mulai sekarang, kita jangan berpisah."


"Tapi, diriku yang dulu membunuhmu."

Lian Cheng berkata bahwa waktu itu mereka berada di pihak yang berlawanan. Qu Xiang Tan tidak punya pilihan selain berbohong padanya demi menyembunyikan identitasnya. Lian Cheng nekat menyelidikinya walaupun dia menyadari kalau itu perbuatan yang tak pantas.

Qu Xiang Tan banyak menggunakan kebohongan untuk menyembunyikan dirinya hingga  ada banyak kesalahpahaman yang menumpuk. Pada akhirnya mereka berdua tidak bisa menahannya lagi dan mereka berakhir sedih.

"Aku tidak menyalahkannya, tapi entah apakah dia menyalahkanku."

"Dia mungkin merasa sangat bersalah juga."

"Dari mana kau tahu?"


"Apa kau ingat saat aku dan Tan Er berbohong dan kami akan bertukar? Kurasa... itu karena setelah kau mati, Qu Xiang Tan tak pernah berbohong padamu dan merasa bersalah padamu. Perasaan bersalah itu tetap terkubur dalam hatinya dan menjadi obsesi."

"Jadi saat kau dan Nona Qu berbohong, itu sebenarnya obsesinya Qu Xiang Tan yang membuat kalian berdua bertukar tempat."

"Mungkin begitu."

Tanpa mereka sadari, Yi Feng mendengarkan percakapan mereka dari luar, cemas menyadari Lian Cheng sudah meningkatkan dosis pil pengumpul pikirannya. Dia sungguh tidak mengerti kenapa Lian Cheng melakukan ini pada dirinya sendiri.


Malam harinya, Lian Cheng dan Xiao Tan saling bersandar sambil bergandengan tangan. Xiao Tan tanya apakah Lian Cheng sungguh sudah mengingat semuanya.

Lian Cheng tahu apa yang Xiao Tan cemaskan, tapi dia meyakinkan kalau dia adalah tabib terbaik di dunia ini. Jika dia bahkan tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri, maka takkan ada seorangpun yang bisa menolongnya.

"Aku sudah sangat puas kau kembali. Aku ingin bersama denganmu setiap menit dan setiap detik. Aku tak ingin melewatkan apapun."

"Di kehidupan ini, memilikimu di sisiku, aku tak menyesal untuk mati. Hanya saja, kontrak sehidup semati itu harus diakhiri."

Xiao Tan protes, dia tidak akan mengakhiri kontrak sehidup semati itu. "Kalau kau mati, aku juga akan mati bersamamu."

Lian Cheng tersentuh mendengarnya, "Gadis bodoh."


Mereka tidur saling bersandar sementara Xiao Tan memikirkan putra mereka. "Yu'er, apa kau baik-baik saja di Dong Yue? Ibu tak tahu apakah ibu bisa kembali, kau harus tumbuh sehat. Ayah-Ibu, selamat tinggal. Di kehidupan berikutnya, aku masih ingin menjadi putri kalian lagi."


Tiba-tiba Xiao Tan mendengar suara Kakek Liu memanggilnya. Mumpung Lian Cheng tidur, Xiao Tan mengendap keluar. Saat baru membuka pintu, dia menemukan secarik kertas dari Kakek Liu yang mengajaknya ketemuan besok jika dia mau menyelamatkan Lian Cheng.


Xiao Tan lalu menyeret Yi Feng ke ruang obat dan beralasan kalau dia cuma ingin tahu apakah Yi Feng punya obat untuk insomnia, semacam obat tidur. Belakangan ini kepalanya sakit, sudah beberapa lama dia tidak tidur dengan benar.

"Biasanya kau tak punya hati, kau juga bisa insomnia?" Nyinyir Yi Feng. "Katakan saja. Apa yang kau inginkan dariku?"

"Pintar sekali kau. Lagipula aku tidak bisa menyembunyikannya darimu, jadi akan kukasih tahu saja. Sebenarnya, aku memang benar menginginkan obat tidur. Hanya jika Cheng Cheng tertidur, aku bisa..."

"Kau bisa apa?"

"Si tua aneh bilang kalau dia punya cara untuk menyelamatkan Cheng Cheng. Aku mau tanya dia, tapi aku tidak bisa melakukannya selama Cheng Cheng masih tersadar. Dia akan khawatir."


Yi Feng tidak setuju. Kakek Liu itu tidak bisa diandalkan. Yi Feng tidak akan membiarkan Lian Cheng mengambil resiko itu. Xiao Tan kesal, lalu apakah Yi Feng punya cara lain untuk menyelamatkan Lian Cheng?

Yi Feng malah diam saja. Xiao Tan jadi makin kesal melihat reaksinya, apa Yi Feng menyembunyikan sesuatu darinya? Yi Feng mengaku kalau dia sedang berusaha.

"Kau berusaha tapi tidak berguna, kan? Kalau begitu, kenapa kau menghentikanku?"

Yi Feng tetap tidak setuju, hidup manusia itu bukan mainan anak-anak. Kakek Liu itu gila. Apa Xiao Tan mau ikut menggila dengannya?

"Iya! Aku memang gila! Aku sudah hampir gila! Melihat Lian Cheng seperti itu, aku tidak menunggu lebih lama lagi! Kalau kau mampu, selamatkan dia!"

"Lian Cheng mengetahui kondisi tubuhnya lebih baik daripada siapapun. Apa kau pernah memikirkan perasaannya?"


"Aku tidak peduli semua itu! Melihat Cheng Cheng seperti itu, aku harus mencoba segala macam cara!"

"Kenapa kau sangat keras kepala?"

"Kaulah yang keras kepala! Kalau kau punya cara lain, apa mungkin Cheng Chang masih seperti ini?"

Xiao Tan terus berusaha membujuknya. Kondisi Lian cheng sangat buruk sekarang ini. Mereka harus menghadapinya dan menemukan jalan keluarnya bersama-sama. Siapa tahu Kakek Liu benar, karena itulah Xiao Tan ingin pergi menemuinya dan bicara dengannya.

Yi Feng akhirnya mengalah. Dia bisa membantu Xiao Tan merahasiakannya dari Lian Cheng. Tapi dia tidak menjamin kalau Lian Cheng tidak akan mengetahuinya. Dia lalu memberikan sebuah bungkusan obat untuk Xiao Tan.


Xiao Tan mencampur obat itu ke dalam sayuran lalu membujuk Lian Cheng untuk makan sayurannya. Yi Feng hampir saja menggagalkan rencananya saat dia menyuruh Lian Cheng makan daging.

Xiao Tan sontak mendelik padanya. Yi Feng pun buru-buru membujuk Lian Cheng makan sayur lebih banyak. Lian Cheng memakan sayurannya tanpa curiga, sementara kedua orang itu gelisah menunggu obatnya bereaksi.

Obatnya bereaksi dengan cepat dan Lian Cheng pun tertidur. Xiao Tan berpesan pada Yi Feng kalau Lian Cheng bangun dan menanyakan dirinya, bilang saja kalau dia sedang mandi. Pokoknya Yi Feng harus mengulur waktu selama mungkin.


Xiao Tan lalu pergi ke kamarnya dan mondar-mandir gelisah menunggu kedatangan Kakek Liu. Tak lama kemudian, Kakek Liu akhirnya datang dan Xiao Tan langsung merecokinya untuk segera memberitahu bagaimana caranya menyelamatkan Lian Cheng.

Kakek Liu tahu kalau kondisi Lian Cheng sangat buruk. Setengah dari titik akupunturnya Lian Cheng sudah rusak. Meminum pil pengumpul pikiran untuk mengembalikan ingatan justru membuat tubuhnya semakin mudah dikosongkan.

Energi Qi dan aliran darahnya Lian Cheng perlahan akan menghilang seiring berjalannya waktu. Penyakit ini sangat sulit disembuhkan


Tapi bukan berarti mereka tak punya harapan. Ada satu cara yang bisa mereka coba. Xiao Tan menuntut Kakek Liu untuk cepat memberitahunya, dia bersedia mencoba apapun asalkan bisa menyelamatkan Cheng Cheng.

Ada sebuah sumber mata air di Kolam Air Surga di dunia bawah tanah. Sumber mata air itu mengumpulkan inti langit dan bumi. Jika Lian Cheng memandikan seluruh tubuhnya kedalam air itu dengan dibarengi ilmu penyembuhan terbaiknya, mungkin dia bisa diselamatkan.

"Dia cuma perlu mandi? Air itu seajaib itu?"


Kakek Liu yakin begitu. Sumber mata air itu sudah berusia ribuan tahun, di situ terkumpul hujan di seluruh dunia dan juga inti matahari dan bulan. Air itu bisa menyembuhkan tubuh yang rusak dan membuka aliran darah dan saluran energi Qi seseorang.

"Kolam air itu adalah air suku Suku Qu. Tapi... tersembunyi marabahaya di tempat Kolam Air Surga itu."

"Marabahaya apa?"

Bersambung ke episode 24.

7 comments

Smangat unnie..
Lanjutin episode trakhr a

This comment has been removed by the author.

Waah.. 1 eps lg.. Sad ending ne kelihatannya.. Jd ganjal.. Hiks hiks hiks

G sabr nunggu satu episode lg akan kah kembali pd jmn modern atw kejaman kerajaan,tetp semngt mba

G sabr nunggu satu episode lg akan kah kembali pd jmn modern atw kejaman kerajaan,tetp semngt mba

Semangat buat sinopsisnya kan,,,sedih sdh mau tamat,,,

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon