Powered by Blogger.

Images Credit: QQLive

Sinopsis Master Devil Don't Kiss Me Season 2 - Episode 19


Cheng Chuan kesel banget melihat kemunculan Qi Lu. Berhentilah menganggu mereka, pergi sana! Pemilihannya sudah selesai, dia sudah telat. Suh! Suh!

Qi Lu masa bodo dan langsung merangkul Chu Xia dan lagi-lagi mengklaim kalau Chu Xia adalah pelayannya, jadi wajar dong kalau dia yang jadi pasangannya Chu Xia.

Cheng Chuan tidak terima, tapi Feng Shao cepat-cepat mendinginkan suasana dengan mengusulkan agar Chu Xia yang memilih sendiri. Xiao Nan menasehati Chu Xia untuk memilih dengan baik.


Chu Xia bahkan tidak membantah sedikitpun dan Qi Lu langsung menyeretnya pergi dan memutuskan pemilihan dirinya sebagai modelnya Chu Xia sudah final.


Maka beberapa hari kemudian, Chu Xia sibuk mengukur seluruh tubuh Qi Lu, menemaninya olahraga biar badannya fit, merawat kulitnya biar cakep, dll.


Suatu malam, Man Kui datang lagi untuk makan malam bersama mereka. Saat Man Kui sedang membantunya cuci piring, Chu Xia penasaran bagaimana bisa tangannya Man Kui terluka.

Man Kui cuma mengaku kalau dia mau mengukir design botol, tapi dia malah tak sengaja melukai dirinya sendiri. Chu Xia diam saja, tapi sepertinya dia tidak percaya kalau cuma itu alasannya.


Kompetisi babak kedua pun dimulai. Tapi di ruang ganti, Chu Xia tampak murung. Entah mengapa dia punya perasaan tak enak. Sepertinya akan terjadi sesuatu yang buruk hari ini.

"Kenapa kau gugup? Kau kan punya aku? Sini kasih tanganmu."


Chu Xia memberikan tangannya dan Qi Lu pun menggenggamnya erat untuk meredakan kegugupan Chu Xia. Tapi Cheng Chuan mendadak muncul dan langsung cemburu melepaskan genggaman tangan mereka.

"Han Qi Lu, kuperingatkan kau. Jangan suka mengambil keuntungan dari Chu Xia."

Dia datang membawa buket bunga untuk Chu Xia. Tapi Chu Xia bergerak cepat mengambilnya duluan. Baunya enak juga. Kesal, Cheng Chuan langsung mengambil kembali bunganya.

Tapi Qi Lu masih sempat-sempatnya mengambil satu tangkai mawar merah dan berkata. "Aku cuma menyukai bunga yang kau beli ini. Apa kau akan memukulku?"


Sekarang giliran Xin Wei maju ke panggung dan berlenggak-lenggok bersama modelnya yang memakai gaun karyanya.

Setelah itu, giliran Chu Xia yang melenggang bersama Qi Lu. Tapi entah bagaimana, Chu Xia mendadak oleng ke belakang. Untunglah Qi Lu sigap menangkapnya dalam posisi yang romantis lalu menyodorkan setangkai mawar merah.

Chu Xia sudah mau mengambilnya, tapi Qi Lu tiba-tiba menggigit mawar itu di mulutnya lalu melanjutkan jalannya sambil merangkul Chu Xia yang jelas saja membuat Cheng Chuan dan Man Kui cemburu.


Setelah semua peserta selesai memperlihatkan karya-karya design mereka, MC mengumumkan bahwa kali ini ada dua peserta yang mendapat posisi pertama. Yaitu, Xin Wei dan Chu Xia.

Kedua peserta pun maju ke depan sementara juri voting untuk menentukan juara pertama dari kedua peserta itu. Kedua peserta sama-sama mendapatkan dua suara, tapi hanya Man Kui yang masih belum memberikan votingnya.

Dia ragu sesaat sebelum kemudian memutuskan memilih Chu Xia. Sontak semua penonton bertepuk tangan untuk Chu Xia dan cuma Xin Wei yang galau sendirian tak terima dengan kekalahannya.


Chu Xia dan Qi Lu keluar bersama dari gedung saat tiba-tiba saja beberapa orang wartawan muncul menyerbu mereka dan langsung menuntut sudah berapa lama Chu Xia berhubungan dengan Qi Lu. Qi Lu langsung menyeret Chu Xia pergi menghindari mereka.


Xin Wei melabrak Man Kui, tidak terima karena tadi Man Kui malah memilih Chu Xia dan bukannya dirinya. Apa penjelasan Man Kui?

"Hei! Kita sudah bekerja sama cukup lama, kenapa kau masih bodoh? Apa dia tidak pernah dengar? Semakin tinggi kau naik, semakin sakit jatuhnya."


Man Kui mengklaim kalau dia hanya ingin membuat Chu Xia gagal lebih daripada Xin Wei, jadi jangan khawatir. Padahal setelah Xin Wei pergi, Man Kui diam-diam membatin kalau dia sebenarnya memang bertekad mau membuat Chu Xia menang.

Dengan begitu, Chu Xia akan pergi ke Perancis dan meninggalkan Qi Lu. Dia tidak akan membiarkan Chu Xia berada di sisi Qi Lu.


Direktur Jiang sedang melihat-lihat foto para peserta. Tapi entah kenapa perhatiannya tiba-tiba tertarik pada fotonya Chu Xia. Dia memperhatikan foto itu baik-baik dan sepertinya dia menyadari sesuatu tentang Chu Xia.


Saat Chu Xia kembali ke kelas, semua teman sekelasnya langsung heboh menyambutnya dan minta tanda tangannya seolah dia artis idola. Man Kui juga mengucap selamat untuknya. Chu Xia pun berterima kasih karena Man Kui memilihnya.

Ponselnya Cheng Chuan berbunyi tak lama kemudian, tapi dia menyerahkannya pada Chu Xia. Yang menelepon ternyata dari perusahaan Jiang.


Malam harinya, Chu Xia memberitahu Qi Lu bahwa perusahaan Jiang menawarinya untuk menjadi designer mereka. Qi Lu senang, baguslah kalau begitu. Dengan begitu, Chu Xia tidak perlu pergi ke luar negeri dan Chu Xia bisa terus berada di sisinya jadi pelayannya.

"Tapi apa kau tidak merasa ada yang aneh? Hubunganku dengan Mo Xin Wei tidak baik, tapi ayahnya ingin aku jadi designer mereka? Pasti ada sesuatu yang nggak beres di sini."


Qi Lu merasa ini kesempatan yang sangat bagus untuk Chu Xia. Dia bisa jadi designer tanpa perlu pergi ke luar negeri. Ngapain juga dia musti pergi ke Perancis?

"Untuk menghindar darimu."

"Kau sebenarnya tidak perlu menghindariku. Waktu kebersamaan kita tidak akan selama itu juga?"

Chu Xia jelas bingung apa maksudnya. Qi Lu ingin mengatakan sesuatu, tapi dia ragu dan akhirnya diam saja. Chu Xia mengklaim kalau dia cuma bercanda. Tapi dia memutuskan tidak akan bekerja untuk perusahaan Jiang.


Xin Wei mengadu ke ayahnya dan meminta Ayah untuk menendang Chu Xia dari kompetisi itu, soalnya Chu Xia itu terus menerus menghalanginya.

Tapi Ayah tampak aneh dan gelisah mendengarnya. "Menurutmu, An Chu Xia itu menyebalkan?"


Keesokan harinya saat mereka pulang sekolah, Cheng Chuan malah mendapati pamannya ada di depan. Sedang apa pamannya datang kemari? Xiao Nan mengira mungkin mau menjemput putrinya. Tapi saat Direktur Jiang keluar dari mobilnya, dia malah menyapa Chu Xia.


Dia lalu mengajak mereka semua makan malam bersama. Cheng Chuan meyakinkan Chu Xia bahwa pamannya ini beda banget dari Xin Wei. Saking bedanya, dia mungkin takkan percaya kalau mereka ayah dan anak. Karena itulah, Chu Xia jangan melepaskan kesempatan bagus ini hanya karena Xin Wei.

Direktur Jiang lalu mengajak Chu Xia bersulang. Chu Xia masih canggung dan memanggilnya 'Direktur Jiang', tapi Cheng Chuan meyakinkannya untuk memanggil 'Paman' saja.

Chu Xia menurutinya dan memanggil Paman, tapi dia meminta maaf karena dia tetap tidak ingin masuk ke perusahaan Jiang. Karena dia ingin menjadi seorang designer melalui usahanya sendiri, dia tidak mau bantuan siapapun.

Direktur Jiang menyangkal mau membantu Chu Xia. Chu Xia dua kali menjadi juara pertama berkat usahanya sendiri. Dia bahkan mulai mendapat perhatian dan popularitas. Jadi wajar jika perusahaannya menginginkan Chu Xia untuk menjadi designer mereka.


Tapi Chu Xia bersikeras mau melakukannya selangkah demi selangkah, dia lebih nyaman seperti itu.

"Kau seperti ibumu," desah Direktur Jiang.

Chu Xia jelas kaget mendengarnya. "Anda mengenal ibu saya?"

"Chu Xia, aku sebenarnya ingin memberitahumu setelah kompetisi selesai. Tapi sekarang, aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi."

Tapi sebelum dia memberitahukan masalah ini, dia perlu menceritakan sebuah kisah dulu dan tokoh utama dalam kisah ini bernama An Su Ya (Ibunya Chu Xia). Hmm... jangan-jangan...


Di rumah, Sekretarisnya Ayah datang mencari bosnya dengan membawa beberapa dokumen. Tapi karena ayahnya sedang tidak ada, Xin Wei menyuruh Sekretaris untuk menaruh dokumennya di meja saja. Sekretaris tampak canggung dan agak ragu, tapi akhirnya dia menaruh dokumen itu di meja.


Sesuai dugaan, kisah yang Direktur Jiang ceritakan adalah kisah cintanya dengan ibunya Chu Xia. Sayangnya kisah cinta mereka hanya berlangsung singkat dan mereka terpaksa harus berpisah karena desakan dari keluarga Jiang dan Direktur Jiang dijodohkan dengan orang lain.

Su Ya pun pergi meninggalkannya. Tapi kemudian, mereka tak sengaja bertemu kembali beberapa tahun kemudian. Saat itulah Direktur Jiang baru mengetahui bahwa saat mereka berpisah dulu, Su Ya mengandung.

Saat itu dia memutuskan untuk melepaskan segalanya dan kembali ke sisi Su Ya. Tapi Su Ya malah pergi dengan membawa Chu Xia dan belum mau memaafkannya.


Setelah Sekretaris pergi, Xin Wei melihat-lihat tumpukan dokumen itu dengan penasaran. Tapi kemudian, sebuah dokumen menarik perhatiannya karena itu laporan hasil DNA. Keheranan, Xin Wei membukanya dan betapa kagetnya dia saat membaca laporan hasil DNA antara ayahnya dan Chu Xia.


Chu Xia berkaca-kaca menyadari pria di hadapannya ini adalah ayahnya. Cheng Chuan tak percaya, bagaimana mungkin Chu Xia adalah anaknya paman? Tapi Direktur Jiang meyakinkan kalau dia tidak bercanda.

Dia ingin mengatakan sesuatu lagi. Tapi Chu Xia cepat menyela dan menolak mendengarkan apapun lagi. Dia tidak suka dengan kisah yang Direktur Jiang katakan barusan. Kalau tidak ada yang lain lagi, dia pamit.

"Chu Xia. Maafkanlah ayahmu ini."

"Aku tidak punya ayah."


Chu Xia langsung lari dari sana dan Qi Lu bergegas menyusulnya. Qi Lu berusaha menghiburnya, tapi Chu Xia langsung melemparkan dirinya ke dalam pelukan Qi Lu dan menangis di sana.

"Menangislah sepuasmu."

Cheng Chuan bergegas menyusul, tapi terlambat. Saat dia keluar, dia sudah mendapati Chu Xia dalam pelukan Qi Lu.


Xin Wei begitu marah mengetahui Chu Xia adalah putri ayahnya. Dia bersumpah takkan pernah membiarkan Chu Xia mengambil apapun miliknya. Baik itu keluarganya maupun cintanya.


Keesokan harinya di sekolah, Xin Wei menghambur ke kelasnya Chu Xia dan langsung menamparnya keras-keras. Cheng Chuan jelas tidak terima. Xin Wei tidak peduli. Cheng Chuan pasti belum tahu, kan? Chu Xia ini sepupunya Cheng Chuan, anak kandung ayahnya.

"Mo Xin Wei! Keluar kau dari sini!"

"Kenapa? Apa kau malu? Pantas saja aku merasa jijik saat pertama kali bertemu denganmu, ternyata kau anak haram!"


Kesal, Chu Xia sontak balas menamparnya. Suasana langsung ribut seketika, dan saat itulah Wan Zi diam-diam memanfaatkan kesempatan untuk memotret gambar design-nya Chu Xia.


Foto-foto Chu Xia dalam pelukan Qi Lu dan keributan di kelas, langsung masuk halaman depan sebuah majalah. Direktur Jiang stres melihat itu. Tapi menurut Sekretarisnya, ada bagusnya berita ini bocor. Toh cepat atau lambat Direktur Jiang pasti harus mengungkap identitasnya Chu Xia.


Man Kui baru datang saat beberapa wartawan menghadangnya di luar kelas. Mereka penasaran kenapa Man Kui belum punya karya lagi sampai sekarang padahal dia designer jenius. Dan apakah si bintang baru An Chu Xia punya pengaruh pada Man Kui?

Man Kui berusaha menghindar, tapi para wartawan itu semakin getol tanya apakah ini karena tangannya cedera? Apa tangannya masih bisa mendesign dan menciptakan sesuatu?

 

Man Kui galau harus bagaimana. Tapi untunglah Chu Xia tiba saat itu juga dan cepat-cepat menyelamatkan Man Kui dari serbuan para wartawan itu dengan mengklaim kalau tangannya Man Kui terluka gara-gara memasak di rumahnya lalu cepat-cepat mendorong Man Kui pergi.


Man Kui berterima kasih pada Chu Xia. Chu Xia penasaran apakah tangannya Man Kui sungguh tak bisa diobati? Man Kui membenarkannya. Tanganya ini sudah tak punya harapan lagi. Tapi bisakah Chu Xia merahasiakan masalah ini dari orang lain?

Tentu, jangan khawatir, Chu Xia janji akan merahasiakannya. Chu Xia merasa Man Kui lebih tegar darinya. Dia menyembunyikan masalah tangannya itu karena dia tidak mau membebani orang yang dicintainya.

"Chu Xia. Jika tidak ada Qi Lu, kurasa kita bisa menjadi teman yang baik."

"Iya. Tapi sekarang belum terlalu terlambat kok."

 

Mereka lalu berpisah. Tapi saat Chu Xia hendak pergi, Direktur Jiang datang lagi. Dia ingin bicara, tapi Chu Xia menolak bicara dan langsung berbalik pergi.

"Bagaimana jika ini tentang Han Qi Lu?"

Langkah Chu Xia langsung terhenti seketika

Bersambung ke episode 20

Sinopsis C-Drama lainnya bisa dibaca di page C-Drama ^^

3 comments

Lanjuuut mba, semangat terus.
Setia menunggu...

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon