Powered by Blogger.

Images Credit: Sohu TV

Sinopsis I Cannot Hug You Episode 5

Begitu mendengar apa yang dilakukan Shi Ya pada Zhi Hao, Lan Xi langsung mencekiknya dengan kesal. Dia kan sudah bilang kalau metode itu hanya boleh diterapkan oleh seorang profesional. Iya, Shi Ya tahu. Tapi dia hanya ingin membantu Zhi Hao sembuh lebih cepat.

"Kalau begitu, seharusnya kau lebih bersabar. Kau harus melakukannya selangkah demi selangkah. Karena jika kau mengacau dan mencampuri trauma masa lalunya, itu justru akan membuatnya menolak pengobatannya."

"Trauma yang kau sebut-sebut itu, apa sih?"


Lan Xi menjelaskan bahwa trauma yang dialami penderita OCD (Mysophobia termasuk Obsessive-Compulsive Disorder) biasanya karena kejadian masa lalu yang terjadi berulang kali hingga menyebabkan kekacauan mentalnya.

"Lalu, apa penyebab mysophobia?"

"Aku tidak tahu itu. Aku sudah bilang kan, penyebab penyakit psikologis itu bervariasi tiap-tiap individu."

Tapi berdasarkan penggambaran Shi Ya akan orang ini, Lan Xi menduga mungkin di hatinya ada orang lain. Untuk mengetahui siapa orang itu, Shi Ya harus lebih dekat dengan Zhi Hao.


Setelah sesi pemotretannya Shi Ya bersama seekor ikan mas selesai, mereka memberikan ikan mas itu untuk Shi Ya. Shi Ya ragu menerimanya karena dia tidak suka hewan peliharaan, tapi pria itu terus membujuknya dan meyakinkan kalau ikan mas tidak sulit dirawat daripada hewan peliharaan lainnya.

"Memelihara hewn bisa membuatmu lebih relax dan membangkitkan semangatmu."


Shi Ya akhirnya mau menerimanya, tapi kemudian dia memutuskan untuk menghadiahkannya pada Zhi Hao. Ikan itu dia letakkan di depan pintu begitu saja disertai dengan sebuah pesan. Jadilah Zhi Hao tidak bisa tidak menerimanya. Dia langsung menelepon Shi Ya untuk menuntut penjelasan.

"Kan sudah kubilang, itu hadiah."

"Aku tidak butuh ini. Apa kau ada di rumah? Akan kukembalikan padamu."

"Jangan! Aku sibuk. Jangan kau kembalikan. Kuberitahu kau, memelihara hewan bagus untuk kesehatan emosionalmu."

"Tapi, aku tidak pernah memelihara beginian sebelumnya."

"Aiya, itu kan cuma ikan mas. Coba saja. Jangan dibuang. Nantinya akan kucek."


Zhi Hao jadi bingung harus bagaimana. Apalagi si ikan mas tiba-tiba memakan kotorannya sendiri. Zhi Hao kaget. "Ada apa denganmu? Jangan makan itu!"


Qing Ran punya kabar baik untuk Shi Ya. Shi Ya lolos putaran kedua dalam seleksi model untuk iklan produk kosmetik perusahaan NL. Jadi mereka harus datang ke kantor perusahaan NL untuk mendiskusikan detil kolaborasi mereka.

Tapi setibanya di sana keesokan harinya, mereka malah mendapati saingannya Shi Ya ternyata cukup banyak. Qing Ran maklum, ini kosmetik NL yang terkenal itu. Pantas lah jika banyak model yang menginginkan kesempatan ini. Perwakilan perusahaan NL masuk tak lama kemudian.


Pada saat yang bersamaan, Xin Ba dan Shi Huan harus menghadiri acara award, tapi Xin Ba cemas setengah mati karena ponselnya Shi Ya tidak bisa dihubungi. Apalagi saat dia mendapat pesan peringatan itu lagi.

Xin Ba jadi semakin tak tenang dan menyuruh manajernya untuk membooking tiket pulang untuknya. Manajer jelas kaget mendengarnya, merekalah yang akan mendapat banyak award malam ini, bagaimana bisa dia pulang sekarang. Dia tidak boleh melewatkkan kesempatan ini.

Tapi Xin Ba terus ngotot mau pulang, ada hal jauh lebih penting yang harus diurusnya. Dia sudah mau pergi, tapi Shi Huan menahannya.


Shi Ya baru pulang saat Xin Ba meneleponnya dan terdengar panik. Shi Ya dari mana saja tadi? Dia meneleponnya berulang kali, tapi Shi Ya tidak menjawabnya. Xin Ba kira dia menghilang. Pesan peringatan itu tidak main-main, belakangan ini banyak vampir yang menghilang.

"Iya, yah. Aku mengerti. Jangan khawatir. Hari ini, aku cuma pergi ke sebuah perusahaan yang tak ada sinyalnya. Kau harus tampil dengan baik. Kututup, yah."

Shi Ya langsung menyalakan TV setelah itu. Tapi dia malah cuma melihat Shi Huan yang menerima award dan menghadapi wartawan sendirian. Shi Ya langsung nyinyir mengira Xin Ba membuli Shi Huan lagi.


Dia tidak tahu kalau Xin Ba sebenarnya sudah ada di depan gedung apartemennya, lega mengetahui Shi Ya masih aman.


Sekarang setelah punya peliharaan, Zhi Hao menempatkan ikan mas kecil itu di akuarium besar dan hal pertama yang dilakukannya pagi-pagi adalah membersihkan kotorannya si ikan mas sambil ngobrol.

"Katakan padaku. Setelah makan, kau buang kotoran lalu memakannya lagi lalu muntah. Kenapa kau suka sekali memakan kotoranmu sendiri?"

Padahal akuarium ini awalnya hanya dia gunakan untuk menjaga kelembapan ruangan. Tak disangka kalau dia bakalan benar-benar harus menggunakannya untuk memelihara ikan. Tapi Zhi Hao tetap bertekad mau mengembalikan ikan mas itu pada Shi Ya. Dia harus memikirkan cara bagaimana mengembalikan ikan ini pada Shi Ya.


Dia langsung mengirim pesan ke Shi Ya. Tapi Shi Ya berkata kalau dia sibuk hari ini, ada pemotretan.

Zhi Hao mencoba fokus menulis, tapi perhatiannya terus saja teralih ke ikan mas. Lama-lama dia jadi sebal. "Kenapa kau bergerak-gerak terus? Bisa tidak kau diam? Dia bilang apa? Membangkitkan semangat? Yang ada malah meningkatkan bebanku saja."

Menduga si ikan mungkin lapar lagi, Zhi Hao pun memberinya makan lagi. "Aku sebenarnya tidak membencimu. Hanya saja, aku ini hanya bisa melakukan satu hal dalam satu waktu. Eeeh! Jangan makan kotoranmu lagi! Muntahin! Muntahin!"


Bingung, Zhi Hao akhirnya keluar untuk membeli buku tentang cara memelihara ikan mas. Disebutkan di buku itu bahwa ikan mas memakan kotorannya itu sudah biasa dan tidak boleh memberi mereka makan terlalu banyak.

"Kau memakan kotoranmu sendiri dan itu termasuk normal? Apa aku memberinya makan kebanyakan?"


Tiba-tiba dia sadar kalau dia lagi ngomong sama ikan. Apa sih yang dia lakukan? Tapi ujung-ujungnya dia tetap ngobrol dengannya dan bertanya-tanya apa yang si ikan pikirkan.

"Apa kau memikirkan teman-temanmu. Sendirian itu, rasanya sangat kesepian, kan?"


Begitu pemotretannya selesai, Shi Ya langsung mengecek ponselnya dan mendapati Zhi Hao sekarang memakai gambar ikan mas-nya sebagai profile picture. Dia bahkan mengirimkan banyak sekali foto-foto ikan mas-nya.

"Walaupun dia bersikap seolah tak menyukainya. Tapi di dalam hatinya, ternyata dia menyayanginya. Sepertinya dia mulai mengambil langkah untuk keluar dari kesengsaraannya."


Zhi Hao benar-benar perhatian pada ikan mas-nya sekarang. Dia bahkan tidur di lantai dekat akuarium dan mengulurkan tangannya mengikuti pergerakan si ikan seolah menyentuhnya. Dia memberitahu si ikan mas bahwa hanya dia satu-satunya (selain Shi Ya) yang pernah masuk ke rumah ini.


Keesokan harinya, Shi Ya menelepon untuk mengajaknya ke pantai. Zhi Hao setuju, tapi mereka harus pulang cepat soalnya dia harus memberi makan ikan masnya.

"Tidak masalah. Dia tidak akan mati kelaparan hanya karena tidak makan sehari."

"Tidak bisa! Buku bilang kalau aku harus memberinya makan dua kali sehari biar dia bisa tumbuh dengan baik."

"Baiklah, kita akan pulang lebih cepat. Kita akan pergi pagi dan pulang sore biar kau tidak khawatir, oke?"

 

Shi Ya sengaja mengajak Zhi Hao ke pantai biar mereka bisa berduaan sesuai saran di internet agar mereka punya kesempatan untuk saling memahami dan menjadi lebih dekat. Lalu saat mereka lupa waktu, mereka bakalan ketinggalan kapal dan terpaksalah mereka harus menginap bersama.

"Akhirnya aku akan punya kesempatan untuk menyentuhnya. Aku bisa makan sepuasnya!"


Sembari memberi makan ikan mas-nya, Zhi Hao mengaku kalau ini pertama kalinya dia bepergian ke tempat yang jauh bersama seseorang. Tapi... dia akan pergi dengan Shi Ya, jadi pasti tidak akan apa-apa.

"Walaupun kami hanya pernah bertemu beberapa kali, tapi kurasa dia bisa dipercaya."


Tapi kemudian dia ditelepon ibu tirinya yang mengingatkannya untuk datang ke peringatan kematian ayahnya bulan depan.

Telepon itu kontan membuat kakinya lemas hingga dia terduduk dengan tubuh gemetaran dan teringat kembali akan masa lalunya. Dulu, saat ayahnya tiba-tiba saja membawa pulang seorang ibu baru. Tapi Zhi Hao sama sekali tak mau menerimanya.


Keesokan harinya, Shi Ya mengetuk pintunya Zhi Hao, tapi tak ada jawaban dari dalam. Saat akhirnya Zhi Hao keluar, dia malah menolak pergi. Dia bahkan memutuskan hubungan mereka saat itu juga dan tak menginginkan bukunya lagi.

"Bukankah buku itu sangat berharga bagimu? Apa kau merasa ini terlalu melelahkan? Atau kau tidak enak badan? Kalau kau tidak enak badan, kita bisa pergi lain kali."

Tapi Zhi Hao bersikeras mengakhiri hubungan mereka. Dia bahkan memperingatkan Shi Ya untuk tidak lagi mencarinya. Shi Ya tidak mengerti kenapa? Kenapa Zhi Hao tiba-tiba menyerah padahal dia sudah ada perkembangan?

"Li Shi Ya! Sudah kubilang kalau hubungan kita berakhir sampai di sini. Apa aku pernah memintamu untuk menyembuhkanku? Kau yang tiba-tiba muncul dan ingin mengubahku. Kau sendiri yang berkhayal ingin melakukan banyak hal. Tapi kuberitahu kau, kau tidak akan pernah bisa mengubahku. Jadi, tinggalkan aku sendiri. Tidak usah peduli padaku."


Shi Ya akhirnya pergi ke pantai sendirian. Saat dia menemukan sampah kaleng bir di sana, dia mulai menyadari bahwa pantai ini ternyata sangat kotor walaupun dari kejauhan tampak begitu indah.

"Mungkin di mata Zhi Hao, dunia juga terlihat seperti ini. Mungkin apa yang dikatakan kakak benar. Jika dia tidak ingin berubah, bagaimanapun orang lain berusaha untuk mengubahkannya, tetap saja tidak akan berhasil."

Dunia ini sangat luas, mungkin dia bisa menemukan mangsa yang jauh lebih enak nantinya. Apa sekarang saatnya untuk menyerah?


Zhi Hao masing termenung sedih saat alarm ponselnya berbunyi. Sudah saatnya memberi makan ikan mas-nya. Tapi saat dia hendak memberiya makan, dia malah mendapati ikannya sudah mati.


Bosnya Qing Ran memberitahu semua orang bahwa perusahaan kosmetik NL sudah memilih finalisnya dari agensi mereka dan dia adalah Shi Ya. Dan juga, Wakil Presiden perusahaan NL datang untuk bertemu dengan mereka.

Orang itu masuk tak lama kemudian dan tampak jelas kalau dia dan Qing Ran saling mengenal. Qing Ran bahkan tampak gugup saat mereka bertatap mata.


Setelah rapat usai, pria itu, Yu Zhe, menyapa Qing Ran akrab. Saat mereka berduaan di balkon, Yu Zhe bertanya-tanya kenapa Qing Ran gugup. Qing Ran menyangkalnya dan beralasan kalau dia hanya gemetar karena tekanan gula darahnya rendah.

"Aku ingat saat kita masih sekolah, kau selalu seperti ini setiap kali kau melihatku. Karena itulah aku selalu menyiapkan permen untukmu. Setelah itu malah jadi kebiasaan." Ujar pria itu sambil memberi Qing Ran permen.

Dari percakapan mereka, sepertinya Yu Zhe sempat berhenti sekolah dan menghilang entah ke mana. Tak ada yang tahu ke mana dia pergi, bahkan sampai ada rumor yang mengatakan kalau Yu Zhe sudah mati.

"Aku sudah dengar rumor itu. Maaf mengecewakanmu."

"Yang penting kau sehat."

Yu Zhe mengklaim kalau dia sehat, tapi sepertinya ada sesuatu yang dia sembunyikan. Percakapan itu jelas membuatnya tak nyaman.


Shi Ya menatap billboard iklan kosmetik NL dan berharap bisa terpilih jadi model mereka. Saat itu juga, Zhi Hao meneleponnya untuk mengabarkan tentang kematian si ikan mas dan suara Zhi Hao terdengar sangat sedih.

Cemas, Shi Ya buru-buru pulang dan mengecek keadaan Zhi Hao. Lega melihatnya baik-baik saja, dia lalu mengajak Zhi Hao keluar untuk melampiaskan kesedihannya dengan minum-minum. 


Zhi hao menolak awalnya, tapi Shi Ya terus membujuknya untuk minum segelas saja. Zhi Hao akhirnya meminumnya. Tapi biarpun cuma satu gelas, Zhi Hao langsung mabuk berat. Tiba-tiba dia menatap Shi Ya dan berkata. "Maafkan aku... ikan mas. Maafkan aku."

Dia lalu ambruk di bahunya Shi Ya. Kesempatan, Shi Ya berniat memanfaatkan saat itu untuk menyentuh Zhi Hao. Tapi tiba-tiba saja Zhi Yao mengeluh sedih. 


"Kenapa semua orang meninggalkanku? Ibu dan ayah juga. Buku cerita itu adalah karya ibuku. Ibuku adalah penulis buku anak-anak. Saat aku masih kecil, aku suka duduk di sisi ibuku dan mendengarnya membacakan buku untukku. Aku saat itu sangat bahagia."

Tapi saat dia berusia 8 tahun, orang tuanya tiba-tiba bercerai dan ibunya pergi meninggalkannya dalam pengasuhan ayahnya. Setiap hari dia menunggu ibunya kembali dan membacakan buku untuknya. Tapi yang datang malah ibu tirinya. 


Suatu hari, ibu tirinya berkata padanya kalau ibunya tidak mau kembali karena dia kotor. Tidak ada yang mau pada anak kotor sepertinya.

Sejak saat itulah Zhi Hao mulai rajin mencuci tangannya beberapa kali sehari karena dia pikir jika dia bersih, maka ibunya akan kembali.

Setiap kali ibu tirinya bilang dia kotor, dia akan membersihkan dirinya terus menerus hingga pada akhirnya dia takut kuman. Dan karena itulah dia tidak pernah berinteraksi dengan teman-teman sekelasnya hingga akhirnya dia tidak punya teman.

Saat dia lulus SD, ayahnya meninggal dunia karena sakit. Tangan ayahnya adalah yang terakhir memberinya kehangatan. Tapi bahkan setelah itu, dia tidak tahan untuk mencuci tangannya sampai bersih.

"Aku benci diriku sendiri. Aku tidak mau hidup seperti ini."


Shi Ya lalu membawa Zhi Hao pulang dan menempatkannya di ranjang. Akhirnya sekarang dia mengetahui rahasianya Zhi Hao. Dia jadi seperti ini benar-benar karena trauma.

Tapi melihat Zhi Hao seperti ini, dia tidak tahan ingin menyentuhnya. Pikirannya sebenarnya menyuruhnya untuk tidak memanfaatkan situasi, tapi ini kesempatan langkah. Entah kapan lagi dia bisa menyentuh Zhi Hao kalau tidak sekarang.

"Aku akan menyentuh 5 detik saja. Tidak, tidak. 10 detik."

Shi Ya akhirnya menyentuhnya cuma sebentar. Tapi saat dia hendak menarik tangannya, Zhi Hao tiba-tiba menggenggamnya.

Bersambung ke episode 6

4 comments

Semangat untuk ngelanjutin nya ya mba IMA💪💪💪

Mba ima fighting ����

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon