Powered by Blogger.

Images Credit: Zhejiang TV

 Sinopsis The King's Woman Episode 2 - 1

 

Pagi itu, para pejabat dan prajurit sudah berbaris di sepanjang karpet merah saat Ying Zheng berjalan dengan penuh wibawa menuju istana untuk apel pagi.

Dalam narasi, diceritakan bahwa Ying Zheng mulai memerintah secara pribadi setelah upacara penobatannya pada tahun 238 SM.

Dulunya, Ying Zheng dilahirkan di Kerajaan Zhao dan nama aslinya adalah Zhao Zheng. Dia di sana sebagai pangeran yang disandera. Karena itulah dia sering dihina dan ditindas. Bahkan dalam flashback, Ying Zheng sering dikejar-kejar tentara militer.


Begitu kembali ke Kerajaan Qin, dia mengubah namanya menjadi Ying Zheng. Dia naik tahta pada usia 13 tahun. Akan tetapi pada saat itu, dia banyak mengalami tekanan dari Ibu Suri Huayang dan Lu Buwei.


Para bawahannya Lao Ai dibawa menghadap Ying Zheng. Seorang menteri mencoba membela orang-orang itu karena biarpun Lao Ai pantas dihukum mati atas pemberontakannya, tapi para bawahannya ini tidak terlibat.

Karenanya, Menteri menyarankan agar mereka dibiarkan tetap hidup, tapi diusir dari istana dan statusnya diturunkan jadi rakyat biasa. Seorang menteri lain ikut mendukung usul menteri pertama.

Tapi tentu saja tak ada ampun bagi siapapun. Ying Zheng menolak bersikap lunak. Karena jika dia bersikap seperti itu, maka takkan ada yang setia padanya.

Dia bahkan memutuskan bahwa siapapun yang membela pengkhianat, maka mereka juga harus mati. Para menteri yang lain sontak ketakutan, sementara para bawahan Lao Ai dan kedua menteri yang membela mereka, diseret keluar dari aula.


Li Zhong lalu melaporkan sebuah kabar yang mengatakan kalau Lao Ai kabur ke Kota Luoyang di Kerajaan Han. Ying Zheng yakin kalau Lao Ai pasti bersembunyi di rumah penduduk biasa.

Karena itulah, Ying Zheng memutuskan mau pergi ke Kota Luoyang. "Aku akan menangkapnya dengan tanganku sendiri!"


Li'er dan Jing Ke makan siang di sebuah kedai di Kota Luoyang. Li'er lagi-lagi menyamar dengan pakaian pria supaya lebih aman dan Jing Ke mencoba menghiburnya agar tak terlalu bersedih atas kematian Kakeknya.

Li'er membahas Kota Yewang yang dekat daerah ini. Itu adalah tempat Raja Kerajaan Wey diasingkan oleh Raja Kerajaan Qin. Dulu, Raja dan keluarga Gongsun cukup dekat. Li'er penasaran bagaimana keadaan Raja sekarang.

Li'er juga menyinggung wasiat Kakeknya yang menyuruh mereka untuk mencari Pendekar Lu Guojian. Li'er pernah mendengar kalau Pendekar Lu Guojian pernah menjadi pengikut di rumah Bangsawan Xinling.

Tapi Bangasawan Xinling sudah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu dan para pengikutnya sudah terpencar. Jadi, untuk menemukan Pendekar Lu Guojian, sepertinya mereka harus banyak bertanya pada orang.


Di tempat yang sama, Ying Zheng duduk di meja seberang bersama Li Zhong dan Chengjiao. Ying Zheng melihat Kota Louyang yang sekarang jadi semakin makmur ini. Chengjiao maklum, Kanselir Kota Louyang adalah seorang pedagang, jadi dia tentu tahu bagaimana memakmurkan kotanya.

Ying Zheng mengaku bahwa selama perjalanan Ke Luoyang. Begitu dia memegang kendali penuh atas pemerintahan, dia berencana akan memindahkan semua orang kaya ke Xianyang.

Dia akan mengurangi pajak dan menghapus wajib militer dan membiarkan mereka hidup damai di Xianyang. Orang-orang kaya biasanya lebih mementingkan kekayaan daripada martabat nasional.

"Jika Kerajaan Qin-ku menawarkan yang terbaik untuk mereka, maka mereka takkan peduli siapa raja dunia."

Chengjiao kagum dengan rencana Ying Zheng itu. Jika mereka memindahkan kekayaan dunia ke Kerajaan Qin, maka kekuatan Kerajaan Qin pasti akan meningkat.


Tiba-tiba ada dua orang pemabuk yang cari perkara dengan menggodai seorang wanita tapi tak ada seorangpun yang bergerak untuk menolongnya. Li'er berniat menolong wanita itu. Tapi Jing Ke menghentikannya. Dia sendiri hendak bangkit untuk menolong wanita itu.

Tapi bahkan sebelum dia sempat berdiri, Ying Zheng sudah bergerak duluan menghajar kedua pria itu. Salah satu pemabuk terlempar ke arah Jing Ke dan Li'er. Tapi mereka berdua cekatan ikut menghajar si pemabuk itu.


Setelah kedua pemabuk itu pergi, Ying Zheng mendekati Jing Ke dan Li'er, memuji kehebatan mereka dan mengundang mereka minum bersama.

Mereka bertiga akhirnya duduk dan minum-minum bersama. Ying Zheng memperkenalkan dirinya sebagai 'Tuan Muda Zhao'. Saat Jing Ke tanya apa alasan Ying Zheng datang ke kota ini, Ying Zheng beralasan kalau dia lewat kota ini untuk berbisnis.


Jing Ke dan Li'er mempercayainya begitu saja lalu dengan santainya membahas tentang invansi Kerajaan Qin pada Kerajaan Zhao. Li'er heran dengan ambisi besar Kerajaan Qin, keenam kerajaan bisa hidup damai, tapi Kerajaan Qin malah bersikeras berperang dan membuat rakyat jadi panik.

Jing Ke merasa kalau ini adalah waktu yang tepat bagi keenam kerajaan untuk bersatu melawan Kerajaan Qin. Ying Zheng buru-buru mengalihkan topik dan mengajak mereka berdua bersulang. Mereka terus minum dan minum berulang kali sampai akhirnya mereka semua mabuk.


Jing Ke mabuk berat sampai Li'er harus memapahnya ke kamar. Saat Li'er tengah menyelimutinya, tiba-tiba Jing Ke menggenggam tangan Li'er dan berkata.

"Akhirnya aku menangkapmu. Kau tidak boleh meninggalkanku, bahkan tak boleh satu langkahpun, bahkan satu haripun tak boleh. Apa kau tahu, Adik seperguruan?"

Li'er malu-malu mendengarnya. Jelas mereka punya perasaan pada satu sama lain. Jing ke langsung tertidur dan Li'er pun perlahan melepaskan tangannya dan kembali ke kamarnya sendiri.


Ying Zheng yang juga mabuk berat, berjalan sempoyongan menuju kamarnya. Tapi keesokan harinya saat Ying Zheng membuka selimutnya, dia malah mendapati Li'er tertidur di atas dadanya.

Kaget, Ying Zheng kontan mendorong Li'er. "Kenapa kau ada di sini?"

Li'er juga kaget melihatnya. "Aku juga ingin tanya kenapa kau ada di sini? Ini kamarku."

Ying Zheng baru sadar kalau dia sudah salah masuk kamar semalam. Tak sengaja dia keceplosan menyebut dirinya sendiri sebagai 'gua ren' (aku - kata ganti pribadi yang khusus digunakan oleh raja).

Li'er tentu saja heran mendengarnya. Ying Zheng santai beralasan kalau dia sedang mabuk, biasanya dia suka pura-pura jadi raja. Ying Zheng berkata kalau biasanya dia tidak suka tidur bersama orang lain. Tapi karena sekarang sudah terlanjur, dia ingin tidur lebih lama.


Dia sudah mau merebahkan diri, tapi Li'er cepat-cepat mencegahnya dan meminta Ying Zheng pergi dulu soalnya dia mau ganti baju. Mengira mereka sama-sama pria, Ying Zheng santai saja mengizinkannya ganti baju sekarang.

Saat Li'er ragu, Ying Zheng menduga kalau dia malu dan berinisiatif mau membantunya ganti baju. Li'er langsung panik mencegahnya. Ying Zheng heran, mereka berdua kan pria, apa yang dia takutkan?

Kalau begitu, Ying Zheng menawarkan diri untuk melepas baju duluan. Dia sudah mau melepas bajunya yang sontak membuat Li'er semakin panik mencegahnya. Ying Zheng jadi semakin heran melihat sikapnya.


"Tuan Muda Sun, kau terlalu pemalu. Apa mungkin kau seorang perempuan?" Goda Ying Zheng.

Li'er ragu sesaat, tapi kemudian dia tegas mengklaim dirinya laki-laki. Kalau dia laki-laki, terus kenapa takut? Sini, sini. Ying Zheng bantuan buka baju. Li'er makin panik mengancam akan memanggil kakak seperguruannya kalau Ying Zheng berani mendekat lagi.

Ying Zheng tertawa melihat reaksi Li'er dan menduga kalau Li'er pasti sangat muda. Baiklah, Ying Zheng memutuskan untuk tidak lagi menggodanya dan pergi.


Dia membuka pintu bertepatan dengan Jing Ke yang hendak mengetuk. Jing Ke jelas heran melihat Ying Zheng ada di kamarnya Li'er. Ying Zheng menjelaskan kalau dia salah masuk kamar gara-gara mabuk semalam.

Jing Ke mendelik kaget mendengarnya. Ying Zheng bingung, memangnya kenapa kalau dia tidur dengan adik seperguruannya Jing Ke, mereka semua kan pria. Tapi adik sepeguruannya Jing Ke itu sangat aneh, dia bertingkah seperti wanita rewel.


Setelah Ying Zheng pergi, Li'er langsung keluar dengan gugup. Mungkin takut Jing Ke salah paham, Li'er menjelaskan kalau dia sungguh tak tahu apa yang terjadi semalam. Ying Zheng sudah ada di sebelahnya saat dia bangun tadi.

Jing Ke berkata kalau dia mabuk semalam dan tak tahu bagaimana dia kembali ke kamar. Li'er makin gugup mendengarnya, tapi dia diam saja. Jing Ke langsung mengalihkan topik mengajaknya turun untuk sarapan.


Di bawah, Li Zhong melapor bahwa anak buah mereka sudah menemukan keberadaan para pemberontak. Ying Zheng pun langsung pamitan pada Jing Ke dan Li'er dengan alasan ada barang baru yang harus dia periksa.

Dia lalu tanya secara khusus pada Li'er tentang apa rencana mereka selanjutnya. Sepertinya biarpun dia tidak tahu kalau Li'er perempuan, secara tak sadar dia mulai tertarik pada Li'er.

Jing Ke menjawabnya untuk Li'er, mereka akan pergi mencari Pendekar Lu Gaojian. Ying Zheng pun pamit pada mereka.

Bersambung ke part 2

2 comments

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon