Powered by Blogger.

Images Credit: Hunan TV

Sinopsis Love Weaves Through a Millenium Episode 2 - 1


Gong Ming mendadak muncul di dunia masa depan saat dia hampir terbunuh. Dia berdiri di tengah jalan dengan keheranan dan tanpa mengerti apapun dengan bunyi klakson dari truk yang melaju cepat ke arahnya.

Truk itu hampir saja menabraknya jika saja Xiang Xiang tidak sigap menyeretnya ke pinggir jalan. Gara-gara tarikannya, Gong Ming jatuh ke pelukan Xiang Xiang.

Xiang Xiang melepaskan pelukannya, tapi dia masih menggenggam erat tangan Gong Ming dengan cemas. Gong Ming mendelik tercengang dengan sentuhan tangannya, terlebih tempat aneh di sekitarnya itu.


"Apa kau baik-baik saja, Kakak?"

Gong Ming melirik tangan Xiang Xiang dan baru saat itulah Xiang Xiang melepaskan genggamannya. Xiang Xiang meminta maaf lalu mengomeli sikap ceroboh Gong Ming. Sudah tahu itu tengah jalan, tapi dia malah berdiri di sana, dia hampir saja kehilangan nyawanya tadi.

"Ini tempat apa?" Tanya Gong Ming.

Xiang Xiang heran, apa ini pertama kalinya Gong Ming masuk kota? Gong Ming terus ngotot tanya ini di mana? Xiang Xiang lebih heran melihat pakaian jaman kunonya dan bahasanya yang sangat sopan.


"Ah, kau pasti figuran di film, kan? Figuran di drama periode? Apa yang kakak lakukan malam-malam begini?"

"Kakak? Gadis, siapa kau?"

Tidak terima dipanggil 'Gadis', Xiang Xiang langsung menyodoknya dengan kesal dan menuduh Gong Ming mau mengambil keuntungan darinya.


"Apa kau tahu siapa aku? Ah, sudahlah. Tidak ada gunanya juga memberitahumu. Lagipula dalam dua hari mendatang, ini tidak akan menjadi rahasia. Aku... adalah Permaisuri Xu! Permaisuri Xu dari Dinasti Han." Kata Xiang Xiang sambil melet.

Gong Ming jelas langsung menatapnya dengan aneh mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki lalu mengalihkan perhatiannya ke arah lain dengan cuek. Dia hendak pergi, tapi Xiang Xiang menghentikannya.

Mengira Gong Ming lagi mabuk, Xiang Xiang mencoba mengendusnya dan baru sadar kalau bau alkohol itu berasal dari tubuhnya sendiri.

Gong Ming sekali lagi tanya, ini tempat apa dan dia siapa? Kenapa dia berani mengaku-ngaku sebagai Permaisuri Xu? Dan ke mana para pembunuh itu pergi?

Xiang Xiang bingung mendengar rentetan pertanyaan anehnya dan menduga kalau yang Gong Ming maksud pastilah persiangan di dunia akting yang sangat kepetitif. Dia tidak menyangka kalau pemain cadangan juga musti segitunya dalam berakting.


Xiang Xiang memutuskan mau pergi saja... tapi kembali sedetik kemudian. Mungkin karena kasihan dengan orang aneh ini, Xiang Xiang menanyakan siapa namanya dan di mana alamat rumahnya.

Tapi kemudian dia melihat sesuatu yang mencengangkan, tangan Gong Ming berdarah. Cemas, dia cepat-cepat memperbannya dengan sapu tangan lalu memanggil taksi untuk membawanya ke rumah sakit.
Taksi tak kunjung muncul. Tapi saat Xiang Xiang berbalik, dia malah tak mendapati Gong Ming di belakangnya. Ke mana dia?


Para pembunuh di masa lampau, celingukan bingung saat Gong Ming tiba-tiba menghilang tak berbekas. Mereka pun segera berpencar mencarinya.


Gong Ming masuk ke sebuah gang gelap, tampak ketakutan dengan tempat asing ini. Dia yakin si pembunuh menusukkan pedang ke dadanya. Apa mungkin dia sudah mati?

Dia mencoba meraba dadanya yang kena tusuk, tapi malah mendapati jimat giok pemberian Ying Yue. Di jimat giok itu, tertera kalimat: Waktu akan berubah, saat hidup sang cendikiawan dalam bahaya.


Begitu membaca mantra dalam jimat itu, tiba-tiba saja Gong Ming menghilang dari sana dan hanya meninggalkan saputangannya Xiang Xiang... dan muncul kembali di tengah hutan. 

Gong Ming jadi semakin bingung, apa dia bermimpi? Dia melihat tangannya berdarah, tapi saputangannya Xiang Xiang sudah tak ada di sana. Dari kejauhan, dia melihat para pembunuh itu sedang mencarinya, Gong Ming pun buru-buru pergi dari sana.


Xiang Xiang mencari Gong Ming ke gang gelap itu, tapi hanya menemukan saputangannya tergeletak di jalan. Ke mana orang itu pergi.

Jin Jing menelepon saat itu, heran kenapa Xiang Xiang belum pulang juga. Xiang Xiang langsung menceritakan kejadian aneh yang dialaminya barusan. Dia bertemu seseorang. Orang itu terluka. Dia berniat membawanya ke RS, tapi orang itu tiba-tiba menghilang.

Jin Jing langsung ngomel-ngomel memarahinya. Pikirkan saja urusannya sendiri dan pulang sekarang biar kejadian masa lalu itu tidak terulang lagi. Kejadian saat Xiang Xiang mengejar seorang pria, tapi ujung-ujungnya malah dicap cab*l.

"Itu karena aku cuma ingin dia tahu kalau resletingnya terbuka."

Jin Jing tak peduli apapun yang Xiang Xiang lakukan sebelumnya. Tapi mulai sekarang, dia harus mulai berhati-hati dengan apapun yang dia ucapkan. Baiklah, baiklah. Xiang Xiang akan pulang sekarang.


Setibanya di rumah, Stylistnya Xiang Xiang lebay menirukan gaya bicara orang jaman dulu untuk mengucap selamat untuk Xiang Xiang. Dia bersulang untuk Xiang Xiang, tapi Jin Jing langsung merebut botol birnya Xiang Xiang dan mengingatkan kalau dia adalah aktris jadi dia harus punya disiplin diri.

Xiang Xiang sungguh bahagia. Akhirnya, pertama kalinya dalam hidupnya, namanya akan masuk dalam daftar tiga besar pemain utama. Stylist setuju, akhirnya Xiang Xiang mendapatkan peran yang bagus sejak dia menjadi aktris 5 tahun yang lalu.


Jin Jing nyinyir. Dia rasa, Xiang Xiang tidak pernah mendapatkan peran bagus karena temperamennya sendiri yang meledak-ledak. Sudah berapa banyak peran yang melayang dari tangannya gara-gara temperamennya itu.

"Kakak Jing, kenapa mengungkit masa lalu? Menemani bintang kalian selama bertahun-tahun ini, pasti berat untuk kalian berdua. Aku pasti akan membalas jasa kalian!"

Jin Jing mengingatkan kalau dia belum jadi bintang, dia baru saja mendapatkan peran pembantu. Segalanya baru dimulai. Dan please deh, bisakah Xiang Xiang berbaikan dengan Yu Fei?

"Kalau kau bertengkar dengannya lagi dan mempengaruhi pekerjaanmu, akan kubunuh kau!"

Xiang Xiang langsung lesu mendengar nama Yu Fei. Memikirkan bekerja dengan Yu Fei saja sudah mmebuat kepalanya pusing, apalagi memikirkan harus bertemu dengannya setiap hari.


Baru diomongin, Yu Fei tiba-tiba menelepon dan tanya kenapa Xiang Xiang belum menemuinya sekarang. Xiang Xiang menolak. Yu Fei memperingatkannya untuk datang sekarang kalau Xiang Xiang ingin menjadi Permaisuri Xu.

"Apa kau pemegang saham sampai kau yang harus memutuskan apakah aku bisa berakting atau tidak? Lucu sekali! Kututup!"

 

Jin Jing jelas langsung kesal dengan sikap Xiang Xiang barusan dan memukulinya. Tak lama kemudian, Xiang Xiang akhirnya terpaksa pergi ke hotel menemui Yu Fei.

Tapi saat dia sedang berusaha mencari keberadan Yu Fei di diskotik, seorang pria tiba-tiba memeluknya paksa. Untunglah Yu Fei melihat kejadian itu dan buru-buru menyelamatkan Xiang Xiang dari pria itu.


Yu Fei lalu menyeret Xiang Xiang ke area kolam renang yang sepi. Katanya Xiang Xiang tidak mau datang, kenapa sekarang dia dandan secantik ini?

"Bahkan sekalipun aku tidak dandan, aku tetap cantik! Kau masih sama, suka pergi ke tempat semacam ini."

"Aku sudah lama tidak datang tempat ini. Sebenarnya, aku lelah juga dengan semua ini."

"Sebodo amat. Katakan apa yang mau kau katakan lalu aku akan pergi."


Yu Fei memperhatikan gelang yang dipakai Xiang Xiang. Dia masih memakainya? Ini gelang yang dia belikan, kan? Dia masih ingat saat mereka nonton dan film apa yang mereka tonton waktu itu. Xiang Xiang yang tadinya, tampak mulai melunak mendengarkan penuturan Yu Fei.

"Aku ingat kau bilang filmnya tidak bagus dan akting pemeran utama prianya payah. Kau bilang kalau aku lebih baik. Sebenarnya, aku tidak melakukannya dengan baik."

"Bukankah kau terkenal sekarang?"

"Iya. Seperti yang kau bilang, aku adalah kacang keras sekarang."

Suasana di antara mereka mendadak jadi canggung karenanya. Tapi Yu Fei menyuruhnya datang kemari bukan hanya untuk membicarakan masa lalu, kan?


Tentu saja tidak, Yu Fei malah meminta Xiang Xiang untuk mencoba mempraktekkan naskah yang sudah Xiang Xiang baca. Dia beralasan bahwa biarpun Sutradara mencasting Xiang Xiang, tetap saja dia cemas.

"Ayo, cobalah berakting untukku. Kenapa? Apa kau lupa dialogmu? Kalau begitu, mari kita lakukan ad lib."

Yu Fei mulai duluan dan dia benar-benar berakting dengan penuh penjiwaan, marah-marah ke Xiang Xiang sambil perlahan mendekatinya sampai Xiang Xiang bingung sendiri dibuatnya.

"Kalau kau mau berakting maka kau harus melakukannya dengan baik. Tunjukkan emosimu. Ayo mulai."


Xiang Xiang akhirnya mulai serius. Mereka berakting adegan saat Kaisar dan Permaisuri Xu sedang bertengkar dan Kaisar memutuskan untuk memakzulkan Permaisuri Xu dan mengasingkannya ke Istana Es.

Xiang Xiang akhirnya mau serius dengan aktingnya. "Yang mulia, maafkan aku. Kesepian dan kesulitan dalam situasi sekarang ini, tidak ada bedanya dengan Istana Es. Tapi terlepas dari semua ini, aku masih mencintaimu."


Yu Fei menatapnya mata berkaca-kaca lalu perlahan dia mengangkat tanganya untuk membelai wajah Xiang Xiang.

Tapi kemudian, sepertinya dia sudah tidak berakting lagi saat tiba-tiba dia berkata. "Mari kita mulai dari awal lagi." Lalu mengecup bibir Xiang Xiang.


Xiang Xiang sontak marah dan langsung mendorongnya sampai ke kolam renang. "Baj*gan! Kau mencoba mengambil keuntungan dariku, yah?!"


Saat Xiang Xiang berjalan pergi melewati diskotik, dia malah dihadang Jin Jing dan Stylist-nya. Mereka mengaku kalau mereka datang kemari karena cemas Xiang Xiang membuat masalah. Bagaimana pertemuan mereka barusan?

"Otaknya rusak. Dia ingin memulai dari awal lagi."

Bukannya marah untuk Xiang Xiang, Stylist malah mendukung Xiang Xiang dan Yu Fei balikan. Bukankah Xiang Xiang juga sulit melupakan cinta lamanya. Xiang Xiang dan Jin Jing sontak menjitaknya.

"Siapa juga yang tidak bisa melupakan cinta lama?! Aku tidak tertarik!"

Jin Jing setuju dengan Xiang Xiang. Lebih baik tidak membuat rumor. Ayo pergi saja!


Yu Fei duduk di pinggir kolam dengan kesal. Managernya datang dan memberitahu kalau Xiang Xiang sudah pergi. Apa yang sebenarnya mereka lakukan? Kenapa Yu Fei menggoda cewek lagi?

Yu Fei protes tidak terima. Dia tidak menggoda. Mereka memang bersama kok. Jadi, apakah Yu Fei sudah berbaikan dengan Xiang Xiang?

"Alangkah baiknya jika begitu. Setelah berputar-putar, dia tetaplah yang terbaik."

Manager heran, sebenarnya apa bagusnya Xiang Xiang itu? Dia rasa, Xiang Xiang masih mengingat kebenciannya terhadap Yu Fei. Dia penasaran, kenapa mereka putus dulu?


Menurutnya, biarpun mereka bisa bersama kembali, hubungan mereka tidak akan tahan lama. Lagipula, kenapa juga Xiang Xiang musti senang dengan Yu Fei. Jika ada pengukuran kualitas pacar, Yu Fei itu produk mutu rendah, aneh, dll.

Yu Fei jelas langsung kesal dengan olok-olokan si manager dan langsung menjewernya. Bisa-bisanya dia berkata seperti itu tentangnya? Dia lagi mabok, yah?


Di rumah, Xiang Xiang termenung galau memikirkan kejadian tadi, saat Yu Fei berkata kalau dia ingin memulai segalanya dari awal lalu menciumnya.

Tapi saat dia berbaring, dia melihat saputangan bernoda darah itu. Pikirannya mulai teralih, teringat dengan pria aneh yang ditemuinya di jalan tadi. Apa yang sebenarnya terjadi dengan pria itu.

Bersambung ke part 2

8 comments

makasih kakak.. lanjut terus ya.. selalu setia menunggu

Ditunggu kelanjutannya...

kalo bisa lanjut sekarang kak hehe

This comment has been removed by the author.

kak kpn dlanjut.. semangat!!!
ku tunggu updtnny.😍😍

lanjutin dong kak.... bagus banget loh...
penasaran ama lanjutannya...

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon