Powered by Blogger.

Images Credit: Sohu TV

Sinopsis I Cannot Hug You Episode 12 - 2


Sementara Zhi Hao dan Jun He melihat-lihat lukisan, Shi Ya malah mojok sendirian. Zhi Hao bingung, apa yang Shi Ya lakukan di sana? Bingung mencari alasan, Shi Ya asal saja beralasan kalau dia lagi meneliti bahan pembuat temboknya.

"Kemarilah. Berjalanlah bersama kami."

Shi Ya cemas. Dia harus jaga jarak dari Zhi Hao. Jika tidak, takutnya dia kehilangan kontrol lagi. Tapi dia tidak boleh membiarkan Zhi Hao berduaan dengan Jun He. Terpaksalah akhirnya dia mendekat ke mereka.

Ditulis oleh Imma
Support penulis dengan membaca sinopsis ini
hanya di sutrimadiary.blogspot.co.id


Zhi Hao sedang sibuk mengagumi karya kaligrafer kesukaannya saat tiba-tiba saja tangan Shi Ya terulur hendak menyentuhnya. Tapi dengan cepat dia menahan dirinya sendiri dengan gugup.

Zhi Hao bingung melihat reaksi Shi Ya. Apa Shi Ya tidak bisa membaca huruf-huruf ini. Zhi hao mengaku senang bisa datang kemari. Sebelumnya dia tidak pernah datang ke tempat seperti ini karena pasti banyak orang.


Dia lalu usul agar mereka istirahat sebentar dan pergi membeli minuman untuk mereka. Begitu Zhi Hao pergi, Shi Ya langsung mengkonfrontasi Jun He dan memperingatkannya untuk berhenti memburu mangsanya. Zhi Hao adalah miliknya.

"Aku tidak tertarik sama sekali pada mangsamu. Tapi sebagai mangsa, dia sangat menggoda. Apa sekarang kau mulai tertarik pada mangsamu?"

Shi Ya menyangkal. "Aku cuma tidak mau berbagi mangsaku dengan vampir lain."

"Masa? Sungguh cuma seperti itu saja? Vampir yang bahkan tidak memakan mangsanya saat mereka terjebak di lift dan pingsan karena kelaparan itu kau, kan? Sementara saat sedang tidak lapar, vampir yang tidak bisa mengontrol dirinya untuk menyentuh manusia itu juga kau, kan? Memiliki sindrom estrus terhadap manusia, sangat menarik, aku tidak mau melewatkannya."

Shi Ya ngotot menyangkal. Dia tidak mengalami sindrom itu, dia cuma menyukai rasa makanannya. Jun He tak percaya sedikitpun.


"Apa kau tidak merasa kalau kau itu menyedihkan. Selalu berusaha menahan diri tapi tidak bisa mendapatkannya. Lucu sekali dan sangat menyedihkan."

Shi Ya itu vampir. Dia makhluk yang levelnya lebih tinggi daripada manusia, tapi dia bahkan tidak mampu menangani mangsanya.

"Dengarkan saranku. Puaskan dirimu sendiri."

"Me-memuaskan diriku sendiri?"

"Kau tahu betul apa maksudku. Sebaiknya kau segera menyelesaikannya. Jika tidak, biarkan aku yang melakukannya."


Mengalihkan topik, Shi Ya mengendus bau parfumnya Jun He. Baunya unik, apa ini limited edition? Sepertinya parfum ini belum dipasarkan. Dia ingat bau parfum ini. Ini parfum orang yang membuntutiya di pulau.

"Jadi kau orang yang membuntutiku pulau? Dan sekarang kau juga yang memanfaatkan Zhi Hao. Katakan! Apa tujuanmu?!"

Jun He tak mengerti apa maksudnya. Shi Ya tak percayaa dan terus mengkonfrontasiya. Sejak kapan Jun He menargetnya? Sejak kapan Jun He mulai membuntutinya? Zhi Hao pasti cuma alasan saja kan?

"Belakangan banyak vampir yang menghilang. Semua itu ada hubungannya denganmu, kan?"


Tapi Jun He tampak benar-benar tidak mengerti apa maksud Shi Ya. Dia menegaskan kalau dia tidak pernah membuntuti Shi Ya dan dia juga tidak ada hubungan dengan menghilangnya para vampir. Dia bahkan tidak tertarik sedikitpun dengan Shi Ya.

"Aku hanya tertarik pada Jiang Zhi Hao."

"Mengaku saja karena bau parfum yang kau pakai itu sama persis seperti bau orang yang membuntutiku. Dan karena parfum ini belum dipasarkan, maka orang itu pasti kau."

"Cuma karena itu?"

"Aku juga menduga kalau kau adalah tersangkanya."

Jun He mengaku kalau parfum ini adalah hadiah dari NL cosmetics saat dia melakukan pemotretan untuk mereka, dan memang parfum ini belum dipasarkan. Kalau Shi Ya mau, dia akan memberikan satu untuk Shi Ya begitu sudah dipasarkan nanti. Shi Ya menolak.


Zhi Hao kembali tak lama kemudian dengan membawakan kopi untuk mereka. Mereka lagi ngobrolin apa? Tanyanya penasaran. Tentu saja mereka berdua menyangkal membicarakan apapun dan mengalihkan topik.

Sebelum mereka berpisah jalan, Jun He secara ambigu menasehati Zhi Hao untuk jaga kesehatan. Zhi Hao jelas bingung dengan nasehatnya. Shi Ya kesal, dia dan Zhi Hao kan cuma pegangan tangan.


Ternyata orang yang menyerang Shi Ya di pulau terpencil adalah sekretarisnya Yu Zhe. Hmm... mencurigakan nih Yu Zhe. Sekretaris mengaku kalau dia salah saat dia menyerang Shi Ya di pulau.

Bau wewangian itu saat dia menyerang Shi Ya, jadi Shi Ya mencium bau itu. Dia mengaku barusan Shi Ya meneleponnya dan tanya nama-nama orang yang mendapatkan parfum itu.

"Saya tidak tahu apakah petunjuk ini akan mengarah pada saya. Kalau terjadi sesuatu, saya akan menyerahkan diri dan tidak akan melibatkan anda."

Yu Zhe santai memberitahu seamplop tebal uanga dan menyuruhnya pergi, sudah saatnya dia pergi... "Lagipula, waktuku tinggal sedikit."

Tapi si sekretaris menolak pergi dan meyakinkan Yu Zhe bahwa dia tidak akan melibatkan Yu Zhe jika dia tertangkap.

Dan ternyata mereka pula orang-orang yang menangkap Xiao Can, vampir wanita yang pernah hampir memakan Zhi Hao. Yu Zhe tanya apakah Xiao Can belum mengatakan apapun.

Sekretaris membenarkan. Mereka sudah melakukan berbagai cara, tapi dia tetap tidak mau mengatakan apapun. Sekarang dia mau mati saja.


Yu Zhe lalu masuk ke ruang penyekapannya Xiao Can. Tapi saat melihat wajah Xiao Can, Yu Zhe langsung marah-marah pada para anak buahnya dan menyuruh mereka untuk melepaskan ikatan Xiao Can.

Yu Zhe meminta maaf pada Xiao Can. Dia sungguh tak menyangka kalau anak-anak buahnya memperlakukan Xiao Can seperti ini.

Xiao Can nyinyir. Mereka mengubah taktik mereka. Dia tidak akan mempercayainya. Berhubung dia akan mati cepat atau lambat, tidak bisakah mereka membunuh saja lebih cepat?

"Tidak. Kau harus hidup. Di dunia ini, ada banyak orang yang melakukan apapun untuk bertahan hidup. Selama kau masih hidup, aku tidak akan membiarkanmu mati."

"Bahkan sekalipun kau membiarkanku hidup dan menyiksaku setiap hari, aku tidak akan pernah menyerahkan daftar nama itu padamu."


Baiklah. Tidak masalah kalau dia tidak mau memberikan daftar nama itu. Tapi Yu Zhe tetap tidak akan melepaskannya. Karena jika dia melepaskan Xiao Can, ada banyak yang tidak akan bisa dia penuhi.

Kalaua begitu, Xiao Can bisa tinggal di sini seperti orang biasa. Dia boleh meminta apapun dan melakukan apapun, kecuali berkomunikasi dengan orang luar.

"Kenapa?" Tanya Xiao Can

Yu Zhe menolak menjawab dan cuma menawarkan tangannya. Xiao Can pasti kelaparan sampai tidak kuat bicara, iya kan? Makan saja. Xiao Can boleh menyerap energinya. Xiao Can menolak. Bahkan saat Yu Zhe memaksanya, Xiao Can langsung menarik tangannya.

"Kenapa kau melakukan ini?"

"Hanya kebaikan dari seseorang yang hampir mati."

"Siapa yang akan mati?"

"Aku. Masih banyak hal yang harus kulakukan. Aku pergi dulu. Aku akan kembali nanti."


Shi Ya keluar rumah bersamaan dengan Zhi Hao yang langsung sumringah melihatnya. Shi Ya mau kerja hari ini? Kebetulan Zhi Hao mau ke toko buku. Ayo, pergi bersama. Tapi Shi Ya gugup bukan main dan langsung melesat kabur.


Shi Ya lalu pergi bertemu Shi Huan dan mengaku kalau dia benar-benar tidak sanggup menatap mata Zhi Hao, jadi dia tidak punya pilihan selain kabur menghindarinya.

Setiap kali melihat Zhi Hao, dia terus memikirkan hal-hal aneh dan tangannya secara tak sadar selalu terulur ke Zhi Hao. Entah apa yang harus dia lakukan kalau ini terus berlanjut.

"Dan lagi, aku tidak berani memberitahu Li Lan Xi dan Simba tentang ini."

Shi Huan tahu apa yang sedang terjadi pada Shi Ya. Dia pasti kena sindrom itu. Shi Ya heran, dari mana Shi Huan bisa tahu, sindrom itu kan hanya diketahui oleh kaum vampir.

Shi Huan tidak menjawab dan mengalihkan topik kembali ke Zhi Hao. Apa Shi Ya sungguh menyukai pria itu? Terlepas dari apakah Shi Ya kena sindrom itu atau tidak, dia harus yakin dulu dengan perasaannya.

"Apa kau merasakan perasaan cinta antar lawan jenis atau kau cuma memperlakukannya sebagaia mangsan? Hadapi dulu perasaanmu sebelum membuat keputusan. Bukankah itu lebih baik?"


Tapi jika Shi Ya masih belum yakin akan perasaannya sendiri, dan harus menghadapi situasi seperti itu lagi, maka... nyanyi saja lagu anak-anak. Pfft! Shi Huan serius menyarankan Shi Ya untuk menyanyikan lagu anak-anak sepenuh hati. Seperti itulah cara Shi Huan mengatasi kegugupannya.

"Setiap kali aku melakukan itu, aku akan baikan."

"Menyanyi lagu anak-anak? Apa benar-benar bisa berhasil?"

"Hasilnya sangat cepat."


Saat Shi Ya pulang malam harinya, dia mendapati Zhi Hao sedang menunggunya di luar. Shi Ya langsung gugup sampai tidak berani menatap Zhi Hao.

Zhi Hao sampai cemas melihatnya. Apa dia baik-baik saja? Kenapa belakangan ini sulit sekali bertemu Shi Ya dan Shi Ya juga tampak selalu gugup. Kalau Shi Ya punya masalah, katakan saja padanya.

Shi Ya berusaha keras menenangkan hatinya. Cemas, Zhi Hao hendak mendekatinya dan sontak membuat Shi Ya tambah gugup dan refleks menyetop Zhi Hao. Jangan dekat-dekat. Dia baik-baik saja kok.

"Tidak ada hubungannya denganmu. Ini masalahku sendiri. Jangan khawatir. Aku cuma kelelahan saja belakangan ini. Aku akan pulang sekarang."


Shi Ya langsung bergegas masuk lalu tiba-tiba saja menyanyi lagu anak-anak dengan semangat 45. Hahaha. Zhi Hao sampai bingung mendengar nyanyian gajenya.


Keesokan harinya, Simba menelepon untuk mengundang Shi Ya ke sebuah pesta ballroom. Seperti pesta tahum sebelumnya, hanya para vampir yang berkecimpung di dunia entertainment yang diundang.

Shi Ya tidak ikuta. Belakangan ini dia punya segudang urusan untuk ditangani. Dia juga sedang tidak mood dan pikirannya sangat bingung.

"Semakin kau seperti itu, semakin kau harus pergi. Lebih baik keluar dan menghirup udara segar, iya kan? Kenapa? Apa karena belakangan ini kau terlalu dekat dengan manusia sampai kau berimaginasi liar?"

Pokoknya Shi Ya harus pergi ke pesta itu. Jika tidak, Simba akan menculiknya saat dia sedang tidak pakai makeup. Jika begitu, maka sebaiknya Shi Ya bersiap menerima konsekuensinya. Simba lalu menutup teleponnya tanpa memberi Shi Ya kesempatan untuk protes.


"Apa Shi Ya akan ikut?" Tanya Shi Huan

"Tentu saja. Aku harus membawanya."

"Kau juga akan ikut, kan?"

Shi Huan menolak. Itu kan sama artinya dia masuk ke sarang vampir. Hmm... benar juga sih. Itu bukan tempat untuk manusia.

Oh, yah. Dia harus pergi sekarang. Nanti kalau manager datang, bantu dia berbohong, yah. Katakan saja dia sakit dan harus pergi ke rumah sakit.

"Pura-puranya sakit yang belum pernah kau lakukan cuma... kehamilan, kan?"

"Pintar. Katakan saja aku lagi hamil."

Bersambung ke episode 13

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon